Diduga Korsleting Listrik, Hotel Sansan Selatpanjang Terbakar
SELATPANJANG - Hotel Sansan di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, dikabarkan terbakar, Kamis (22/3/2018) pagi. Saat kejadian, tamu hotel sempat keluar dan ketakutan.
Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Kebakaran juga tidak menghanguskan gedung hotel. Terdata hanya satu kamar yang terbakar dan tidak sempat menjalar ke kamar lainnya.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH, melalui Pj Kapolsek Tebingtinggi Iptu Herman Jalaludin, ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian membeberkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.20 Wib itu diduga akibat hubungan arus pendek di lantai dua.
"Hanya satu kamar yang terbakar, dan itu milik pemilik hotel, Dr William," ujarnya.
Dijelaskan Herman, dari hasil keterangan awal yang didapatkan dari pemilik hotel, diduga arus pendek itu berasal dari ruangan kamar milik Dr William di lantai dua.
"Pada saat kejadian kamar ini kosong dan kita masih mendalami kejadian ini. Kalau untuk kerugian belum bisa kami sampaikan, karena belum meminta keterangan pemilik," ujar Herman.
Dahlia yang merupakan Kasir menjelaskan, kejadian itu sempat panik dan tamu Hotel sudah keluar untuk mencari penginapan lain. Malam tadi ada 7 kamar yang dibuka untuk tamu namun atas musibah ini tamu sudah keluar dan ketakutan.
"Kami menduga ada konslet, untung saja pada saat kejadian tidak ada korban jiwa. Total ada 33 kamar, namun hanya satu kamar milik Pak William saja yang hangus," ujarnya.
Di tempat yang sama, Kalaksa BPBD Meranti Edy Afrizal dikonfirmasi wartawan menjelaskan, dia mengetahui lantaran ada orang menelponnya sekitar pukul 07.20 WIB dan sekitar pukul 07.30 WIB personil yang satu regu dari Damkar sebanyak 12 orang sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman.
"Api pasti ada, namun gumpalan asap yang banyak. Kita kesulitan pada saat lokasi sempit di dalam sehingga anggota kita di dalam harus membuka bagian tertutup agar asap tersebut bisa keluar," ujarnya.
Edy mengimbau kepada tempat usaha seperti hotel dan tempat penginapan lainnya agar menyediakan alat pemadaman atau Racun api. Hal ini untuk persiapan apabila terjadi kebakaran sewaktu-waktu.(merantione)
Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Kebakaran juga tidak menghanguskan gedung hotel. Terdata hanya satu kamar yang terbakar dan tidak sempat menjalar ke kamar lainnya.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH, melalui Pj Kapolsek Tebingtinggi Iptu Herman Jalaludin, ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian membeberkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.20 Wib itu diduga akibat hubungan arus pendek di lantai dua.
"Hanya satu kamar yang terbakar, dan itu milik pemilik hotel, Dr William," ujarnya.
Dijelaskan Herman, dari hasil keterangan awal yang didapatkan dari pemilik hotel, diduga arus pendek itu berasal dari ruangan kamar milik Dr William di lantai dua.
"Pada saat kejadian kamar ini kosong dan kita masih mendalami kejadian ini. Kalau untuk kerugian belum bisa kami sampaikan, karena belum meminta keterangan pemilik," ujar Herman.
Dahlia yang merupakan Kasir menjelaskan, kejadian itu sempat panik dan tamu Hotel sudah keluar untuk mencari penginapan lain. Malam tadi ada 7 kamar yang dibuka untuk tamu namun atas musibah ini tamu sudah keluar dan ketakutan.
"Kami menduga ada konslet, untung saja pada saat kejadian tidak ada korban jiwa. Total ada 33 kamar, namun hanya satu kamar milik Pak William saja yang hangus," ujarnya.
Di tempat yang sama, Kalaksa BPBD Meranti Edy Afrizal dikonfirmasi wartawan menjelaskan, dia mengetahui lantaran ada orang menelponnya sekitar pukul 07.20 WIB dan sekitar pukul 07.30 WIB personil yang satu regu dari Damkar sebanyak 12 orang sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman.
"Api pasti ada, namun gumpalan asap yang banyak. Kita kesulitan pada saat lokasi sempit di dalam sehingga anggota kita di dalam harus membuka bagian tertutup agar asap tersebut bisa keluar," ujarnya.
Edy mengimbau kepada tempat usaha seperti hotel dan tempat penginapan lainnya agar menyediakan alat pemadaman atau Racun api. Hal ini untuk persiapan apabila terjadi kebakaran sewaktu-waktu.(merantione)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai
Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan
Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komentar