Senin, 22 Juni 2026 WIB
Senin, 22 Juni 2026 WIB

Putu Penti, Guru Sejarah Asal Bali: Kami senang, makanannya enak

- Rabu, 19 April 2017 11:17 WIB
Putu Penti, Guru Sejarah Asal Bali: Kami senang, makanannya enak
BENGKALIS – Putu Penti asal Bali, salah satu peserta Internalisasi Nilai Kebangsaan di Wilayah Perbatasan, mengaku senang selama berada di Kabupaten Bengkalis dan Siak. Selain masyarakatnya ramah, juga kulinernya yang enak dan nikmat.

"Yang sangat terkesan selama kami di Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis dan Siak, yaitu masakannya sangat enak, terasa nikmat dilidah, mambuat kami merasa ingin berlama-lama di sini," ungkap Putu Penti saat menyampaikan kesan dan pesan pada malam penutupan, Selasa malam (18/4/2017).

Pada malam kegiatan penutupan, selain dihadiri seluruh guru mata pelajara IPS dan Sejarah dari 34 provinsi se-Indonesia dari Bali, juga turut hadir Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan Bupati Siak Syamsuar, serta Kasubid Internalisasi Nilai Sejahra Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Edi Suwardi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis Edi Sakura dan Kepala Dinas Pendidikan Siak Kadri Hafis.

Pria asal pulau Dewata ini, mengaku senang selama berada di Kabupaten Bengkalis dan Siak, walaupun waktunya sangat singkat, namun dirinya dan seluruh guru mata pelajaran IPS dan sejarah, merasa dan sangat menikmat alamnya maupun peninggalan sejarah.

Tidak hanya itu, peserta Internalisasi Nilai Kebangsaan di Wilayah Perbatasan, merasa sebagai tamu istimewa. Karena selama bertugas sebagai tenaga pendidik, Putu dan para guru lainnya, belum pernah dikawal dengan mobil patroli polisi. Tapi selama berada di Kabupaten Siak dan Bengkalis, perjalananan mereka selalu dikawal oleh mobil polisi. "Selama ini yang belum pernah kami rasakan, tetapi pada kesempatan ini kami rasakan suasana seperti ini, terimakasih pak Bupati, sebut Putu Penti disambut tepuk tangan peserta," ungkap.

Pada kesempatan itu, Putu menyampaikan pesannya kepada peserta lewat nyayian khas Bali, kemudian diartikan dengan Bahasa Indonesia. "Seorang guru, tujunnya yaitu mendidik anaknya, dan kepadanya diberikan ilmu pengetahuan dan akhirnya mendapatkan ijazah untuk menjalani kehidupannya, mencari pekerjaan, dan suatu tujuan yang ingin dicapai sebagai jati dirinya," jelasnya. (Gus)

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Cegah Karhutla, Babinsa dan MPA Sisir Desa Insit

Cegah Karhutla, Babinsa dan MPA Sisir Desa Insit

Komsos di Tanjung Samak, Babinsa Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan

Komsos di Tanjung Samak, Babinsa Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan

PBFI Kepulauan Meranti Taja Kejurkab Men Fitness 2026

PBFI Kepulauan Meranti Taja Kejurkab Men Fitness 2026

Komsos Jadi Sarana Babinsa Desa Lemang Perkuat Solidaritas Masyarakat

Komsos Jadi Sarana Babinsa Desa Lemang Perkuat Solidaritas Masyarakat

Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Tebing Tinggi Intensifkan Patroli di Desa Sendaur

Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Tebing Tinggi Intensifkan Patroli di Desa Sendaur

Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan

Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan

Komentar
Berita Terbaru