Dugaan Korupsi Multi-year Rupat, Nasir Dicekal KPK
PEKANBARU -Setelah batal terbang ke Madinah untuk menunaikan ibadah haji, Sekretaris Daerah Kota Dumai, Muhammad Nasir, langsung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pekanbaru.
Nasir diperiksa di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru, Jalan Pattimura, Senin (7/8). "Benar, MN diperiksa tadi sama penyidik," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) KPK, Febridiansyah.
Fibri mengatakan, Nasir diperiksa terkait proyek peningkatan jalan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, tahun 2013-2015. Jalan tersebut dibangun dengan sistem tahun jamak atau multiyears oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
"Saat pengerjaan proyek itu, MN bertugas sebagai kepala dinas PU di Kabupaten Bengkalis," sebut Febri melalui pesan singkatnya
Hingga kini, Febri tidak bisa menjelaskannya kerugian negara atas dugaan proyek itu. Dia mengaku masih menunggu informasi dari penyidik. "Nanti dulu, saya juga masih nunggu data penyidik," katanya.
Dugaan korupsi pembangunan jalan itu terendus terendus setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit terhadap proyek multiyears tersebut. Proyek itu bernilai Rp2,4 triliun itu dibangun di zaman kepemimpinan Bupati Herliyan Saleh. (olc)
Nasir diperiksa di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru, Jalan Pattimura, Senin (7/8). "Benar, MN diperiksa tadi sama penyidik," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) KPK, Febridiansyah.
Fibri mengatakan, Nasir diperiksa terkait proyek peningkatan jalan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, tahun 2013-2015. Jalan tersebut dibangun dengan sistem tahun jamak atau multiyears oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
"Saat pengerjaan proyek itu, MN bertugas sebagai kepala dinas PU di Kabupaten Bengkalis," sebut Febri melalui pesan singkatnya
Hingga kini, Febri tidak bisa menjelaskannya kerugian negara atas dugaan proyek itu. Dia mengaku masih menunggu informasi dari penyidik. "Nanti dulu, saya juga masih nunggu data penyidik," katanya.
Dugaan korupsi pembangunan jalan itu terendus terendus setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit terhadap proyek multiyears tersebut. Proyek itu bernilai Rp2,4 triliun itu dibangun di zaman kepemimpinan Bupati Herliyan Saleh. (olc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
TMMD ke-128 Resmi Dimulai, Sinergi TNI dan Pemkab Bengkalis Percepat Pembangunan Desa
Komsos Babinsa di Rangsang, Warga Dihimbau Aktif Gotong Royong dan Cegah Karhutla
Patroli Karhutla di Desa Lemang Berjalan Aman, Babinsa Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Komentar