Sulitnya Menggapai Pendidikan, Siswa Harus Berlumpur ke Sekolah. Dimana Pemerintah?
PINGGIR - Kondisi infrasruktur jalan Gajah Mada di wilayah Kecamatan Pinggir dan Talang Muandau kini semangkin meprihatikan. Apalagi kala intensitas hujan yang sangat tinggi saat ini. Banyak jalan yang rusak, becek dan berlumpur. Akibatnya berbagai aktivitas terhambat, termasuk bagi para guru dan siswa yang akan menuju sekolah. Mereka harus harus berjibaku melewati jalan yang rusak saat hendak menuju sekolah.
Pupus sudah harapan untuk menikmati jalan bagus di tahun ini. Kini, masyarakat yang meliputi Jalan Gajah Mada, Desa Tasik Serai-Tasik Serai Barat harus menikmati kembali dampak dari jalan putus, berlumpur dan berlubang bak danau berlumpur.
Baca Juga:
Data yang dirangkum bengkalisone.com, sekolah yang berdampak jalan rusak tersebut diantaranya ada 2 Sekolah Dasar (SD), 1 Madrasah Tsanawiyah (MTS), 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Madrasah Aliyah (MA) dan 1 SMA Negeri.
Kepala Sekolah Mts Miftahul Huda, Tasik Serai, Rosiman, SP bercerita, guru-guru dan para siswa di sana sudah akrab merasakan susahnya menuju sekolah saat musim hujan dikarenakan sepanjang jalan kondisi jalan becek dan berlumpur. Beberapa kali sepeda motor terperosok ke dalam lubang berisi air yang menggenang.
"Anak-anak yang menuju sekolah harus membuka sepatu agar tidak kotor begitu sampai di sekolah. Tidak sedikit pula ada siswa yang terjatuh sehingga pakaian mereka kotor,” beber Rosiman, Kamis (15/11/2018) di bengkalis semberi berharap ada perhatian lebih terhadap akses jalan di sana.
Hal senada juga dikeluhkan oleh Staf guru SMA N 4 Pinggir, Adi Setiawan. Menurutnya, perlu ada tindakan nyata dari Pemerintahan Daerah Bengkalis agar segera mencarikan solusi tanggap dalam menanggani jalan Gajah Mada tersebut.
"Mohon untuk pemerintah menindaklanjuti dalam hal kondisi jalan seperti ini. Kami guru guru siswa bahkan masyarakat pun jadi terkendala untuk melakukan aktifitas baik sekolah maupun bekerja. Kami sangat mengharapkan pemerintah tanggap dalam ini dan segera tanpa menunda lagi untuk pembangunan jalan desa kami ini , Tasik Serai," papar Adi Setiawan.
Dikhawatirkan, lanjut Adi. Bila dilakukan pembiaran terus menerus dipastikan berdampak lebih besar lagi yang akan dirasakan oleh masyarakat dan berdampak tingkat kualitas pendidikan di Desa Tasik Serai.
"Mirisnya juga kepada wakil rakyat yang duduk di kursi dewan. Mereka seakan buta matanya tidak mau peduli dan menggubris permasalahan yang dihadapi oleh masyarakatnya," geram Adi.
Terpisah, Tokoh Masyarakat, Desa tasik Serai, Edi Purnomo juga mengaku kecewa dan berharap kepada pemerintah untuk berkenan meluangkan sedikit waktunya meninjau dan merasakan penderitaan masyarakatnya yang ada di Tasik Serai ini.
“Beginilah nasib Desa kami Pak Bupati Bengkalis, semua aktifitas warga terhambat, kemudian roda perekonomian semangkin menurun, harga sawit turun drastis akibat rusaknya akses Jalan Gajah mada mohon Pak Bupati Bengkalis di tindaklanjuti masalah akses Jalan Gajah Mada," harap Edi Purnomo.[ads/red]
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai
Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan