Senin, 07 September 2026 WIB
Senin, 07 September 2026 WIB

Pembangunan Jembatan Potensi Kawasan Niaga Meranti

Pauzi - Kamis, 13 Maret 2014 08:27 WIB
Pembangunan Jembatan Potensi Kawasan Niaga Meranti

MERANTI, POG - Merangkai pulau membangun negeri merupakan visi Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, dalam melaksanakan pembangunan di kabupaten terbungsu di Riau ini.

Konsep tersebut dianggap sangat relevan, mengingat kondisi geografis wilayah yang berpulau dan dipisahkan oleh lautan dan sungai. Pembangunan jembatan di pandang sangat penting untuk merangkai pulau-pulau besar yang ada di Kepulauan Meranti.

Dengan dibangunya jembatan itu nantinya menjadi penghubung ke daratan Pulau Sumatera. Dengan potensi sumber daya alam yang belum terolah secara optimal, iklim investasi yang terus menggeliat, menjadi daya tarik bagi pihak investor untuk jadi kawasan niaga Meranti.

"Yang terpenting dari pembangunan jembatan ini adalah mengatasi masalah keterisoliran sebagian besar wilayah Kepulauan Meranti. Kondisi ini tentunya mengakibatkan mandulnya perekonomian masyarakat sehingga menyebabkan tingginya angka kemiskinan," kata Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir.

Setidaknya, Pemkab Meranti telah merancang pembangunan 4 jembatan besar penghubung antar pulau. Yakni, Jembatan Selat Rengit (JSR), yang menghubungkan Pulau Tebingtinggi dan Pulau Merbau, saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

Jembatan Suir, penghubung Pulau Tebingtinggi dengan Tebingtinggi Timur. Jembatan Ketapang, menghubungkan Pulau Merbau dengan Pulau Padang dan Jembatan Air Mabuk, yang menghubungkan Pulau Tebingtinggi dengan daratan Sumatera di Buton, Kabupaten Siak.

"Meski pembangunan rencan jembatan-jembatan ini mendapat berbagai kritikan, namun Pemkab tetap meneruskan rencana ini. Karena saya yakin pembangunan jembatan antar pulau sangat penting di Kepulauan Meranti," ujarnya.

Irwan mencontohkan, rencana pembangunan Jembata Air Mabuk. Proyek yang diperkirakan akan menelan dana triliunan rupiah ini, diharapkan mampu memperpendek jarak antara daratan Sumatera dengan kawasan niaga Meranti-Selat Malaka.

"Ini memang menjadi progress pembangunan Meranti masa depan. Pembangunan jembatan Pulau Tebing Tinggi-daratan Sumatera, Air Mabuk - Putong Siak ini merupakan impian terbesar masyarakat Meranti. Kalau ini terealisasi, kawasan niaga Meranti akan mampu mengoptimalkan potensi Selat Malaka" ungkapnya.

Untuk mewujudkan kawasan niaga Meranti, mau tidak mau program merangkai pulau harus segera direalisasikan. Kondisi ini tentunya harus ditopang dengan kesiapan infrastruktur yang menunjang.

Sementara Meranti merupakan daerah kepulauan. Untuk itu, mau tidak mau pulau-pulau tersebut harus dirangkai supaya tersambung dengan kawasan daratan Sumatera. Dengan demikian, akselerasi transportasi akan semakin cepat ke kota Selatpanjang yang menjadi pusat Bandar niaganya.

"Kita ingin jadikan Meranti sebagai pusat investasi dan ekonomi di Riau. Dengan hadirnya jembatan Air Mabuk- Putong, Meranti akan menjadi pusat transit antara daratan Sumatera-kawasan niaga Asean (Malaysia, Singapura, Brunai dan Thailand). Soal dana pembangunannya, kita akan upayakan sharing dengan APBD Propinsi dan APBN," beber orang nomor satu Kepulauan Meranti itu. (adv/hum/ima)

Baca Juga:

SHARE:
Berita Terkait
Wisuda Perdana, 36 Mahasiswa ITS Meranti Diajak Ikut Membangun Daerah

Wisuda Perdana, 36 Mahasiswa ITS Meranti Diajak Ikut Membangun Daerah

Peduli Keselamatan Berkendara, Satlantas Polres Meranti Gencarkan Himbauan Tertib Berlalulintas

Peduli Keselamatan Berkendara, Satlantas Polres Meranti Gencarkan Himbauan Tertib Berlalulintas

Produk Unggulan UMKM Meranti Didorong Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026

Produk Unggulan UMKM Meranti Didorong Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026

Buka OMI Kemenag 2026, Bupati Asmar Ajak Siswa Berinovasi Soal Sains dan Teknologi dengan Nilai Islam

Buka OMI Kemenag 2026, Bupati Asmar Ajak Siswa Berinovasi Soal Sains dan Teknologi dengan Nilai Islam

Tim UIN Suska Riau Berkunjung ke Meranti, Tawarkan Kolaborasi Sejumlah Bidang ke Bupati Asmar

Tim UIN Suska Riau Berkunjung ke Meranti, Tawarkan Kolaborasi Sejumlah Bidang ke Bupati Asmar

Hafal 30 Juz Al-Qur'an, Santriwati Ponpes Darul Fikri dapat Reward Umrah Gratis

Hafal 30 Juz Al-Qur'an, Santriwati Ponpes Darul Fikri dapat Reward Umrah Gratis

Komentar
Berita Terbaru