Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan di Meranti Tinggi
Pauzi - Jumat, 24 Januari 2014 15:49 WIB
MERANTI (POG) - Upaya Pemkab Kepulauan Meranti untuk menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan belum menemukan hasil. Sepanjang 2013, terdapat tujuh kasus kematian bayi dan ibu melahirkan di kecamatan Rangsang Pesisir.
Baca Juga:
Kepala Puskesmas Kedaburapat Kecamatan Rangsang Pesisir dr.Alam Piliang mengatakan, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk melakukan berbagai upaya soisalisasi untuk menekan angka kamatian bayi dan ibu melahirkan. Namun, faktanya, sepanjang 2013 paling tidak terjadi 4 kasus kematian ibu melahirkan dan 3 kematian bayi.
"Kasus rata-rata disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan control ke bidan di polindes, Puskesmas ataupun ke Posyandu. Beberapa kasus ibu melahirkan yang meninggal, kondisinya sudah sulit akibat tak rutin control. Akibatnya, berbagai upaya medis untuk menolong gagal karena kondisinya sudah tak bisa dirawat lagi" ungkap dr. Alam.
Tingginya kasus kematian bayi lanjut dr. Alam, juga bermuara dari persoalan rendahnya partisipasi masyarakat untuk datang memeriksakan bayinya ke Posyandu. Padahal, setiap ada kegiatan Posyandu, petugas kader sudah mengingatkan pada para ibu hamil, ibu menyusui dan bagi keluarga yang memiliki anak balita untuk rutin control ke Posyandu.
"Namun, akibat rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, menyebabkan kegiatan Posyandu diabaikan dan diangap tak penting. Disinilah letak persoalannya, rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengontrol kesehatannya, menjadi penyebab masih tingginya angka kematian bayi dan ibu-ibu melahirkan," katanya.
"Kalau soal konsistensi tim medis, kita siap 24 jam menjalankan tugas. Namun, dengan kondisi infrastruktur yang serba sulit ini, terus terang inilah yang menjadi kendalanya. Apalagi kalau curah hujan tinggi, jalanan menjadi licin dan tidak bisa dilalui dengan kendaraan," ujarnya.
SHARE:
Berita Terkait
KONI Meranti Perkuat Sinergi dengan Bupati Asmar, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Hadiri Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Tebing Tinggi
Karya Bakti HUT ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai, TNI Bersama Forkopimcam dan Masyarakat Bersihkan Pantai Dorak
Pengurus PWI Kepulauan Meranti Periode 2026–2029 Resmi Dilantik
Patroli Karhutla di Banglas, Babinsa Ingatkan Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Dibakar
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Ingatkan Pentingnya Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan
Komentar
Berita Terbaru
KONI Meranti Perkuat Sinergi dengan Bupati Asmar, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
Sosial & Budaya
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Hadiri Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Tebing Tinggi
Sosial & Budaya
Karya Bakti HUT ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai, TNI Bersama Forkopimcam dan Masyarakat Bersihkan Pantai Dorak
Sosial & Budaya
Pengurus PWI Kepulauan Meranti Periode 2026–2029 Resmi Dilantik
Sosial & Budaya
Patroli Karhutla di Banglas, Babinsa Ingatkan Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Dibakar
Sosial & Budaya
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Ingatkan Pentingnya Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan
Sosial & Budaya
Pemkab Dorong Kemudahan Akses Keberangkatan dari Meranti ke Malaysia
Sosial & Budaya