Jaga Situasi Kamtibmas Yang Aman dan Kondusif, Nelayan Panipahan: Jangan Sampai Terjadi Konflik Antar Nelayan
Redaksi - Sabtu, 16 Februari 2019 11:31 WIB
ROHIL - Ketua Kelompok Nelayan Tradisional Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Jhon Sunario mengatakan, Kelompok Nelayan Tradisional Panipahan siap mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah perairan Kabupaten Rokan hilir.
"Upaya ini kita lakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah perairan Kabupaten Rokan Hilir. Baru-baru ini masih ada juga nelayan dari luar masuk ke wilayah kita menggunakan alat tangkap tank kerang di perairan kita, hal ini tentu membuat jaring nelayan kita banyak yang rusak," ujarnya, Rabu (13/02/2019).
Apalagi, kata Jhon, sebentar lagi akan dilaksanakan pemilu serentak, jadi hendaknya semua berjalan dengan aman dan damai.
"Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dukung program pemerintah dalam rangka ciptakan situasi yang aman di perairan kita Kabupaten Rohil ini, agar nelayan kita dapat melaut dengan aman damai, apalagi mengingat sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilu serentak jadi jangan sampai terjadi hal-hal yang dapat menganggu," pungkas Jhon.
Atang, salah seorang Nelayan Tradisional Panipahan menegaskan, mereka tidak mau terjadi konflik lagi seperti sebelumnya di Rohil.
"Kita tidak mau konflik yang lalu terulang lagi, karena saya pikir ini sangat berpotensi menimbulkan konflik antara nelayan panipahan dengan nelayan luar," tutur Atang.(rls/fah)
"Upaya ini kita lakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah perairan Kabupaten Rokan Hilir. Baru-baru ini masih ada juga nelayan dari luar masuk ke wilayah kita menggunakan alat tangkap tank kerang di perairan kita, hal ini tentu membuat jaring nelayan kita banyak yang rusak," ujarnya, Rabu (13/02/2019).
Apalagi, kata Jhon, sebentar lagi akan dilaksanakan pemilu serentak, jadi hendaknya semua berjalan dengan aman dan damai.
"Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dukung program pemerintah dalam rangka ciptakan situasi yang aman di perairan kita Kabupaten Rohil ini, agar nelayan kita dapat melaut dengan aman damai, apalagi mengingat sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilu serentak jadi jangan sampai terjadi hal-hal yang dapat menganggu," pungkas Jhon.
Atang, salah seorang Nelayan Tradisional Panipahan menegaskan, mereka tidak mau terjadi konflik lagi seperti sebelumnya di Rohil.
"Kita tidak mau konflik yang lalu terulang lagi, karena saya pikir ini sangat berpotensi menimbulkan konflik antara nelayan panipahan dengan nelayan luar," tutur Atang.(rls/fah)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Dialokasikan 997 BSPS, 200 Unit Bantuan Rumah di Meranti Mulai Rampung
Dibuka Bupati Asmar, 96 Tim Ramaikan Harapan Muda Cup I
Ratusan Warga Kamter Ramaikan Jalan Santai Berhadiah, Camat Pulau Merbau Soroti Antusiasme Warga
Tim Kompolnas Sambangi Meranti, Visitasi Award 2026 Dimulai
Ini Skema BPKAD Meranti untuk Selesaikan Kewajiban Pembayaran
Turun Signifikan, Kewajiban Tunda Bayar Pemkab Meranti Tersisa Rp45,13 Miliar
Komentar