Sabtu, 24 Oktober 2026 WIB
Sabtu, 24 Oktober 2026 WIB

Nekat Masuk dan Berpoto Didalam Kandang Singa, Wanita Ini Tercabik-Cabik

- Senin, 23 Juli 2018 01:00 WIB
Nekat Masuk dan Berpoto Didalam Kandang Singa, Wanita Ini Tercabik-Cabik

BENGKALISONE - Tidak ada seorang manusia biasa yang berani menghadapi singa. Bahkan para pawang sekali pun, masih bisa dibunuh oleh singa peliharaannya. Dan kejadian tersebut banyak terjadi di berbagai tempat.

Kucing besar ini bukanlah binatang yang mudah dijinakkan, meskipun mereka sudah dirawat sejak kecil. Tapi wanita ini memiliki pikiran berbeda. Di mana ia nekat masuk ke kandang singa dan berfoto dengannya.

Padahal, singa yang ada di kandang tersebut memiliki ukuran cukup besar. Dan benar saja, ia dicabik-cabik singa itu seperti boneka. Lantas apa yang terjadi padanya? Dan mengapa ia nekat untuk masuk ke kandang singa besar?

Dikutip dari Daily Mail, Olga Solomina, 46 tahun, saat itu sedang menikmati hari di taman safari Taygan di Crimea, Ukraina, ketika dia masuk ke kandang singa.

Dia berpose untuk mengambil gambar di samping singa yang tampaknya tenang, menurut laporan setempat. Tapi itu justru membuat dirinya dalam masalah, ketika dia meletakkan tangannya di atas bulu kucing itu.

Baca Juga:

BACA JUGA: Saat Main di Taman, Bocah 11 Tahun Dianiaya Dua Anjing Pitbull

Singa yang marah itu melancarkan serangan ganas, menganiaya Solomina dan berusaha menyeretnya lengannya.

Untungnya, direktur kebun binatang Oleg Zubkov berada di dekatnya, dan berhasil menyelamatkan Solomina dengan mengusir singa itu.

Dia kemudian membawa Solomina ke kendaraan terdekat dan mengantarnya ke tempat aman.

Tapi luar biasa, Solomina kemudian mengatakan kepada Zubkov jika ia menolak memanggil ambulans. Dan memerintahkan dokter hewan untuk merawatnya, serta memberinya alkohol untuk menenangkan rasa sakit.

"Saya berjongkok dan meletakkan tangan saya pada singa seperti yang diperintahkan kepada saya. Saat berikutnya ia menggenggam lenganku dan menyeretku seperti boneka kain," kata Solomina.

"Singa-singa lainnya melompat berdiri. Aku memejamkan mata karena takut. Itu berlangsung beberapa detik yang terasa seperti lama bagi saya," tambahnya.

Sejak kecelakaan itu, Solomina dan Zubkov bertengkar tentang siapa yang harus disalahkan atas insiden itu.

BACA JUGA: Ngeri, 10 Hari Lintah Ini Hidup di dalam Hidung. Berani Baca?..

Zubkov, yang terkenal setelah video dibagikan secara online tentang dia melawan singa dengan sandalnya, telah mengatakan Solomina harus disalahkan atas serangan singa, karena dia mabuk dan juga mencoba untuk memukul singa itu.

Solomina akhirnya dibawa ke rumah sakit pada hari berikutnya, di mana dokter menemukan dia memiliki infeksi serius dari gigitan singa.

Juru bicara rumah sakit Nikolai Vlasov mengatakan: "Infeksi masuk ke tubuhnya dari gigi hewan. Ini adalah infeksi yang sangat berbahaya. Dia menjalani operasi. Kondisi kesehatannya menjadi lebih baik, tetapi dia perlu perawatan lebih lanjut."[bl10]

SHARE:
Berita Terkait
Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

HUT Humas Polri ke-75, Puluhan Polisi dan Wartawan di Meranti Gelar Aksi Donor Darah

HUT Humas Polri ke-75, Puluhan Polisi dan Wartawan di Meranti Gelar Aksi Donor Darah

Puluhan Warga Jalan Ibrahim Selatpanjang Antusias Ikut Sosialisasi Perlinsos Polres Kepulauan Meranti

Puluhan Warga Jalan Ibrahim Selatpanjang Antusias Ikut Sosialisasi Perlinsos Polres Kepulauan Meranti

Kejari Bersama Pemkab dan PWI Kepulauan Meranti Bersinergi Perkuat Tata Kelola Dana Desa

Kejari Bersama Pemkab dan PWI Kepulauan Meranti Bersinergi Perkuat Tata Kelola Dana Desa

Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau

Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau

Komentar
Berita Terbaru