Hasil Tes Urine Dadakan di Meranti, 4 Honorer Positif Narkoba
Redaksi - Rabu, 06 Agustus 2025 16:09 WIB
MERANTI -- Empat orang tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Riau, dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine mendadak pada Senin (4/8/2025) lalu. Satu dari empat honorer tersebut diketahui merupakan seorang perempuan.
Informasi tersebut dibenarkan oleh salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya. "Informasi yang beredar, ada empat orang honorer yang positif, salah satunya perempuan," ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Keempat honorer itu diketahui bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti. Tes urine dilakukan secara mendadak sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintah daerah.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, turut membenarkan temuan itu. Ia menyebutkan bahwa proses penanganan terhadap mereka yang terindikasi positif saat ini sedang ditangani oleh tim narkoba.
"Iya, memang dari hasil tes urine kemarin itu ada honorer yang positif. Prosesnya sedang ditangani oleh tim narkoba," kata Bupati Asmar.
Meski demikian, ia belum merinci langkah tegas apa yang akan diambil terhadap para honorer yang terbukti menggunakan narkoba. Namun, ia memastikan bahwa pihaknya akan segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan dan tindak lanjutnya.
"Nanti kita tindak lanjuti. Baru Satpol PP yang kita periksa, ke depan yang lain juga akan menjalani tes urine," jelasnya.
Tes urine tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Polres Kepulauan Meranti. Pemeriksaan dilakukan terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer, dimulai dari pegawai Satpol PP dan Pemadam Kebakaran. Tes digelar di Gedung Hijau dan lantai II Kantor Bupati.
"Tes urine ini penting untuk memastikan lingkungan kerja yang sehat dan bersih dari narkoba, demi mendukung kinerja optimal dalam pelayanan kepada masyarakat," ujar Bupati Asmar.
Ia juga menegaskan bahwa pemeriksaan serupa akan dilakukan secara bertahap kepada seluruh pejabat dan pegawai Pemkab Meranti, mulai dari kepala dinas hingga tenaga honorer.
"Jika ada ASN yang terbukti positif, akan langsung dinonjobkan. Sementara bagi tenaga honorer, sanksinya adalah pemecatan. Ini bentuk komitmen kami agar pemerintah menjadi teladan bagi masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, Asmar menekankan pentingnya penelusuran sumber narkoba yang masuk ke lingkungan pegawai.
"Jika ada yang terbukti, harus diusut tuntas. Dari mana barangnya, siapa pemasoknya, semua harus ditindak tegas," pungkasnya. **
Informasi tersebut dibenarkan oleh salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya. "Informasi yang beredar, ada empat orang honorer yang positif, salah satunya perempuan," ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Keempat honorer itu diketahui bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti. Tes urine dilakukan secara mendadak sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintah daerah.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, turut membenarkan temuan itu. Ia menyebutkan bahwa proses penanganan terhadap mereka yang terindikasi positif saat ini sedang ditangani oleh tim narkoba.
"Iya, memang dari hasil tes urine kemarin itu ada honorer yang positif. Prosesnya sedang ditangani oleh tim narkoba," kata Bupati Asmar.
Meski demikian, ia belum merinci langkah tegas apa yang akan diambil terhadap para honorer yang terbukti menggunakan narkoba. Namun, ia memastikan bahwa pihaknya akan segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan dan tindak lanjutnya.
"Nanti kita tindak lanjuti. Baru Satpol PP yang kita periksa, ke depan yang lain juga akan menjalani tes urine," jelasnya.
Tes urine tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Polres Kepulauan Meranti. Pemeriksaan dilakukan terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer, dimulai dari pegawai Satpol PP dan Pemadam Kebakaran. Tes digelar di Gedung Hijau dan lantai II Kantor Bupati.
"Tes urine ini penting untuk memastikan lingkungan kerja yang sehat dan bersih dari narkoba, demi mendukung kinerja optimal dalam pelayanan kepada masyarakat," ujar Bupati Asmar.
Ia juga menegaskan bahwa pemeriksaan serupa akan dilakukan secara bertahap kepada seluruh pejabat dan pegawai Pemkab Meranti, mulai dari kepala dinas hingga tenaga honorer.
"Jika ada ASN yang terbukti positif, akan langsung dinonjobkan. Sementara bagi tenaga honorer, sanksinya adalah pemecatan. Ini bentuk komitmen kami agar pemerintah menjadi teladan bagi masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, Asmar menekankan pentingnya penelusuran sumber narkoba yang masuk ke lingkungan pegawai.
"Jika ada yang terbukti, harus diusut tuntas. Dari mana barangnya, siapa pemasoknya, semua harus ditindak tegas," pungkasnya. **
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pemkab Meranti Kunjungi Pemko Pekanbaru, Kolaborasi Tata Kelola Pemerintahan dan Infrastruktur
Wisuda STKIP Meranti, Sekda Sudandri: Lulusan Harus Jadi Agen Perubahan di Dunia Pendidikan
Pemkab Meranti Gandeng Universitas Awal Bros, Perkuat SDM dan Layanan Kesehatan di Wilayah 3T
Dorong Peningkatan SDM, Bupati Meranti Buka Sosialisasi Pascasarjana UMRAH
Dorong Urgensi Penegasan Batas Wilayah, Pemkab Meranti Agendakan Pembahasan ke DPR RI
Bupati Asmar Buka Manasik Haji Nasabah BRK Syariah, Tekankan Bekal Ilmu dan Kesehatan Menuju Tanah Suci
Komentar