Penyuluh KB dan PLKB Minim, Dinsos P3APPKB Meranti Tetap Maksimalkan Semua Program
Redaksi - Kamis, 21 Maret 2019 17:59 WIB
MERANTI - Jumlah penyuluh program keluarga berencana (KB) dan petugas lapangan KB (PLKB) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, jauh dari ideal. Data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kepulauan Meranti menyebutkan, penyuluh KB di daerah ini hanya 2 orang dibantu 9 petugas lapangan KB. Mereka tersebar di sembilan Kecamatan.
"Jauh dari ideal. Teorinya, satu PLKB menaungi dua atau tiga desa," kata Kepala BidangPengendalian Penduduk danKeluargaBerencana(PPKB) Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti, Evalinda SKM, Kamis (21/3/2019).
Meskipun jumlah penyuluh KB dan PLKB minim, Evalinda mengaku pihaknya tetap berupaya untuk memaksimalkan semua program. Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dapat tersentuh dengan program yang dilaksanakan.
"Terkait penambahan PLKB ini, sudah kita coba perjuangkan sejak 2018 lalu. Kita minta setidaknya dua orang per kecamatan. Dan, kembali kita coba pada tahun 2019 ini, namun belum berhasil," jelas dia.
Dia menyebutkan, saat ini di Kepulauan Meranti sudah terdapat 5 Balai Penyuluh KB. Diantaranya, di Kecamatan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kecamatan Rangsang, Kecamatan Rangsang Barat, dan Kecamatan Merbau.
"Tahun ini, kembali akan dibangun dua balai penyuluh KB. Meliputi, di Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Tasik Putripuyu," bebernya.
Sementara itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Hafizan Abas menyampaikan, meski kekurangan penyuluh KB dan PLKB, semua program tetap harus dijalankan.
"Walaupun satu orang penyuluh harus menangani 10 ribu orang, ya harus tetap ditangani. Karena, penyuluh KB memiliki peran penting dalam merealisasikan progam KB," ungkapnya.
Selanjutnya, dia berharap dengan hadirnya balai penyuluh KB dapat meningkatkan gebyar KB, baik kuantitas maupun kualitas program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga.
"Semoga keberadaan balai penyuluh KB ini bisa membantu masyarakat agar lebih mudah memahami tentang kuantitas dan kualitas keluarga kecil sejahtera," pungkasnya. (Nur)
"Jauh dari ideal. Teorinya, satu PLKB menaungi dua atau tiga desa," kata Kepala BidangPengendalian Penduduk danKeluargaBerencana(PPKB) Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti, Evalinda SKM, Kamis (21/3/2019).
Meskipun jumlah penyuluh KB dan PLKB minim, Evalinda mengaku pihaknya tetap berupaya untuk memaksimalkan semua program. Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dapat tersentuh dengan program yang dilaksanakan.
"Terkait penambahan PLKB ini, sudah kita coba perjuangkan sejak 2018 lalu. Kita minta setidaknya dua orang per kecamatan. Dan, kembali kita coba pada tahun 2019 ini, namun belum berhasil," jelas dia.
Dia menyebutkan, saat ini di Kepulauan Meranti sudah terdapat 5 Balai Penyuluh KB. Diantaranya, di Kecamatan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kecamatan Rangsang, Kecamatan Rangsang Barat, dan Kecamatan Merbau.
"Tahun ini, kembali akan dibangun dua balai penyuluh KB. Meliputi, di Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Tasik Putripuyu," bebernya.
Sementara itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Hafizan Abas menyampaikan, meski kekurangan penyuluh KB dan PLKB, semua program tetap harus dijalankan.
"Walaupun satu orang penyuluh harus menangani 10 ribu orang, ya harus tetap ditangani. Karena, penyuluh KB memiliki peran penting dalam merealisasikan progam KB," ungkapnya.
Selanjutnya, dia berharap dengan hadirnya balai penyuluh KB dapat meningkatkan gebyar KB, baik kuantitas maupun kualitas program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga.
"Semoga keberadaan balai penyuluh KB ini bisa membantu masyarakat agar lebih mudah memahami tentang kuantitas dan kualitas keluarga kecil sejahtera," pungkasnya. (Nur)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Dibuka Bupati Asmar, 96 Tim Ramaikan Harapan Muda Cup I
Ratusan Warga Kamter Ramaikan Jalan Santai Berhadiah, Camat Pulau Merbau Soroti Antusiasme Warga
Tim Kompolnas Sambangi Meranti, Visitasi Award 2026 Dimulai
Ini Skema BPKAD Meranti untuk Selesaikan Kewajiban Pembayaran
Turun Signifikan, Kewajiban Tunda Bayar Pemkab Meranti Tersisa Rp45,13 Miliar
Bupati Asmar Apresiasi Paskibraka 2026, Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Pejuang
Komentar