Pulau Rupat Akan Jadi Pintu Gerbang Pesisir
RUPAT -Pulau Rupat yang meliputi dua kecamatan, Rupat dan Rupat utara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bengkalis disebutkan dengan nama Gerbang Pesisir. Disamping itu, potensi wisata bahari yang ada di pulau terluar tersebut, Pulau Rupat termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KPSN).
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Bengkalis Jondi Indra Bustian yang dikonfirmasi, Minggu (09/04/2017) memaparkan bahwa, masuknya Pulau Rupat dalam KPSN tidak lain karena potensi sumber daya alam yang layak dikembangkan khususnya disektor pariwisata. Untuk pengembangan wisata bahari di Rupat, akan dilakukan dengan pemenuhan pembangunan sarana dan prasarana, terutama infrastruktur.
"Dalam RPJMD Kabupaten Bengkalis, Pulau Rupat dinamakan dengan Gerbang Pesisir. Dimana dalam RPJMD dipaparkan bahwa Pulau Rupat akan dijadikan sebagai pusat pariwisata unggulan daerah, sektor perkebunan, sektor peternakan, perikanan dan kelautan. Untuk pengembangan pariwisata, Pulau Rupat termasuk dalam KPSN,"terang Jondi.
Dijelaskan, dalam pengembangan potensi pariwisata maupun sumber daya alam yang lainnya, tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur di pulau harapan tersebut. Saat ini untuk listrik sudah hampir menjangkau seluruh kawasan di Rupat, demikian juga dengan jaringan telekomunikasi, hanya tinggal pembangunan atau peningkatan jalan lingkar serta jalan poros di Pulau Rupat.
Kabupaten Bengkalis sendiri sambung Jondi, pada tahun-tahun sebelumnya sudah menggelontorkan dana mencapai Rp 300 milyar untuk membangun jalan lingkar Pulau Rupat, dari Batu Panjang sampai Pangkalan Nyirih melalui system Multiyears. Pekerjaan jalan yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan potensi Rupat, Pemkab Bengkalis masih akan melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan lingkar yang baru selesai 80 persen.
"Pembangunan jalan lingkar Pulau Rupat masih tersisa sekitar 20 persen lagi, dan itu membutuhkan biaya lumayan besar. Kita berharap ada sinkronisasi program antara Pemkab Bengkalis, Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat melalui sharing budget untuk menyelesaikan jalan lingkar tersebut,"papar Jondi.
Ditambahkan, selain jalan lingkar yang merupakan jalan utama, pembangunan jalan poros antar desa juga harus dilakukan, sebagai pendukung pengembangan pariwisata di Rupat. Demikian juga halnya dengan pelabuhan, baik itu pelabuhan ferry penyeberangan roro dan pelabuhan kapal penumpang.
"Pulau Rupat sebagai Gerbang Pesisir tidak hanya terfokus pada sektor pariwisata semata, tetapi juga pembangunan ekonomi masyarakat, kesehatan, pendidikan, mutlak harus dilakukan. Kita di bappeda sebagai perencana umum, dan nantinya untuk peningkatan sejumlah sektor tentu berada di SOPD terkait, karena Pulau Rupat sebagai Gerbang Pesisir merupakan penjabaran dari visi dan misi kepala daerah lima tahun ini,"tutup Jondi.(Gus)
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Bengkalis Jondi Indra Bustian yang dikonfirmasi, Minggu (09/04/2017) memaparkan bahwa, masuknya Pulau Rupat dalam KPSN tidak lain karena potensi sumber daya alam yang layak dikembangkan khususnya disektor pariwisata. Untuk pengembangan wisata bahari di Rupat, akan dilakukan dengan pemenuhan pembangunan sarana dan prasarana, terutama infrastruktur.
"Dalam RPJMD Kabupaten Bengkalis, Pulau Rupat dinamakan dengan Gerbang Pesisir. Dimana dalam RPJMD dipaparkan bahwa Pulau Rupat akan dijadikan sebagai pusat pariwisata unggulan daerah, sektor perkebunan, sektor peternakan, perikanan dan kelautan. Untuk pengembangan pariwisata, Pulau Rupat termasuk dalam KPSN,"terang Jondi.
Dijelaskan, dalam pengembangan potensi pariwisata maupun sumber daya alam yang lainnya, tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur di pulau harapan tersebut. Saat ini untuk listrik sudah hampir menjangkau seluruh kawasan di Rupat, demikian juga dengan jaringan telekomunikasi, hanya tinggal pembangunan atau peningkatan jalan lingkar serta jalan poros di Pulau Rupat.
Kabupaten Bengkalis sendiri sambung Jondi, pada tahun-tahun sebelumnya sudah menggelontorkan dana mencapai Rp 300 milyar untuk membangun jalan lingkar Pulau Rupat, dari Batu Panjang sampai Pangkalan Nyirih melalui system Multiyears. Pekerjaan jalan yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan potensi Rupat, Pemkab Bengkalis masih akan melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan lingkar yang baru selesai 80 persen.
"Pembangunan jalan lingkar Pulau Rupat masih tersisa sekitar 20 persen lagi, dan itu membutuhkan biaya lumayan besar. Kita berharap ada sinkronisasi program antara Pemkab Bengkalis, Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat melalui sharing budget untuk menyelesaikan jalan lingkar tersebut,"papar Jondi.
Ditambahkan, selain jalan lingkar yang merupakan jalan utama, pembangunan jalan poros antar desa juga harus dilakukan, sebagai pendukung pengembangan pariwisata di Rupat. Demikian juga halnya dengan pelabuhan, baik itu pelabuhan ferry penyeberangan roro dan pelabuhan kapal penumpang.
"Pulau Rupat sebagai Gerbang Pesisir tidak hanya terfokus pada sektor pariwisata semata, tetapi juga pembangunan ekonomi masyarakat, kesehatan, pendidikan, mutlak harus dilakukan. Kita di bappeda sebagai perencana umum, dan nantinya untuk peningkatan sejumlah sektor tentu berada di SOPD terkait, karena Pulau Rupat sebagai Gerbang Pesisir merupakan penjabaran dari visi dan misi kepala daerah lima tahun ini,"tutup Jondi.(Gus)
Baca Juga:
- MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
- Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
- Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
SHARE:
Berita Terkait
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komsos Babinsa di Selatpanjang Timur, Tekankan Gotong Royong dan Antisipasi Karhutla
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Alahair Timur
Sertu Amsyaya Temui Warga Insit, Perkuat Komunikasi Sosial
Komentar