Maksimalkan Program Merpati, Dispersip Meranti Luncurkan Aplikasi Srikandi
merantione.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) saat ini memaksimalkan program Merpati (Meranti Menata Arsip) dengan meluncurkan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) versi 3.
Baca Juga:
Upaya itu dimulai dengan penandatanganan komitmen bersama implementasi dan sosialisasi aplikasi tersebut yang berlangsung Senin (11/8/2025) di gedung Kuning, kantor Bupati, Jalan Dorak, Selatpanjang.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil SM MM, dalam arahannya di kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kearsipan bukan hanya urusan penyimpanan dokumen, tetapi sebuah pilar penting dalam tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Dimana, kata dia, arsip merupakan memori kolektif daerah, bukti sejarah, dan sumber informasi yang akan menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.
"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bertekad kuat untuk menata arsip secara profesional dan terintegrasi melalui aplikasi Srikandi. Dengan adanya ini, pengelolaan arsip akan lebih efisien, terdigitalisasi, dan mudah diakses oleh pihak yang berwenang," ujarnya.
Gerakan Merpati yang diluncurkan ini, sebut Muzamil, memiliki tiga tujuan utama, yakni untuk menata arsip agar rapi, aman, dan mudah ditemukan. Dengan mengoptimalkan digitalisasi melalui Srikandi di seluruh OPD dan menciptakan budaya tertib arsip di setiap lini pemerintahan.
"Penandatanganan komitmen bersama ini bukanlah sekadar seremonial. Ini adalah janji kerja kolektif kita semua, bahwa mulai hari ini, setiap OPD di Meranti akan bergerak serempak untuk menata arsip sesuai standar, menjaga keamanan informasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik," tuturnya.
Untuk, ia juga mengingatkan komitmen ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Tidak cukup hanya tanda tangan di atas kertas, tetapi harus terlihat dalam kebiasaan kerja sehari-hari, mulai dari penciptaan naskah dinas, pengelolaan, hingga penyimpanan arsip secara aman dan tertib.
"Saya berharap melalui program Merpati, kita dapat membuktikan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti mampu menjadi daerah yang tertib arsip, transparan, dan terpercaya. Mari kita jadikan arsip sebagai kekuatan, bukan beban; sebagai modal, bukan sekadar tumpukan kertas," ajak Muzamil.
Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Kepulauan Meranti, Atan Ibrahim MPd, menjelaskan bahwa aplikasi Srikandi adalah sistem resmi nasional yang digunakan untuk tata kelola naskah dinas secara elektronik, yang terintegrasi langsung dengan sistem kearsipan pemerintah.
Penggunaan aplikasi ini, bebernya, sesuai amanat dari Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE, Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis, Peraturan Arsip Nasional RI, dan Surat Edaran Menteri PAN-RB mengenai percepatan transformasi digital pemerintahan.
"Dengan adanya Srikandi, kita tidak hanya membuat surat secara elektronik, tetapi juga secara otomatis menyimpan, mengelola dan mengarsipkan setiap dokumen dinas yang dibuat secara legal dan sah," sebutnya.
Lebih lanjut, melalui kegiatan itu dirinya berharap seluruh peserta benar-benar memahami alur penggunaan Srikandi, mulai dari pembuatan surat, paraf elektronik, pengiriman, hingga pengarsipan.
Para operator dapat menjadi motor penggerak transformasi digital di unit kerjanya masing-masing serta setiap OPD dan kecamatan dapat segera mengimplementasikan Srikandi secara penuh, tanpa menunda.
"Kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan terus mendampingi dan memfasilitasi, namun keberhasilan penerapan Srikandi membutuhkan komitmen bersama, khususnya dari pimpinan OPD dan para sekretaris sebagai koordinator internal," ujar Atan.
Kegiatan ini, jelasnya lagi, bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari gerakan besar menuju pemerintahan yang tertib arsip, transparan, efisien, dan berbasis digital.
"Ini sebagai langkah nyata dalam reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sehingga bermanfaat dan membawa perubahan positif dalam sistem tata kelola naskah dinas dan kearsipan kita. Srikandi bukan hanya sistem, tapi juga komitmen," tutupnya.
Hadir dalam kegiatan itu, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Asisten I, II, dan III, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD, Kepala Bagian dan Camat.
Kegiatan sosialisasi aplikasi Srikandi juga diisi narasumber secara Daring oleh Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Suharto SPdI MPd.**