Unik, di Meranti ada Ritual 'Bele Kampung'
MERANTI - Memperingati HUT ke-6 Kabupaten Kepulauan Meranti terkesan unik dilakukan masyarakat Alahair Timur, Kecamatan Tebingtinggi. Yakni ritual 'bele kampung' dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-6 Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Ritual bele kampung itu kita gelar dengan tujuan memohon kepada Yang Kuasa agar kampung kita ini selalu terhindar dari mara bahaya, sekaligus merupakan bentuk rasa syukur atas pemekaran daerah ini," kata Kepala Desa Alahair Timur, Amri Selamat yang juga salah satu tokoh pemekaran Meranti.
Dalam ritual itu nantinya, lanjut Amir. Dikumandangkan ayat-ayat suci Al-quran (surat yasin dan Albakarah) yang disertai tahlil dan zikir, berkeliling kampung sambil menaburkan garam di setiap rumah warga. "Tentunya dengan harapan agar masyarakat Desa Alahair Timur selalu terlindungi dari mara bahaya yang datang tanpa diduga," ungkapnya.
Sebelum berkeliling kampung, kata Amri, ratusan mayarakat yang turut menghadiri ritual tersebut berkumpul di halaman Sekolah Dasar (SD) SD 036 Alahair Timur untuk bersama-sama membacakan surat Yasin, Albaqorah, tahlil dan zikir. Selanjutnya barulah mereka bergerak melewati rute yang telah ditentukan, seperti Jalan Pendidikan, Jalan Bambu, Rambutan, Hidayah, Selamat, Pusaka, Jalan Paringan dan sejumlah gang.
Diakui Amri, beberapa bulan terakhir Desa Alahair Timur sering dihadapai berbagai masalah. Tidak hanya persoalan banjir, masyarakat setempat juga kerap dihebohkan dengan hal-hal aneh dan gaib yang selalu mengganggu masyarakat. Mulai dari penemuan jenglot, gejolak tentang adanya tuyul dan lainnya. Kenyataan itu pula yang membuat dirinya bersama masyarakat sepakat untuk menggelar ritual bele kampung.
"Rencanya kegiatan seperti ini akan kita gelar setiap tahun. Dan sebagai penutup dari ritual bele kampung tersebut, kita juga sudah berencana untuk menggelar istighozah. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan selalu mendapat rido dariNya dan masyarakat Alahair Timur selalu terhindar dari mara bahaya," pungkas Amri.(Rky)
"Ritual bele kampung itu kita gelar dengan tujuan memohon kepada Yang Kuasa agar kampung kita ini selalu terhindar dari mara bahaya, sekaligus merupakan bentuk rasa syukur atas pemekaran daerah ini," kata Kepala Desa Alahair Timur, Amri Selamat yang juga salah satu tokoh pemekaran Meranti.
Dalam ritual itu nantinya, lanjut Amir. Dikumandangkan ayat-ayat suci Al-quran (surat yasin dan Albakarah) yang disertai tahlil dan zikir, berkeliling kampung sambil menaburkan garam di setiap rumah warga. "Tentunya dengan harapan agar masyarakat Desa Alahair Timur selalu terlindungi dari mara bahaya yang datang tanpa diduga," ungkapnya.
Sebelum berkeliling kampung, kata Amri, ratusan mayarakat yang turut menghadiri ritual tersebut berkumpul di halaman Sekolah Dasar (SD) SD 036 Alahair Timur untuk bersama-sama membacakan surat Yasin, Albaqorah, tahlil dan zikir. Selanjutnya barulah mereka bergerak melewati rute yang telah ditentukan, seperti Jalan Pendidikan, Jalan Bambu, Rambutan, Hidayah, Selamat, Pusaka, Jalan Paringan dan sejumlah gang.
Diakui Amri, beberapa bulan terakhir Desa Alahair Timur sering dihadapai berbagai masalah. Tidak hanya persoalan banjir, masyarakat setempat juga kerap dihebohkan dengan hal-hal aneh dan gaib yang selalu mengganggu masyarakat. Mulai dari penemuan jenglot, gejolak tentang adanya tuyul dan lainnya. Kenyataan itu pula yang membuat dirinya bersama masyarakat sepakat untuk menggelar ritual bele kampung.
"Rencanya kegiatan seperti ini akan kita gelar setiap tahun. Dan sebagai penutup dari ritual bele kampung tersebut, kita juga sudah berencana untuk menggelar istighozah. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan selalu mendapat rido dariNya dan masyarakat Alahair Timur selalu terhindar dari mara bahaya," pungkas Amri.(Rky)
Baca Juga:
- MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
- Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
- Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
SHARE:
Berita Terkait
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komsos Babinsa di Selatpanjang Timur, Tekankan Gotong Royong dan Antisipasi Karhutla
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Alahair Timur
Sertu Amsyaya Temui Warga Insit, Perkuat Komunikasi Sosial
Komentar