Tiga Unit Rumah Guru SDN1 Rupat Utara Ludes Terbakar
BENGKALIS -Tiga unit rumah yang diperuntukkan buat guru di SDN 1, Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara terbakar sekitar pukul 01.00 WIB, akibatnya ketiga guru yang menempati rumah tersebut kehilangan tempat tinggal dan sebagian harta benda tidak terselamatkan, Sabtu (6/12) dini hari.
Baca Juga:
Sesuai informasi, bahwa peristiwa tersebut terjadi saat belum turun hujan dimulai dari rumah Abdul Razak, sehingga Istri Abdul Razak, bernama Asniar yang tengah tidur lelap terbangun akibat panas yang ditimbulkan oleh api.
Melihat ada api, Asniar panik dan segera meminta pertolongan pada jiran disekitar lokasi tersebut, sedangkan sang suaminya sebagai guru kelas 6 SDN 1 Titi Akar (Abdul Razak-red), saat itu sedang ada diluar daerah untuk mengikuti ujian di Batu Panjang.
Sehingga dengan peristiwa memilukan secara mendadak tersebut, warga sekitar tidak bisa berbuat apa apa, lantaran api terus membesar dibarengi angin malam yang berhembus malam itu sangat kencang, akibatnya hanya hitungan menit, rumah permanen proyek Dinas Pendidikan itu tak bisa lagi diselamatkan.
Sementara istri guru kelas 6 SDN 1 Titi Akar Abdul Razak (Asniar-red) saat mengalami musibah mendadak bersama anak-anaknya, hanya mampu terpaku pilu dihalaman rumahnya, melihat api terus menjilat rumah milik Dinas Pendidikan milik Pemda Bengkalis hingga habis terbakar.
Harta keluarga yang baru ditinggal bapaknya ini, ikutan ledes terbakar, kecuali baju yang melekat dibadan mereka dan meyelamatkan sedikit uang.
Selain rumah yang ditempati keluarga Abdul Razak habis terbakar, amukan api ini juga langsung menyambar rumah di sebelahnya, yang merupakan rumah petak dua pintu semi permanen yang dihuni oleh Rosmiati bersama keluarga dan Sukadi juga bersama keluarga. Rosmiati tercatat sebagai guru kelas 2 sedangkan Sukadi guru agama Islam di SD tersebut.
Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Titi Akar, Arnita saat dihubungi menyampaikan, bahwa ketiga guru yang tertimpa musibah menurut Arnita merupakan guru SDN 1 Titi Akar. “Kejadiannya begitu cepat, tidak banyak barang berharga yang bisa diselamatkan,”katanya, Minggu (7/12/14) pada wartawan.
Kepsek Arnita juga menjelaskan, ketiga keluarga tersebut yang bisa menyemalatkan barang barangnya hanya Sukadi, lantaran masih sempat menyelamatkan dua unit sepeda motor dan satu unit laptop, sedangkan rumah petak dua itu juga dijadikan gudang penyimpangan mobiler Sekolah.
Untungnya, sebelum api menjilat 6 unit rumah bulatan lagi di komplek perumahan guru itu, api mulai padam, setelah angin kencang diiringi hujan lebat, "menurut Informasi, pasca musibah kebakaran tersebut, untuk sementara Sukadi izin pergi saudaranya di Dumai. Rosmiati pulang ke rumah keluarganya dan Abdul Razak menempati rumah diperuntukkan Kepsek. (Gus).
Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka
Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu
Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik
Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir
Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan