Se-Riau, Tercatat 12 Konflik Satwa Sepanjang 2017. Dua Diantaranya Terjadi di Bengkalis
PEKANBARU - Dalam kurun waktu tahun 2017, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menghimpun ada 12 kali peristiwa terkait penyerangan binatang buas terhadap manusia di Riau.
"Ada 12 konflik satwa di Provinsi Riau yang pernah terjadi tahun 2017. Satu lagi pada Januari tahun 2018," ungkap Kasubbag Humas BKSDA Riau, Dian Indiarti pada Kamis (4/1/2018).
Menurut data yang diterima dari BKSDA Riau, konflik terjadi di wilayah Tapung, Kabupaten Kampar. Penyerangan dilakukan oleh gajah liar sebanyak dua kali yang menyerang perkebunan warga.
Kemudian konflik antara gajah liar dengan manusia terjadi di daerah Duri-Bengkalis sebanyak dua kali. Nahasnya, peristiwa yang terakhir memakan korban satu orang yang meninggal dunia.
Baca Juga:
Berita terkait: Mengenaskan! Seorang Wanita di Inhil Tewas di Tikam Harimau
Tak beberapa lama kemudian, kembali gajah liar menyerang pemukiman warga di daerah Kecamatan Kelayang, Kabupaten Inhu sebanyak satu kali penyerangan.
Lalu konflik antara beruang di daerah Kampar sebanyak dua kali. Terkahir kali satwa tersebut menyerang pasangan suami istri (pasutri) yang sedang menyadap karet. Akibatnya istri bernama Bunai (45) meninggal dunia sementara suami Saruli (60) mengalami kritis.
Berlanjut konflik antara beruang di derah Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis sebanyak satu kali. Konflik buaya di daerah Pekanbaru satu kali. Konflik buaya di daerah Dumai satu kali. Serta konflik buaya senyulong di Duri satu kali.
Dan yang terakhir konflik antara harimau dengan pekerja kebun PT THIP bernama Jumiati di Kabupaten Inhil, pada Rabu (3/1/2018) lalu. Akibat penyerangan itu, korban meninggal dunia dan mengalami luka cakar serta bagian tubuh yang tak utuh lagi.[poc]
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran
Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti
Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum