Kamis, 25 Juni 2026 WIB
Kamis, 25 Juni 2026 WIB

Tidak Perlu Khawatir, RSUD Bengkalis Tak Gunakan Obat Bius Buvanest Spinal  

- Sabtu, 28 Februari 2015 13:07 WIB
Tidak Perlu Khawatir, RSUD Bengkalis Tak Gunakan Obat Bius Buvanest Spinal  
BENGKALIS- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis, dr Zulkarnain Lubis menegaskan, dokter bedah di rumah sakit yang dipimpinnya tidak ada menggunakan obat bius jenis Buvanest Spinal. Seperti diketahui, obat jenis ini dilarang digunakan oleh Menteri Kesehatan RI menyusul kasus meninggalnya dua orang pasien di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Baca Juga:

"Saya sudah cek ke apoteker kita, apakah di rumah sakit ada menggunakan obat jenis tersebut atau tidak. Alhamdulillah, menurut apoteker saya, tidak ada obat jenis itu," ujar Zulkarnaian ditemui wartawan usai salat Jumat di Masjid Istioqomah, Jumat (27/2).

Dipaparkan Zulkarnain, dirinya sempat khawatir juga ketika mendapat informasi dari media terkait adanya kebijakan Menkes melarang penggunaan obat jenis Buvanest Spinal untuk anestasi menyusul meninggalnya dua orang pasien di salah satu rumah sakit di Jakarta. Tapi untunglah, setelah diceknya, tidak ada obat jenis itu digunakan di RSUD Bengkalis.


"Dalam proses pengadaan obat di RSUD Bengkalis, kita menggunakan sistem e-catalog. Yaitu obat generik yang hak patennya telah dibeli oleh pemerintah sehingga harganya lebih murah dan keamananya telah telah teruji (tidak membahayakan). Kita tidak membeli obat-obatan yang di luar itu (bukan obat generik) untuk kebutuhan rumah sakit sejak 2 tahun terakhir," ujar Zulkarnain.

Ditambakan Zulkarnain, obat sejenis Buvanest Spinal ini, biasanya digunakan rumah sakit swasta dan harganya lebih mahal karena merupakan obat patent (tidak termasuk obat generik).

Berdasarkan uji yang telah dilakukan pihak Menkes, obat bius jenis Buvanest Spinal ini ternyata kandungannya bisa membekukan darah. Diduga inilah yang menyebabkan kedua pasien yang menjalani operasi tersebut meninggal dunia.(Gus)


SHARE:
Berita Terkait
Forum DGICM ASEAN 2026, Dirjen Imigrasi RI Paparkan Tiga Pilar Strategi Penguatan Perbatasan

Forum DGICM ASEAN 2026, Dirjen Imigrasi RI Paparkan Tiga Pilar Strategi Penguatan Perbatasan

BPKAD Meranti Raih Terbaik II Pengguna Layanan Penilaian BMD di Seroja Awards 2026

BPKAD Meranti Raih Terbaik II Pengguna Layanan Penilaian BMD di Seroja Awards 2026

Patroli Rutin Babinsa dan MPA Perkuat Pencegahan Karhutla di Meranti

Patroli Rutin Babinsa dan MPA Perkuat Pencegahan Karhutla di Meranti

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Hidup Rukun dan Waspada Cuaca Ekstrem

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Hidup Rukun dan Waspada Cuaca Ekstrem

Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun

Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun

Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran

Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran

Komentar
Berita Terbaru