Tuding TPAK Jual Aset, Ketua Karang Taruna Terpilih Balik Alam Disomasi
DURI - Tim Penyelamat Aset Kelurahan (TPAK) Balik Alam menyatakan sikap tidak percaya kepada Handana yang merupakan ketua Karang Taruna terpilih maupun sebagai masyarakat warga Balik Alam yang secara terang-terangan telah mencemarkan nama baik tokoh masyarakat (TPAK) maupun Lurah Balik Alam di media sosial internet melalui salah satu media berita online, yang kebetulan ia sendiri sebagai pengelola atau wartawannya.
Demikian dikatakan Ketua TPAK Samuji kepada wartawan dalam surat pernyataan sikap TPAK yang rencananya akan dilayangkan juga kepada perusahaan media tersebut serta pihak kepolisian.
"Kami sebagai wakil resmi dari tokoh masyarakat Kelurahan Balik Alam sangat menyesal dan tidak menerima fitnah atau propaganda yang secara langsung telah mencoreng nama baik kami sebagai tokoh masyarakat Kelurahan Balik Alam dan secara tidak langsung sudah dibaca oleh public umum dengan luas," ujar Samuji didampingi Sekretarisnya, Marmi.
Dipaparkan Samuji, hal-hal lain yang dianggap telah menuduh/mendiskriditkan pekerjaan TPAK. Dimana beberapa tuduhannya itu adalah TPAK sudah banyak menjual aset-aset Kelurahan yang lama seperti bekas besi plang nama kantor Lurah lama, besi bekas knopi, dan lain-lain.
Selanjutnya, masih dalam tulisan Handana yang dipublish, TPAK seharusnya menyelamatkan aset, justru menjual aset.
"Kami anggap itu tidak benar, kami TPAK bekerja profesional dengan proses musyawarah/mufakat bersama tim TPAK lainnya. Bukan bekerja sendiri-sendiri untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk masyarakat Balik Alam berdasarkan SK resmi dari Kelurahan," ujarnya lagi.
Selain itu, dijelaskanya lagi, adapun aktivitas terakhir tim TPAK adalah membersihkan barang-barang atau besi bekas yang tidak terpakai karena ruko akan direnovasi.
"Seperti plang nama Kelurahan itu kami potong karena sudah 2 kali menyebabkan kecelakaan mereka yang datang. Beberapa besi knopi kami serahkan kepada Rudi karena itu miliknya. Lalu aset kelurahan mana lagi yang TPAK jual seperti dalam tulisan Handana tersebut," beber Ketua TPAK.
Menurut Samuji mewakili seluruh anggota TPAK dan tokoh masyarakat, Handana sebagai Ketua Karang Taruna Balik Alam terpilih dianggap tidak mampu dan tidak layak untuk duduk sebagai ketua KT di Balik Alam karena tidak mempunyai integritas, tidak memiliki etika yang baik dalam menjaga keharmonisan dan tidak menghargai/melecehkan baik terhadap tokoh, lembaga masyarakat maupun pemuda. Ini sangat merugikan bagi warga masyarakat kelurahan Balik Alam pada umumnya.
"Dalam 3 kali pertemuan dengan saudara Handana ini, maupun sidang pleno terakhir kemarin, kamianggap telah gagal total sebagai calon pimpinan KT Balik Alam, karena sudah menunjukan egoisme, ingin menang sendiri, tidak bermoral, sejingga tidak ada titik temu dalam musyawarah antara tokoh masyarakat dengan pemuda Balik Alam. Kami dengan sepakat akan membawa hal ini keranah hukum atas pencemaran nama baik," imbuhnya lagi.
Hal ini juga, lanjutnya lagi, sudah disampaikan secara tertulis juga kepada Lurah Balik Alam. "Kami tidak ada paksaan dari pihak manapun untuk melayangkan surat somasi ini. Buk Lurah ingin masalah ini tidak mencuat keluar, namun apa yang sudah diperbuat Handana ini sudah duluan mencuat keluar dengan mencemarkan nama baik tokoh masyarakat Balik Alam," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Handana saat dihubungi melalui selulernya tidak berhasil dikonfirmasi, karena yang bersangkutan enggan mengangkat ponselnya.(B. One)
Demikian dikatakan Ketua TPAK Samuji kepada wartawan dalam surat pernyataan sikap TPAK yang rencananya akan dilayangkan juga kepada perusahaan media tersebut serta pihak kepolisian.
