Krisis Listrik di Pulau Rangsang, Sopandi Segera Surati Komisi XII DPR RI
Redaksi - Jumat, 28 Agustus 2026 09:58 WIB
Anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi PAN, Sopandi, saat mendatangi PLTD Lemang pada Rabu (26/8/2026).
merantione.com - Pasokan listrik di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, saat ini dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
"Sekarang pemadaman bergilirnya semakin sering terjadi. Bahkan listrik juga sering mati secara mendadak," ungkapnya.
Keluhan masyarakat tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi PAN, Sopandi SSos.
Ia pun langsung mendatangi PLTD Lemang pada Rabu (26/8/2026), untuk melihat kondisi pembangkit dan mencari tahu penyebab semakin buruknya pasokan listrik di dua kecamatan tersebut.
"Kami telah melihat langsung ke PLTD Lemang karena sedang krisis listrik di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir," ujarnya kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
Sopandi mengatakan, masyarakat sudah merasakan krisis listrik tersebut dalam kurun waktu sekitar lima bulan. Dalam periode itu, pola pemadaman berubah dari yang sebelumnya relatif terbatas menjadi semakin panjang.
"Awalnya pemadaman bergilir 5:1, lima hari menyala, satu hari pemadaman beberapa jam. Kemudian jadi 2:1 dan sejak beberapa hari ini jadi 8 jam menyala 8 jam padam listriknya," jelas Sopandi.
Kondisi tersebut, menurutnya harus segera diatasi. PLN diminta tidak hanya fokus mengembalikan mesin yang rusak, tetapi juga memastikan sistem kelistrikan di wilayah tersebut memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Saya harap krisis listrik yang dialami warga segera diatasi dan dioptimalkan, supaya tidak ada lagi keluhan dari masyarakat," ucapnya.

Masyarakat di Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir membutuhkan kepastian pelayanan listrik. Karena pemadaman berkepanjangan tanpa solusi jelas dinilai berpotensi menghambat aktivitas warga
"Kita minta pihak PLN secepatnya mengatasi persoalan ini, supaya tidak ada lagi listrik padam bergilir di daerah PLN Lemang ini," ujarnya.
Guna mendorong solusi penyelesaian segera, Sopandi menyebutkan bahwa ia akan membawa persoalan tersebut ke pemerintah pusat.
Bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, ia berencana mengirim surat kepada Komisi XII DPR RI.
Surat itu nantinya ditujukan kepada anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, dengan harapan persoalan kelistrikan di wilayah kepulauan tersebut mendapat perhatian dan dukungan, termasuk kemungkinan penambahan mesin pembangkit.
"Kami akan menyurat Komisi XII DPR RI," beber Sopandi.
Saat ini, empat dari total enam mesin yang menopang sistem kelistrikan di PLTD Lemang sedang mengalami gangguan. Dua unit merupakan mesin milik PLN, sedangkan dua lainnya adalah mesin sewa.
Gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pembangkit kehilangan daya sekitar 1 megawatt. Berkurangnya daya inilah yang kemudian membuat pasokan listrik tidak mampu memenuhi kebutuhan secara penuh sehingga pemadaman bergilir harus dilakukan.
Saat ini, perbaikan mesin masih berjalan. PLN juga masih menunggu kedatangan teknisi dan komponen tertentu yang harus didatangkan dari luar daerah.
Bagi Sopandi, pemulihan mesin menjadi langkah mendesak, tetapi penambahan kapasitas pembangkit juga perlu dipikirkan agar persoalan tidak kembali terulang.
Ia berharap masyarakat di Pulau Rangsang segera mendapatkan pasokan listrik yang lebih stabil dan tidak lagi menghadapi pemadaman hingga berjam-jam.**
Baca Juga:Warga terpaksa beradaptasi dengan pemadaman hingga berjam-jam akibat berkurangnya kemampuan pembangkit di PLTD Sub Rayon PLN Desa Lemang. Pemadaman yang terjadi secara mendadak juga turut menimbulkan kekhawatiran terhadap rusaknya peralatan elektronik warga. Seperti yang dikeluhkan salah seorang warga Rangsang Barat, Nasir, yang menyebutkan bahwa pemadaman listrik akhir-akhir ini semakin sering terjadi.

Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar