Selasa, 15 September 2026 WIB
Selasa, 15 September 2026 WIB

Sepeninggal Sultan, Siak Menjadi Negeri Makmur Tiada Batas

- Senin, 22 Desember 2014 16:13 WIB
Sepeninggal Sultan, Siak Menjadi Negeri Makmur Tiada Batas

SIAK- Bupati Siak Drs.H.Syasuar,M.Si didampingi pengetua resam keluarga Kerajaan Siak H.Tengku Mukhtar Hanom, Kesultanan Asahan Tengku Yoserizal, Kerajaan Bulungan Provinsi Kalimantan Datu Disan Maulana serta sejumlah rombongan Keraton Nusantara, dan Malaysia Minggu (21/12) kemarin menghadiri acara "Mengenang Siak Tempo Dulu" di lapangan Siak Bermadah Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak.

Baca Juga:


Bupati Siak Drs.H.Syamsuar,M.Si menyebutkan banyak hal telah berubah dari Siak, negeri junjungan yang amak kita cintai ini. Sejak berdirinya sebuah kerajaan melayu islam terbesar di semenanjung melayu nusantara, Siak sudah tersebut dan termasyur dalam berbagai catatan sejarah, hikayat dan cerita. Siak dahulu merupaka pusat dari kesultanan melayu yang amat kaya, dan menjadi tumpuan dan harapan masyarakat dan khalayak dari berbagai negeri dan daerah.


Setelah melewati fase keenam saat dipimpin oleh Sultan Siak terakhir, Allayarhum Sultan Syarif Kasim II, dengan penuh kebijaksanaan dan kearifan, Sultan Syarif Kasim menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menyerahkan seluruh kedaulatannya.


"Seolah ia ingin memberikan tauladan dan contoh kepada kita semua para generasi penerusnya, bagaimana semangat nasionalisme dan patriotusme, sejatinya mengakar didada anak-anak bangsa melayu, harus menjadi pemersatu dan berfikir maju, mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi demi kemajuan negeri junjungan Siak tercinta," paparnya.


Berpuluh tahun memang telah berlalu, Siak sepeninggal sultan, telah berkembang pesat meskipun diawal kemerdekaan hingga menjelang era reformasi di Indonesia, Siak hanya sebuah kecamatan yang kecil di Riau yang tidak begitu di kenal belum mampu menjelma maju sebagimana harapan paduk Sultan.


"Namun kini, sebagaimana amanat terakhir paduka pada kita semua, jangan sekali-kali tinggalkan Siak, tak lama sepeninggal beta, Insya Allah Siak akan maju kembali," tambahnya.


"Alhamdulilla syukur tiada tara, Siak sebagaimana harapan, telah menjelma menjadi negeri yang makmur dan sejahtera, berkembang tiada batas, termashur ke seluruh nusantara, dan berada di barisan terdepan negeri-negeri terbaik di Nusantara. ini adalah buah dari harapan dan doa Sultan sebagai pemimpin sholeh yang senantiasa menginginkan kebaikan bagi negeri dan rakyatnya.Untuk itu, kita perlu sebuah wadah untuk merenungi dan mengenang kembali nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan Sultan Syarif Kasim dan Sultan-Sultan sebelum para pendahulunya," beber Bupati menjelaskan panjang lebar.


Sementara itu pengetua Resam Keluarga Kerajaan Siak H.Tengku Mukhtar Hanom, menyebutkan melestarikan kebudayaan dengan Tema "Pemimpin Bijak Tapak Berpijak" tema yang diangkat pada acara ini mengandung arti yang sangat tinggi sekali. Oleh sebab itu berbagai adat istiadat serta berbagai budaya terdahulu, khususnya yang dimiliki oleh Siak, harus kita lestarikan, dan motivasi ini harus kita junjung tinggi, sehingga generasi kita dapat mengetahui akar kebudayaan kita.Tutur Hanom berujar singkat.(fandy)

SHARE:
Berita Terkait
NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas

NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas

Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau

Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau

Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses

Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses

Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran

Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran

Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti

Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti

Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum

Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum

Komentar
Berita Terbaru