Sabtu, 05 September 2026 WIB
Sabtu, 05 September 2026 WIB

Sosok Wartawan Penyebar Berita Kemerdekaan Indonesia ke Penjuru Dunia?..

- Senin, 23 Januari 2017 04:11 WIB
Sosok Wartawan Penyebar Berita Kemerdekaan Indonesia ke Penjuru Dunia?..

JAKARTA - Dibalik kemerdekaan Republik Indonesia, ternyata ada sosok penting yang telah berjasa menyebarluaskan berita kemerdekaan ke penjuru dunia. Sang penyebar berita itu tak lain ialah Mohammad Yusuf Ronodipuro. Yusuf meninggal dunia pada usia 89 tahun, tepat sekitar 10 jam setelah berita duku atas kematian mantan presiden Indonesia ke-2, Soeharto.

Baca Juga:

Saat hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, tepat setelah dibacakannya teks proklamasi oleh Soekarno dan Bung Hatta, Yusuf langsung menyebarkan kabar merdekanya Indonesia ini ke seluruh penjuru dunia lewat siaran radio Hoso Kyoku. Dia juga merupakan pendiri Radio Republik Indonesia (RRI) dan juga pernah menjadi Duta Besar luar biasa Indonesia di Uruguay, Argentina dan Chili.

Mohammad Yusuf Ronodipuro lahir di Salatiga, Jawa Tengah pada 30 September 1919 kala Indonesia dibawah penjajahan pemerintah kolonial Belanda. Memasuki masa penjajahan Jepang tepatnya pada tahun 1943, Yusuf yang memiliki minat dalam bidang jurnalistik memutuskan untuk bekerja sebagai seorang wartawan Hoso Kyoku yang merupakan radio militer milik pemerintahan kolonial Jepang di Jakarta.

Pada 9 Agustus 1945 Kekaisaran Jepang menyatakan menyerah pasca dijatuhinya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki. Negeri yang dijuluki Matahari Terbit itu memutuskan mengaku kalah dalam Perang Dunia ke-2. Akan tetap, berita kekalahan Jepang ini belum banyak diketahui khalayak umum di Indonesia, sebab pada masa itu pendengar radio di Indonesia belumlah banyak.

Beruntunglah Yusuf termasuk orang Indonesia yang mengetahui kabar ini dari rekannya yang bernama Mochtar Lubis, ia kemudian langsung menyebarkan berita ini kepada para pejuang di markas mereka yang dikenal dengan nama Menteng 31.

Mendengar kabar baik ini, tumbuh semangat para pejuang untuk menyegerakan kemerdekaan Indonesia, terutama mereka-mereka yang berasal dari golongan pemuda.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, pada 17 Agustus 1945, Republik Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Dengan dibacakan teks proklamasi oleh Soekarno dan Bung Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Sayangnya, berita kemerdekaan Indonesia ini belum didengar oleh dunia luar, sehingga pengakuan atas kemerdekaan Indonesia oleh bangsa lain belum di dapatkan.

Yusuf saat itu belum mengetahui kabar akan merdekanya Indonesia, ia dan rekan-rekannya di Hoso Kyoku terjebak di gedung kerja mereka karena tidak di perijinkan untuk keluar oleh kempetai. namun tiba-tiba datanglah utusan Adam Malik bernama Syahrudin untuk menemui Yusuf, ia berhasil menembus penjagaan pihak Jepang di Hoso Kyoku. Lalu Syahrudi memberikan selembar surat pendek berisi teks proklamasi ini kepada Yusuf.

Atas perintah Adam Malik, Yusuf ditugaskan untuk menyebarluaskan pernyataan kemerdekaan Indonesia kepada dunia luar melalui siara radio, namun dalam prosesnya Yusuf menghadapi kendala, pasalnya studio siaran di Hoso Kyoku tidak lagi terhubung dengan pemancarnya.

Beruntung ada seorang teknisi yang bisa mengotak-atik pemancarnya sehingga dapat terhubung kembali.

SHARE:
Berita Terkait
Peduli Keselamatan Berkendara, Satlantas Polres Meranti Gencarkan Himbauan Tertib Berlalulintas

Peduli Keselamatan Berkendara, Satlantas Polres Meranti Gencarkan Himbauan Tertib Berlalulintas

Produk Unggulan UMKM Meranti Didorong Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026

Produk Unggulan UMKM Meranti Didorong Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026

Buka OMI Kemenag 2026, Bupati Asmar Ajak Siswa Berinovasi Soal Sains dan Teknologi dengan Nilai Islam

Buka OMI Kemenag 2026, Bupati Asmar Ajak Siswa Berinovasi Soal Sains dan Teknologi dengan Nilai Islam

Tim UIN Suska Riau Berkunjung ke Meranti, Tawarkan Kolaborasi Sejumlah Bidang ke Bupati Asmar

Tim UIN Suska Riau Berkunjung ke Meranti, Tawarkan Kolaborasi Sejumlah Bidang ke Bupati Asmar

Hafal 30 Juz Al-Qur'an, Santriwati Ponpes Darul Fikri dapat Reward Umrah Gratis

Hafal 30 Juz Al-Qur'an, Santriwati Ponpes Darul Fikri dapat Reward Umrah Gratis

Maklumat Bersama Dikeluarkan, Pencegahan dan Kesiapsiagaan Karhutla Makin Diperkuat

Maklumat Bersama Dikeluarkan, Pencegahan dan Kesiapsiagaan Karhutla Makin Diperkuat

Komentar
Berita Terbaru