Wakil Bupati : Selama Hayatnya Dicurahkan Bagi Masyarakat
Baca Juga:
Menurut keterangan Sekretaris Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa (PKMJ) Bengkalis, Sumantari, bahwa almarhum sebelum tutup usia, dalam dalam keadaan sehat wal afaiat. Ketua Harian PKMJ yang selama ini dikenal aktif di masyarakat baik itu, di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.
Malam itu sebelum dipanggil sang Ilahi, almarhum yang berusia 63 tahun ini, mendapat kepercayaan membawa acara atau protokol pada pernikahan salah seorang tetangganya, di Gang Makmur, Jalan Wonosari Tengah. Saat membuka acara malam pernikahan, tidak ada tanda-tanda almarhum sedang sakit. Seperti biasa, saat membuka dengan petatah petitih Melayu, pria yang pernah berkarir di Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bengkalis ini, membawa tiga bait pantun.
"Suasana malam itu, seperti biasa dalam suasana gembira. Almarhum dengan ciri khasnya membawa tiga buah pantun. Tapi ketika menyampaikan penghormatan kepada tamu, mendadak beliau roboh. Kejadian itu membuat menjadi berubah. Malam itu juga, Pak Bagio langsung dibawa ke RSUD," ungkap Sumantari.
Sementara itu, Wakil Bupati Bengkalis, Suayatno yang juga Ketua Umum PKJM Bengkalis, setelah mendengar berita wafatnya almarhum mengaku kehilangan. Selama ini, sosok Bagio Sanjono, dikenal gigih dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya berkecimpung pada organisasi paguyuban kedaerahan, namun almarhum juga aktif di bidang keagamaan, budaya dan kemasyarakatan.
"Saya tahu betol kiprah beliau, selama hidupnya ditumpahkan untuk kemaslahatan masyarakat. Almarhum tidak pernah kenal rasa lelah, segala daya dan pikirannya dicurahkan untuk masyarakat, tidak hanya untuk kalangan orang Jawa, namun seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis yang kita cintai. Almarhum, selama hidupnya dicurahkan bagi masyarakat. Beliau adalah sosok yang gigih dan ulet dalam memajukan masyarakat, khususnya etnis Jawa," ujar Suayatno
Suayatno yang mengaku berada di Kecamatan Mandau, untuk menghadiri acara penyerahan Beasiswa Cemerlang LAZ Ibadurrahman. seluruh masyarakat, khususnya Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa Kabupaten Bengkalis untuk mendo'akan semoga almarhum diampuni dosa-dosa jika ada dan segala amal kebaikannya diterima Allah SWT.
"Sedangkan kepada keluarga yang ditinggal, agar tabah menerima cobaan ini", katanya
Pria yang pernah bekerja di Kantor Departemen Penerangan Bengkalis ini selama ini aktif dalam menghidupkan budaya leluhur Jawa pada generasi muda. Langkah ini dilakukan semata-mata generasi muda etnis Jawa Kabupaten Bengkalis tetap mempertahankan budaya Jawa, sehingga tidak lekang ditelan zaman. Berbagai budaya Jawa yang beliau kenalkan bagi generasi muda etnis Jawa, adalah reog Ponorogo, wayang kulit, gamelan dan adat istiadat Jawa. (Gus)
Hadapi El Nino, Pemprov Riau Perkuat Desa Cegah Karhutla
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre