BP2MI Riau Gelar Pelatihan Kewirausahaan PMI Purna di Kepulauan Meranti
Redaksi - Kamis, 12 September 2024 19:09 WIB
merantione.com - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Riau menggelar pelatihan kewirausahaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna dan keluarganya Angkatan 1 Tahun 2024.
Kegiatan yang dibuka pada Selasa (10/9/2024) akan berlangsung selama 4 hari kedepan yakni hingga Kamis (13/9/2024), bertempat di Sekretariat Perkumpulan Putra Meranti Luar Negeri (PPMLN), Jalan Pelabuhan 1 Selatpanjang Kota.
Adapun narasumber dari Bank BRI Muhammad Ikhwan, Kepala Unit BRI Imam Bonjol dan Manager Layanan Operasional Tamrin.
Terlihat hadir langsung Kepala BP2MI Riau, Fani Wahyu Kurniawan, S.Kom, Kabid Tenaga Kerja Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kepulauan Meranti, Haramaini, Kepala BLK Disnaker Meranti, Ansari Arip, Kabid Koperasi Eko Priyono, Dinas Perizinan, Yuni, Dinas Penanaman Modal Hasbullah, dan Kabid Perindag, Romi. Hadir juga Ketua Umum PPMLN, Husbi Kurniallah, Sekretaris PPMLN Umarul Ahmad beserta peserta 20 orang.
Kepala BP2MI Riau, Fani Wahyu menyampaikan bahwa sebagai Pekerja Migran Indonesia harus memiliki dokumen yang resmi. Kemudian, kolaborasi antara pemerintah daerah dan negara harus mengedepankan kepentingan rakyat.
"Pelatihan ini adalah kesempatan bagi PMI Purna untuk mengembangkan kewirausahaan dengan harapan peserta tidak kembali berangkat ke luar negeri," tuturnya.
Dia juga menuturkan pelatihan diselenggarakan untuk menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan PMI Purna di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Kegiatan pelatihan ini merupakan tahapan awal untuk membantu PMI Purna dan Keluarga untuk tidak kembali berangkat bekerja ke luar negeri, namun disamping itu tetap memerlukan kesabaran dan juga doa," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PPMLN, Husbi Kurniallah menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak terkait sehingga terlaksananya kegiatan pelatihan tersebut.
"Ucapan terimakasih kami PPMLN kepada BP2MI Riau yang telah tanggap dengan permasalahan PMI yang ada di Meranti serta memberi bimbingan motivasi serta pelatihan bagi PMI dan purna PMI beserta keluarga agar PMI dapat melanjutkan kehidupan dengan berwirausaha," ucapnya.
Mengembangkan potensi daerah untuk dipromosikan keluar daerah sampai keluar negeri dengan mengundang narasumber baik dari swasta dan pemerintahan agar PMI bisa dibantu karena mereka penyumbang devisa terbesar.
"Dan sebagai ketua saya berharap ini berkelanjutan dan ini sudah tahun kedua BP2MI memberikan pelatihan begitu juga dengan Disnakertran Propinsi yang juga tidak ketingalan bagi membantu PMI purna dan keluarga dalam mengurangi pengangguran," ungkapnya.
Jadi, dalam hal ini pemerintah daerah sudah tampil untuk membantu bagi pekerja migran yang ingin mengembangkan usahanya, seperti pembuatan kerupuk atau makanan yang berbasis sagu yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari ataupun untuk berdagang.
"Berwirausaha itu bukan sekedar mencari keuntungan tetapi harus tekun dan ikhlas dalam menjalaninya. Niatkan dengan iklhas dalam melakukan setiap usaha dalam berwirausaha," pesannya mengingatkan.
Sementara itu, dari BRI menyebutkan bahwa pihaknya menyediakan pinjaman, kredit usaha KUR dengan bunga yang rendah untuk yang punya usaha. Untuk membantu masyarakat dengan memiliki usaha yang layak baik dibidang UMKM, pertanian, nelayan dan sebagainya.
Dalam kesempatan yang sama, Neti yang merupakan salah satu peserta mengucapkan terima kasih kepada BP2MI yang telah memberikan pelatihan kepada ibu-ibu mantan pekerja migran.
"Sehingga insyaallah dengan ilmu yang kami dapat bisa kami laksanakan di lapangan dengan berjualan atau bekerja di daerah sendiri untuk menambah penghasilan keluarga," ucapnya.
Sekretaris PPMLN, Umarul Ahmad dalam ucapan dihari penutupan pelatihan, mewakili rekan-rekannya atau peserta pelatihan menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak BP2MI dan Pemerintah Propinsi maupun Kabupaten atas perhatiannya terhadap perkumpulan ini dengan memberikan pembekalan ilmu serta praktek langsung kepada peserta.
