Tim BPBD Kepulauan Meranti Turun ke Desa, Lakukan Patroli hingga Tinjau Posko Terpadu
Pauzi - Selasa, 06 Oktober 2026 21:08 WIB
Tim BPBD Kepulauan Meranti saat turun ke desa-desa.
merantione.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta bencana lainnya.
Seluruh stakeholder terkait ikut dilibatkan dalam kegiatan ini. Mulai dari Manggala Agni, Kepala Desa dan perangkat, BPD, masyarakat peduli api (MPA), Bhabinkamtibmas serta unsur lainnya. Bahkan, di kesempatan itu Manggala Agni juga membentuk MPA Desa Sungai Gayung.
"Tim kita terus melakukan kegiatan monitoring posko terpadu Karhutla dan patroli di sejumlah titik lokasi rawan bencana. Ini tentunya sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya Karhutla maupun bencana lainnya seperti banjir," ungkap Edi usai giat.
Selain itu, sebutnya, tim dari BPBD juga menyebarkan pamflet pencegahan bencana kepada masyarakat dan memasangnya di sejumlah tempat strategis yang ada di desa-desa tersebut.
"Agenda serupa tersebut tentunya akan kita laksanakan di semua kecamatan dan desa di Meranti. Termasuk meninjau pendirian posko bencana ditingkat desa," sebut Edi.

Bertekad Zero Karhutla pada 2027
Sementara itu, Kalaksa BPBD, Muhamad Khardafi menyampaikan bahwa pihaknya bertekad pada tahun 2027 mendatang Kabupaten Kepulauan Meranti Zero Karhutla.
Meskipun, katanya, saat ini Satgas BPBD mayoritas diisi oleh ASN dari lulusan CPNS 2025, namun semangat tekad dan prinsip mereka seragam, yakni ingin menjaga alam dan masyarakat Meranti. Karena mereka sudah dibekali pelatihan secara otodidak oleh Kabid dan Kalaksa.
Tidak hanya itu, pihaknya bahkan melakukan pemadaman karhutla ditengah keterbatasan biaya operasional. Hanya mengandalkan koordinasi, kekompakan, semangat gotong royong bersama semua unsur terkait, serta dengan memegang prinsip kesadaran dampak bencana bagi masyarakat.
Hal ini juga ikut didasari bahwa Meranti merupakan kabupaten termiskin dengan geografis lahan gambut. Jika Karhutla mengganas, dampaknya tidak hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi kesehatan masyarakat karena Ispa, ekonomi hingga sektor lainnya. Sehingga masyarakat bisa mengalami degradasi mental akibat bencana, seperti yang terjadi di Kalimantan.
"Alhamdulillah berkat kerjasama semua unsur terkait dan masyarakat, Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah di Riau yang paling kecil indeks kebakaran lahan, termasuk daerah yang paling siaga dan kompak. Mulai dari masyarakat, pemdes, pemcam, BPBD, Polri dan TNI ikut dalam penanganan Karhutla. Dimana, sebanyak 32 titik Karhutla berhasil kita padamkan hingga saat ini," ucapnya.
Untuk itu, pihaknya kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polri, TNI, Kades, Camat dan MPA, terlebih atas dukungan dan perhatian penuh dari Bupati, Wabup, Sekda, Asisten serta BPKAD, sehingga BPBD tetap kuat dan tangguh berkinerja.
Disisi lainnya pula, Khardafi kembali menyinggung soal gagasan Bupati Kepulauan Meranti H Asmar terkait pendirian posko terpadu penanganan bencana di tingkat desa.
Dimana, bebernya, saat ini hampir seluruh desa telah terbentuk posko dimaksud. Bahkan, BPBD sendiri juga telah menyiapkan posko terpadu kabupaten di ruang komando Pisdalop BPBD.
"Mohon partisipasi dari semua pihak, mulai dari masyarakat untuk ikut merespon cepat ketika muncul titik api. Mari kita bersinergi dalam satu tujuan, yakni Meranti Zero Karhutla," tutup Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti itu sembari mengajak masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan.***
Baca Juga:Langkah antisipasi itu dilakukan melalui kegiatan patroli, sosialisasi, mitigasi, serta persiapan penanganan bencana oleh desa. Kali ini, giat yang berlangsung Selasa (6/10/2026) tersebut menyasar ke sejumlah desa di Kecamatan Rangsang. Seperti halnya di Desa Penyagun, Gemala Sari, Tanjung Medang, dan Sungai Gayung Kiri. Kegiatan rutin yang dilaksanakan BPBD Kepulauan Meranti ini dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Kebencanaan, Edi SH bersama sejumlah staf.

Bertekad Zero Karhutla pada 2027
Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar