Waduh, Belasan Warga Siak Derita Penyakit Kaki Gajah
SIAK - Penyakit kaki gajah atau filariasis diderita 18 warga Kabupaten Siak. Akibat penyakit yang bisa menyebabkan kecacatan seumur hidup itu, 18 warga tersebut mengalami pembengkakan pada kaki atau tangannya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Marzuki mengatakan ke-18 warga penderita penyakit kaki gajah itu sudah dalam penanganan petugas medis. Selain itu, pihaknya juga telah mengambil sampel darah warga lain di sekitar lokasi mereka berdiam untuk mengetahui kemungkinan warga lain tertular.
Marzuki menyebutkan ke-18 warga tersebut tersebar di Kecamatan Sungai Apit dan Pusako, masing-masingnya sebanyak tujuh orang. Kemudian Kerinci Kanan, Sungai Mandau, Kandis dan Perawang, masing-masingnya satu orang.
"Pemerintah kabupaten Siak menetapkan pengobatan massal dan pemberantasan penyakit kaki gajah pada tahun 2012 hingga 2016. Dengan cara jemput bola atau door to door untuk upaya pencegahan," jelasnya dilansir dari Okezone, Kamis, 4 Mei 2017.
Saat ini, lanjutnya, ke-18 penderita sudah dinyatakan sembuh, atau cacing parasit nemtodanya sudah musnah dari tubuhnya. Hanya saja tetap mengalami pembengkakan pada kaki, tangan dan buah zakar bagi laki-laki.
Sementara menurutnya, Dinkes setempat akan kembali turun ke lapangan melanjutkan program pengecekan warga pada September 2017 ini untuk melakukan pengambilan sampel darah pada sebanyak 300 orang di masing-masing lokasi penderita.
Tindakan ini dilakukan petugas mulai pukul 22.00 hingga pukul 02.00 WIB, yang saat itu cacing nemtoda yang menularkan penyakit ini biasanya keluar di permukaan kulit orang-orang yang terjangkit penyakit filariasis.
Penyakit filariasis itu sendiri, kata dia, adalah penyakit yang ditularkan cacing parasit nemtoda melalui gigitan berbagai jenis nyamuk yang menyebabkan infeksi sehingga berakibat munculnya endema.
Umumnya, gejala yang terlihat adalah terjadinya elefantiasis berupa membesarnya tungkai bawah bagian kaki dan kantung zakar, dan penyakit ini secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah.(one)
Baca Juga:
- MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
- Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
- Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
SHARE:
Berita Terkait
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komsos Babinsa di Selatpanjang Timur, Tekankan Gotong Royong dan Antisipasi Karhutla
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Alahair Timur
Sertu Amsyaya Temui Warga Insit, Perkuat Komunikasi Sosial
Komentar