Pantai Selat Baru Bengkalis Dipadati Pengunjung
BANTAN - Seperti pada musim-musim liburan biasanya, pantai Selatbaru selalu saja ramai dikunjungi, tidak hanya warga Bengkalis tapi juga mereka yang datang dari Pekanbaru, Siak, Dumai dan beberapa daerah lainnya.
Begitu pula ada liburan sekolah bersamaan liburan Natal tahun ini, ribuan pengunjung sejak Sabtu (24/12) lalu mulai memadati pantai di bibir Selat Melaka tersebut. Pantai Selatbaru memang menjadi tumpuan pengunjung, terutama bagi warga yang tidak bisa membawa anak-anak mereka liburan keluar dearah karena kesibukan dan lainnya.
Selain menikmati keindahan pantai sambil bermandi ria, para pengunjung juga bisa menikmati puluhan para pecinta Jung (perahu layar kecil tanpa awak) memainkan Jung kebanggaan mereka. "Kami dari Bangkinang om, kemarin sampai kami nginap do Bengkalis," ujar Rudi bocah abege saat asyik berlarian di pantai.
Rudi tidak sendiri, dia bersama 8 anggota keluarganya datang ke Bengkalis. Sebetulnya kata Rudi masih ada saudaranya yang lain yang ikut ke Bengkalis, tapi mereka pilih ke Rupat sambil menyaksikan aksi crooser di pantai Ketapang.
Tidak hanya keindahan pantai, para pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas pantai Selatbaru, tumis Lokan (sejenis Kerang, tapi cangkangnya lebih besar), Kijeng, dan makanan seafood lainnya. Atau tersedia juga lempuk durian dan air kelapa Selatbaru.
"Sebetulnya jauh-jauh hari kami sudah merancang sama kawan-kawan, mau jalan-jalan bawa anak pas liburan sekolah tahun ini, tapi gagal, karena kawan-kawan sibuk kerja dan ada hal hal lain yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi ya ke Selatbaru saja," ujar Budi warga Bengkalis pula.
Masih kata Budi, jika dikelola dengan baik di lengkapi fasilitas sarana dan prasarana, sejatinya pantai Selatbaru menjadi salah satu alternatif pilihan wisatawan daerah. Terlebih di musim liburan sekoah seperti ini.
"Untuk anak-anak kota, main pantai dan hal-hal yang berbau alam seperti ini sangat digemari. Sebagian masyarakat akan berfikir dua kali mau ke Sumbar, karena saat musim liburan seperti ini kondisinya padat dan sering macet. Ya Selatbaru, menjadi alternatif, karena mau ke Rupat kondisi jalan dan prasaranan lainnya juga belum begitu memadai," sebut Budi lagi.
Terkait semakin ramainya kunjungan wistawan ke Pantai Selatbaru, menjadi PR tersendiri bagi Pengkab Bengkalis untuk lebih serius dalam mengelola dan menta pantai Selatbaru.
"Sejumlah fasilitas permainan sudah rusak, tempat mandi dan sarana ibadah (mushalla) juga harus diperbaiki, karena jalan ke mushalla seringkali becek. Harus ditata lagi biar pengunjung lebih nyaman,"harapnya. (B. One)
Begitu pula ada liburan sekolah bersamaan liburan Natal tahun ini, ribuan pengunjung sejak Sabtu (24/12) lalu mulai memadati pantai di bibir Selat Melaka tersebut. Pantai Selatbaru memang menjadi tumpuan pengunjung, terutama bagi warga yang tidak bisa membawa anak-anak mereka liburan keluar dearah karena kesibukan dan lainnya.
Selain menikmati keindahan pantai sambil bermandi ria, para pengunjung juga bisa menikmati puluhan para pecinta Jung (perahu layar kecil tanpa awak) memainkan Jung kebanggaan mereka. "Kami dari Bangkinang om, kemarin sampai kami nginap do Bengkalis," ujar Rudi bocah abege saat asyik berlarian di pantai.
Rudi tidak sendiri, dia bersama 8 anggota keluarganya datang ke Bengkalis. Sebetulnya kata Rudi masih ada saudaranya yang lain yang ikut ke Bengkalis, tapi mereka pilih ke Rupat sambil menyaksikan aksi crooser di pantai Ketapang.
Tidak hanya keindahan pantai, para pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas pantai Selatbaru, tumis Lokan (sejenis Kerang, tapi cangkangnya lebih besar), Kijeng, dan makanan seafood lainnya. Atau tersedia juga lempuk durian dan air kelapa Selatbaru.
"Sebetulnya jauh-jauh hari kami sudah merancang sama kawan-kawan, mau jalan-jalan bawa anak pas liburan sekolah tahun ini, tapi gagal, karena kawan-kawan sibuk kerja dan ada hal hal lain yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi ya ke Selatbaru saja," ujar Budi warga Bengkalis pula.
Masih kata Budi, jika dikelola dengan baik di lengkapi fasilitas sarana dan prasarana, sejatinya pantai Selatbaru menjadi salah satu alternatif pilihan wisatawan daerah. Terlebih di musim liburan sekoah seperti ini.
"Untuk anak-anak kota, main pantai dan hal-hal yang berbau alam seperti ini sangat digemari. Sebagian masyarakat akan berfikir dua kali mau ke Sumbar, karena saat musim liburan seperti ini kondisinya padat dan sering macet. Ya Selatbaru, menjadi alternatif, karena mau ke Rupat kondisi jalan dan prasaranan lainnya juga belum begitu memadai," sebut Budi lagi.
Terkait semakin ramainya kunjungan wistawan ke Pantai Selatbaru, menjadi PR tersendiri bagi Pengkab Bengkalis untuk lebih serius dalam mengelola dan menta pantai Selatbaru.
"Sejumlah fasilitas permainan sudah rusak, tempat mandi dan sarana ibadah (mushalla) juga harus diperbaiki, karena jalan ke mushalla seringkali becek. Harus ditata lagi biar pengunjung lebih nyaman,"harapnya. (B. One)
Baca Juga:
- MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
- Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
- Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
SHARE:
Berita Terkait
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komsos Babinsa di Selatpanjang Timur, Tekankan Gotong Royong dan Antisipasi Karhutla
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Alahair Timur
Sertu Amsyaya Temui Warga Insit, Perkuat Komunikasi Sosial
Komentar