Banjir Paksa Sejumlah Sekolah di Rohil Libur
BAGANSIAPIAP - Ekses banjir mulai mengganggu
proses belajar mengajar di Rokan Hilir. Bahkan, sejumlah sekolah
terpaksa diliburkan. Kondisi terparah terjadi pada SD di Bagan Punak,
SMP Muhammadiyah dan sebagian sekolah di Pekaitan.
"Sebagian sekolah sudah ada melapor ke kita, kondisi saat ini menyebabkan ruang kelas mereka banjir, bahkan ada yang meliburkan sekolah, akibat banjir ini, karena dikhawatirkan nanti anak-anak, bisa mendapatkan efek yang negative, karena asik bermain, bisa jadi tenggelam dan sebagainya. Ada yang diliburkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Rohil, Amiruddin, ditemui di Bagansiapiapi, Selasa (25/11/14).
Menurutnya, ada juga yang mengusulkan, tahun depan, diakibatkan musim banjir ini, dengan meninggikan lantai ruangan. "Jadi ada kebanjiran itu, lantainya, hampir 30 cm diairi oleh air," katanya.
Kondisi terparah sesuai laporan yang diterima tambahnya, terjadi pada SD yang ada di Bagan Punak, SMP Muhammadiyah, Jalan Pahlawan, Kecamatan Bangko, kemudian sekolah-sekolah sebagian di Pekaitan.
"Sepanjang banjir belum mengancam, anak didik, sekolah tidak diliburkan, tapi sepanjang dapat mengancam anak didik, terutama untuk daerah-daerah yang paritnya dalam, atau daerah-daerah yang dekat dengan sungai, kalau kita khawatirkan mereka masuk kedalam parit atau sungai, silahkan aja diliburkan, tetapi nanti dicari hari-hari pengganti untuk menambah waktu yang terpakai tadi," timpalnya. (RED)
"Sebagian sekolah sudah ada melapor ke kita, kondisi saat ini menyebabkan ruang kelas mereka banjir, bahkan ada yang meliburkan sekolah, akibat banjir ini, karena dikhawatirkan nanti anak-anak, bisa mendapatkan efek yang negative, karena asik bermain, bisa jadi tenggelam dan sebagainya. Ada yang diliburkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Rohil, Amiruddin, ditemui di Bagansiapiapi, Selasa (25/11/14).
Menurutnya, ada juga yang mengusulkan, tahun depan, diakibatkan musim banjir ini, dengan meninggikan lantai ruangan. "Jadi ada kebanjiran itu, lantainya, hampir 30 cm diairi oleh air," katanya.
Kondisi terparah sesuai laporan yang diterima tambahnya, terjadi pada SD yang ada di Bagan Punak, SMP Muhammadiyah, Jalan Pahlawan, Kecamatan Bangko, kemudian sekolah-sekolah sebagian di Pekaitan.
"Sepanjang banjir belum mengancam, anak didik, sekolah tidak diliburkan, tapi sepanjang dapat mengancam anak didik, terutama untuk daerah-daerah yang paritnya dalam, atau daerah-daerah yang dekat dengan sungai, kalau kita khawatirkan mereka masuk kedalam parit atau sungai, silahkan aja diliburkan, tetapi nanti dicari hari-hari pengganti untuk menambah waktu yang terpakai tadi," timpalnya. (RED)
Baca Juga:
- MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
- Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
- Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
SHARE:
Berita Terkait
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komsos Babinsa di Selatpanjang Timur, Tekankan Gotong Royong dan Antisipasi Karhutla
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Alahair Timur
Sertu Amsyaya Temui Warga Insit, Perkuat Komunikasi Sosial
Komentar