"Kami sebagai wakil resmi dari tokoh masyarakat Kelurahan Balik Alam sangat menyesal dan tidak menerima fitnah atau propaganda yang secara langsung telah mencoreng nama baik kami sebagai tokoh masyarakat Kelurahan Balik Alam dan secara tidak langsung sudah dibaca oleh public umum dengan luas," ujar Samuji didampingi Sekretarisnya, Marmi.
Dipaparkan Samuji, hal-hal lain yang dianggap telah menuduh/mendiskriditkan pekerjaan TPAK. Dimana beberapa tuduhannya itu adalah TPAK sudah banyak menjual aset-aset Kelurahan yang lama seperti bekas besi plang nama kantor Lurah lama, besi bekas knopi, dan lain-lain.
Selanjutnya, masih dalam tulisan Handana yang dipublish, TPAK seharusnya menyelamatkan aset, justru menjual aset.
"Kami anggap itu tidak benar, kami TPAK bekerja profesional dengan proses musyawarah/mufakat bersama tim TPAK lainnya. Bukan bekerja sendiri-sendiri untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk masyarakat Balik Alam berdasarkan SK resmi dari Kelurahan," ujarnya lagi.
Selain itu, dijelaskanya lagi, adapun aktivitas terakhir tim TPAK adalah membersihkan barang-barang atau besi bekas yang tidak terpakai karena ruko akan direnovasi.
"Seperti plang nama Kelurahan itu kami potong karena sudah 2 kali menyebabkan kecelakaan mereka yang datang. Beberapa besi knopi kami serahkan kepada Rudi karena itu miliknya. Lalu aset kelurahan mana lagi yang TPAK jual seperti dalam tulisan Handana tersebut," beber Ketua TPAK.
Menurut Samuji mewakili seluruh anggota TPAK dan tokoh masyarakat, Handana sebagai Ketua Karang Taruna Balik Alam terpilih dianggap tidak mampu dan tidak layak untuk duduk sebagai ketua KT di Balik Alam karena tidak mempunyai integritas, tidak memiliki etika yang baik dalam menjaga keharmonisan dan tidak menghargai/melecehkan baik terhadap tokoh, lembaga masyarakat maupun pemuda. Ini sangat merugikan bagi warga masyarakat kelurahan Balik Alam pada umumnya.
"Dalam 3 kali pertemuan dengan saudara Handana ini, maupun sidang pleno terakhir kemarin, kamianggap telah gagal total sebagai calon pimpinan KT Balik Alam, karena sudah menunjukan egoisme, ingin menang sendiri, tidak bermoral, sejingga tidak ada titik temu dalam musyawarah antara tokoh masyarakat dengan pemuda Balik Alam. Kami dengan sepakat akan membawa hal ini keranah hukum atas pencemaran nama baik," imbuhnya lagi.
Hal ini juga, lanjutnya lagi, sudah disampaikan secara tertulis juga kepada Lurah Balik Alam. "Kami tidak ada paksaan dari pihak manapun untuk melayangkan surat somasi ini. Buk Lurah ingin masalah ini tidak mencuat keluar, namun apa yang sudah diperbuat Handana ini sudah duluan mencuat keluar dengan mencemarkan nama baik tokoh masyarakat Balik Alam," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Handana saat dihubungi melalui selulernya tidak berhasil dikonfirmasi, karena yang bersangkutan enggan mengangkat ponselnya.(B. One)
Baca Juga:
- MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
- Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
- Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
SHARE:
Berita Terkait
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komsos Babinsa di Selatpanjang Timur, Tekankan Gotong Royong dan Antisipasi Karhutla
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Alahair Timur
Sertu Amsyaya Temui Warga Insit, Perkuat Komunikasi Sosial
Komentar