Mewakili Bengkalis, Jong Titis Senandung Bertuah Ikuti Lomba Jong di Batam
BENGKALIS - Mewakili Kabupaten Bengkalis, Komunitas Jong Titis Senandung Bertuah bersama ratusan peserta pecinta perahu jong Se-Provinsi Kepri dan Riau akan mengikuti perlombaan permainan perahu jong di Batam 28 Februari sampai 1 Maret 2015 mendatang.
Pembina Komunitas Jong Titis Senandung Bertuah Penampi, Fachruddin Syarif mengatakan bahwa jong merupakan salah satu tradisi budaya khas masyarakat Melayu. Dan dikatakanya, Komunitas Jong Titis Senandung Bertuah akan mewakili negeri junjungan mengikuti Pertandingan di Pantai Melayu Batam.
"Insya Allah, mewakili bengkalis kita akan ikut," kata Fachruddin Syarif, Minggu (22/2/2015) sore kemarin di sela sela memainkan jong miliknya di pantai selat baru, Bantan, semberi menambahkan Jong merupakan perahu kayu mainan kecil dilengkapi dengan layar dari kain yang merupakan permainan tradisional masyarakat Melayu.
"Dan menurut saya, di bengkalis permainan tradisional ini sering dimainkan masyarakat saat tidak melaut," tambahnya.
Pria pencinta budaya tradisional, kerap disapa Mangku inipun menambahkan bahwa penggemar permainan perahu jong bukan hanya ada di Kabupaten Bengkalis saja, tetapi bagi masyarakat pesisir tentunya tahu akan tradisi jong ini.
"Seperti masyarakat di daerah Kampar, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Lingga, Bintan, Kota Tanjungpinang, Karimun dan Batam. Mereka juga memiliki tradisi memainkan perahu jong ini," tambah Mangku.
Jong, Jelas Mangku, merupakan perahu kayu mainan kecil dilengkapi dengan layar dari kain yang merupakan permainan tradisional masyarakat Melayu. Perahu tersebut, bisa berlayar dengan kecepatan tinggi tanpa dikemudikan oleh manusia atau pemilik jong, namun sangat bergantung hembusan angin sebagai pendorong.
"Ukuran Jong itu pun berpariasi. Ada kelas jong kecil (ukuran 0,80 meter sampai 1,29 meter), kelas jong sedang (1,30 meter sampai dengan 1,49 meter) dan ukuran kelas jong besar antara 1,50 meter sampai dengan 1,85 meter," beber Mangku.
Sementara, tambah Mangku. Dengan mengikuti perlombaan di batam itu nantinya, Selain untuk mempererat silaturahmi. "Saya berharap seni jong untuk dapat terus mempertahankan khazanah Melayu, khususnya budaya permainan Jong, agar tradisi jong itu tidak hilang dengan banyaknya permainan modern sekarang ini," harap Mangku.(red)
Pembina Komunitas Jong Titis Senandung Bertuah Penampi, Fachruddin Syarif mengatakan bahwa jong merupakan salah satu tradisi budaya khas masyarakat Melayu. Dan dikatakanya, Komunitas Jong Titis Senandung Bertuah akan mewakili negeri junjungan mengikuti Pertandingan di Pantai Melayu Batam.
"Insya Allah, mewakili bengkalis kita akan ikut," kata Fachruddin Syarif, Minggu (22/2/2015) sore kemarin di sela sela memainkan jong miliknya di pantai selat baru, Bantan, semberi menambahkan Jong merupakan perahu kayu mainan kecil dilengkapi dengan layar dari kain yang merupakan permainan tradisional masyarakat Melayu.
"Dan menurut saya, di bengkalis permainan tradisional ini sering dimainkan masyarakat saat tidak melaut," tambahnya.
Pria pencinta budaya tradisional, kerap disapa Mangku inipun menambahkan bahwa penggemar permainan perahu jong bukan hanya ada di Kabupaten Bengkalis saja, tetapi bagi masyarakat pesisir tentunya tahu akan tradisi jong ini.
"Seperti masyarakat di daerah Kampar, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Lingga, Bintan, Kota Tanjungpinang, Karimun dan Batam. Mereka juga memiliki tradisi memainkan perahu jong ini," tambah Mangku.
Jong, Jelas Mangku, merupakan perahu kayu mainan kecil dilengkapi dengan layar dari kain yang merupakan permainan tradisional masyarakat Melayu. Perahu tersebut, bisa berlayar dengan kecepatan tinggi tanpa dikemudikan oleh manusia atau pemilik jong, namun sangat bergantung hembusan angin sebagai pendorong.
"Ukuran Jong itu pun berpariasi. Ada kelas jong kecil (ukuran 0,80 meter sampai 1,29 meter), kelas jong sedang (1,30 meter sampai dengan 1,49 meter) dan ukuran kelas jong besar antara 1,50 meter sampai dengan 1,85 meter," beber Mangku.
Sementara, tambah Mangku. Dengan mengikuti perlombaan di batam itu nantinya, Selain untuk mempererat silaturahmi. "Saya berharap seni jong untuk dapat terus mempertahankan khazanah Melayu, khususnya budaya permainan Jong, agar tradisi jong itu tidak hilang dengan banyaknya permainan modern sekarang ini," harap Mangku.(red)
Baca Juga:
- MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
- Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
- Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
SHARE:
Berita Terkait
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komsos Babinsa di Selatpanjang Timur, Tekankan Gotong Royong dan Antisipasi Karhutla
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Alahair Timur
Sertu Amsyaya Temui Warga Insit, Perkuat Komunikasi Sosial
Komentar