"Harapan kami lebih banyak lagi kegiatan kedepannya seperti ini, apalagi kami ini merupakan daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, supaya SDM kita meningkat lagi diera persaingan yang serba mencabar, sehingga putra-putri kita tidak lagi semata-mata untuk bekerja keluar lagi jika mandiri di kampung sendiri, kenapa kita harus bekerja di luar lagi," pungkasnya.**
Kegiatan yang dibuka pada Selasa (10/9/2024) akan berlangsung selama 4 hari kedepan yakni hingga Kamis (13/9/2024), bertempat di Sekretariat Perkumpulan Putra Meranti Luar Negeri (PPMLN), Jalan Pelabuhan 1 Selatpanjang Kota.
Adapun narasumber dari Bank BRI Muhammad Ikhwan, Kepala Unit BRI Imam Bonjol dan Manager Layanan Operasional Tamrin.
Terlihat hadir langsung Kepala BP2MI Riau, Fani Wahyu Kurniawan, S.Kom, Kabid Tenaga Kerja Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kepulauan Meranti, Haramaini, Kepala BLK Disnaker Meranti, Ansari Arip, Kabid Koperasi Eko Priyono, Dinas Perizinan, Yuni, Dinas Penanaman Modal Hasbullah, dan Kabid Perindag, Romi. Hadir juga Ketua Umum PPMLN, Husbi Kurniallah, Sekretaris PPMLN Umarul Ahmad beserta peserta 20 orang.
Kepala BP2MI Riau, Fani Wahyu menyampaikan bahwa sebagai Pekerja Migran Indonesia harus memiliki dokumen yang resmi. Kemudian, kolaborasi antara pemerintah daerah dan negara harus mengedepankan kepentingan rakyat.
"Pelatihan ini adalah kesempatan bagi PMI Purna untuk mengembangkan kewirausahaan dengan harapan peserta tidak kembali berangkat ke luar negeri," tuturnya.
Dia juga menuturkan pelatihan diselenggarakan untuk menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan PMI Purna di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Kegiatan pelatihan ini merupakan tahapan awal untuk membantu PMI Purna dan Keluarga untuk tidak kembali berangkat bekerja ke luar negeri, namun disamping itu tetap memerlukan kesabaran dan juga doa," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PPMLN, Husbi Kurniallah menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak terkait sehingga terlaksananya kegiatan pelatihan tersebut.
"Ucapan terimakasih kami PPMLN kepada BP2MI Riau yang telah tanggap dengan permasalahan PMI yang ada di Meranti serta memberi bimbingan motivasi serta pelatihan bagi PMI dan purna PMI beserta keluarga agar PMI dapat melanjutkan kehidupan dengan berwirausaha," ucapnya.
Mengembangkan potensi daerah untuk dipromosikan keluar daerah sampai keluar negeri dengan mengundang narasumber baik dari swasta dan pemerintahan agar PMI bisa dibantu karena mereka penyumbang devisa terbesar.
"Dan sebagai ketua saya berharap ini berkelanjutan dan ini sudah tahun kedua BP2MI memberikan pelatihan begitu juga dengan Disnakertran Propinsi yang juga tidak ketingalan bagi membantu PMI purna dan keluarga dalam mengurangi pengangguran," ungkapnya.
Jadi, dalam hal ini pemerintah daerah sudah tampil untuk membantu bagi pekerja migran yang ingin mengembangkan usahanya, seperti pembuatan kerupuk atau makanan yang berbasis sagu yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari ataupun untuk berdagang.
"Berwirausaha itu bukan sekedar mencari keuntungan tetapi harus tekun dan ikhlas dalam menjalaninya. Niatkan dengan iklhas dalam melakukan setiap usaha dalam berwirausaha," pesannya mengingatkan.
Sementara itu, dari BRI menyebutkan bahwa pihaknya menyediakan pinjaman, kredit usaha KUR dengan bunga yang rendah untuk yang punya usaha. Untuk membantu masyarakat dengan memiliki usaha yang layak baik dibidang UMKM, pertanian, nelayan dan sebagainya.
Dalam kesempatan yang sama, Neti yang merupakan salah satu peserta mengucapkan terima kasih kepada BP2MI yang telah memberikan pelatihan kepada ibu-ibu mantan pekerja migran.
"Sehingga insyaallah dengan ilmu yang kami dapat bisa kami laksanakan di lapangan dengan berjualan atau bekerja di daerah sendiri untuk menambah penghasilan keluarga," ucapnya.
Sekretaris PPMLN, Umarul Ahmad dalam ucapan dihari penutupan pelatihan, mewakili rekan-rekannya atau peserta pelatihan menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak BP2MI dan Pemerintah Propinsi maupun Kabupaten atas perhatiannya terhadap perkumpulan ini dengan memberikan pembekalan ilmu serta praktek langsung kepada peserta.
"Harapan kami lebih banyak lagi kegiatan kedepannya seperti ini, apalagi kami ini merupakan daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, supaya SDM kita meningkat lagi diera persaingan yang serba mencabar, sehingga putra-putri kita tidak lagi semata-mata untuk bekerja keluar lagi jika mandiri di kampung sendiri, kenapa kita harus bekerja di luar lagi," pungkasnya.**
Baca Juga:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar