Wabup Minta Pengusaha Kapal Turut Jaga Laut
SELATPANJANG, MOC – Wakil Bupati Kepulauan Meranti berharap kepada pemilik perusahaan pelayaran atau kapal agar turut serta menjaga kebersihan laut. Hal ini sangat penting mengingat sampah yang biasa dibuang ke laut merupakan sampah-sampah plastik yang sulit hancur, sehingga bisa mengganggu ekosistem lain dan mengancam kelestarian lingkungan.
“Prilaku yang kurang baik yaitu membuang sampah ke laut, sering ditunjukkan oleh usaha-usaha kapal yang ada di Selatpanjang ini. Sampah-sampah plastik, hasil bungkusan makanan para penumpang di atas kapal, oleh petugas kebersihan kapal dikumpul lalu dibuang di tengah laut, saat kapal dalam perjalanan, maupun ketika lagi sandar, itu dilakukan didepan mata kita,” ucap Wabup ketika meresmikan Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL), Kamis (2/10) di Taman Cik Puan Selatpanjang.
Ia mengatakan adalah sampah-sampah anorganik (plastik) yang tidak bisa hancur akan membahayakan bagi ekosistem laut dan mengancam kelestarian lingkungan. Bila masyarakat dibiarkan membuang sampah pada bukan tempatnya maka cepat atau lambat lingkungan itu akan tercemar dan merusak ekosistim yang ada disekitarnya.
“Saya kira semua masyarakat tahu, sampah-sampah plastik yang di buang ke laut karena dikhawatirkan akan membahayakan bagi kehidupan biota laut. Lagi pula kasihan dengan para nelayaan yang saat ini sering mengeluhkan, jaring mereka bukan lagi tersangkut ikan, tapi malah tersangkut sampah-sampah,” imbuh Wabup.
Seharusnya, lanjut Wabup, pemilik usaha kapal tersebut mengajarkan para penumpang agar tidak membuang sampah dilaut. Mereka harusnya ikut mengajak masyarakat atau penumpang untuk bersama menjaga kebersihan laut, mungkin dengan cara pemutaran video iklan yang mengajak melestarikan lingkungan, ataupun dengan memasang stiker ajakan tidak membuang sampah ke laut.
“Saya cukup senang sekali dengan kegiatan gerakan bersih pantai dan laut ini, apalagi bisa ikut serta langsung bersama relawan lainnya yang jumlahnya tidak seberapa. Paling tidak kita sudah melakukan sesuatu untuk menjaga lingkungan. Seperti burung Hud-hud dalam kisah nabi Ibrahim, meski tubuhnya kecil hud-hud tak pernah menyerah berusaha mengambil air dan memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim, terus berulang-ulang dilakukannya. Meskipun apinya besar, namun hud-hud tidak pernah menyerah hingga apinya padam. Saya berharap kegiatan bersih pantai ini semangatnya sama seperti burung hud-hud dan bisa berkesinambungan,” tandas Wabup. (Je)
“Prilaku yang kurang baik yaitu membuang sampah ke laut, sering ditunjukkan oleh usaha-usaha kapal yang ada di Selatpanjang ini. Sampah-sampah plastik, hasil bungkusan makanan para penumpang di atas kapal, oleh petugas kebersihan kapal dikumpul lalu dibuang di tengah laut, saat kapal dalam perjalanan, maupun ketika lagi sandar, itu dilakukan didepan mata kita,” ucap Wabup ketika meresmikan Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL), Kamis (2/10) di Taman Cik Puan Selatpanjang.
Ia mengatakan adalah sampah-sampah anorganik (plastik) yang tidak bisa hancur akan membahayakan bagi ekosistem laut dan mengancam kelestarian lingkungan. Bila masyarakat dibiarkan membuang sampah pada bukan tempatnya maka cepat atau lambat lingkungan itu akan tercemar dan merusak ekosistim yang ada disekitarnya.
“Saya kira semua masyarakat tahu, sampah-sampah plastik yang di buang ke laut karena dikhawatirkan akan membahayakan bagi kehidupan biota laut. Lagi pula kasihan dengan para nelayaan yang saat ini sering mengeluhkan, jaring mereka bukan lagi tersangkut ikan, tapi malah tersangkut sampah-sampah,” imbuh Wabup.
Seharusnya, lanjut Wabup, pemilik usaha kapal tersebut mengajarkan para penumpang agar tidak membuang sampah dilaut. Mereka harusnya ikut mengajak masyarakat atau penumpang untuk bersama menjaga kebersihan laut, mungkin dengan cara pemutaran video iklan yang mengajak melestarikan lingkungan, ataupun dengan memasang stiker ajakan tidak membuang sampah ke laut.
“Saya cukup senang sekali dengan kegiatan gerakan bersih pantai dan laut ini, apalagi bisa ikut serta langsung bersama relawan lainnya yang jumlahnya tidak seberapa. Paling tidak kita sudah melakukan sesuatu untuk menjaga lingkungan. Seperti burung Hud-hud dalam kisah nabi Ibrahim, meski tubuhnya kecil hud-hud tak pernah menyerah berusaha mengambil air dan memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim, terus berulang-ulang dilakukannya. Meskipun apinya besar, namun hud-hud tidak pernah menyerah hingga apinya padam. Saya berharap kegiatan bersih pantai ini semangatnya sama seperti burung hud-hud dan bisa berkesinambungan,” tandas Wabup. (Je)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
KONI Meranti Perkuat Sinergi dengan Bupati Asmar, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Hadiri Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Tebing Tinggi
Karya Bakti HUT ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai, TNI Bersama Forkopimcam dan Masyarakat Bersihkan Pantai Dorak
Pengurus PWI Kepulauan Meranti Periode 2026–2029 Resmi Dilantik
Patroli Karhutla di Banglas, Babinsa Ingatkan Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Dibakar
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Ingatkan Pentingnya Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan
Komentar