Jumat, 21 Agustus 2026 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 WIB

Evaluasi Pengawasan Pemilu 2024, Bawaslu Meranti Sampaikan Sejumlah Catatan

Redaksi - Jumat, 26 April 2024 21:03 WIB
Evaluasi Pengawasan Pemilu 2024, Bawaslu Meranti Sampaikan Sejumlah Catatan
Bawaslu Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (26/5/2024), bertempat di ballroom Grand Meranti Hotel Selatpanjang, menggelar rapat evaluasi hasil pengawasan Pemilu tahun 2024.dan halal bilhalal.

merantione.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (26/5/2024), bertempat di ballroom Grand Meranti Hotel Selatpanjang, menggelar rapat evaluasi hasil pengawasan Pemilu tahun 2024.

Baca Juga:

Dalam pertemuan yang dibungkus dalam acara halal bilhalal tersebut, Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal mengungkapkan beberapa persoalan masuk dalam catatan mereka selama proses Pemilu 2024.

Diantaranya, beber dia, sulitnya mencegah dan menindak praktek money politic atau politik uang.

"Ada beberapa catatan kami, diantaranya adalah money politik. Mereka lebih pintar, sehingga kita sulit untuk mencegah dan menindak praktek-praktek yang bisa mencederai demokrasi bangsa ini," ungkapnya.

Padahal, kata Syamsurizal lagi, hingga masa tenang pihaknya terus melakukan patroli di titik-titik keramaian. Dalam patroli itu, masyarakat selalu diimbau agar menolak segala bentuk praktik-praktik yang bisa mencoreng tegaknya demokrasi, termasuk money politic ini.

"Kami datangi penyeberangan, kami periksa masyarakat. Tapi mereka lebih cerdas. Masyarakat pun tak ada yang melaporkan. Paska pemilu, ramai jadi bualan di kedai kopi, kemarin ada yang dapat (uang, red) segini," beber Syamsurizal.

Soal money politic ini, sambungnya memang diharapkan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat bahwa politik uang itu bisa mencederai demokrasi dan pemilihan. Selain money politic, kata Syamsurizal lagi, penyebaran berita hoax juga masuk dalam catatan selama Pemilu. Hanya saja, berita hoax ini disebar oleh akun-akun fake (palsu), sehingga menyulitkan mereka melakukan penindakan.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan pemda, mereka juga kesulitan menindak. Itu menjadi salah satu kelemahan kita di daerah ini," akuinya.

Kemudian, yang tak kalah menariknya masuk dalam catatan mereka adalah hambatan yang dialami adalah penetapan jadwal kampanye. Dimana, dengan jadwal kampanye, banyaknya yang berkampanye dan jam kampanye, menyulitkan petugas lapangan dalam melakukan pengawasan.

"Pemilu kemarin, jadwalnya lebih singkat dibandingkan pemilihan sebelum ini. Dulu lamanya kampanye sampai 5 bulan lebih, Pemilu 2024 hanya 75 hari. Dengan waktu singkat ini, banyak yang berkampanye hingga malam hari. Bahkan, dalam satu hari ada puluhan yang kampanye, satu orang kadang sampai 4 titik sehingga petugas kita yang sangat terbatas kelelahan melakukan pengawasan," beber Syamsurizal.

"Ini jadi tantangan bagi kita untuk melakukan pengawasan pemilihan serentak November mendatang. Mungkin bisa disesuaikan jam kampanye nya biar petugas lapangan kita tak kewalahan melakukan pengawasan," harapnya.

Pada kesempatan itu, Syamsurizal juga menyampaikan terimakasih kepada Kapolres AKBP Kurnia Setiawan yang telah mem-back-up pengawasan Pemilu 2024. Baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke desa. Kemudian, ucapan terimakasih juga disampaikan ke Pemda yang telah memberikan dukungan fasilitas dan anggaran. Sehingga dengan bantuan itu, bisa menunjang kinerja Bawaslu untuk menjalankan pengawasan Pemilu.

"Terimakasih juga buat pak Kajari dan jajaran yang telah membimbing kami terkait penindakan pelanggaran pemilu. Penghormatan dan terimakasih setinggi-tingginya kami sampaikan. Mudah-mudahan bisa kita terapkan dan tingkatkan lagi soliditas kita ini di pemilihan serentak 2024," ucap Syamsurizal. (uzi)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru