Pertamina Pakning Gelar Penyuluhan Antisipasi Karhutla
SUNGAI PAKNING -Dari awal bulan februari kecamatan bukit batu mengalami kebakaran hutan dan lahan. Besarnya tingkat resiko yang dialami kecamatan bukit batu kabupaten Bengkalis, menggerakkan PT. Pertamina RU II Sungai Pakning menggelar penyuluhan terhadap bahayanya karhutla, penyuluhan tersebut di pusatkan pada wisma Pertamina, Rabu (25/2)
Camat Bukit Batu M. Falul Wajdi melalui kasi trantib Akmaludin dalam sambutannya menerangkan Peraturan Gubernur Riau nomor 27 Tahun 2014 tentang Prosedur Tetap Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau.
"Hal ini sangat penting sekali, karena ini tidak hanya berdampak pada daerah, bahkan dampaknya secara nasional maupun internasional," ucap Akmaludin
Manager RU II Sungai Pakning Promono Avianto menerangkan dalam penanganan Karhutla tidak lepas dari peran 3 komponen penting yang satu dengan lainnya harus saling sinergi. Tiga komponen yang tidak bisa lepas dari penanganan karhutla yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha atau perusahaan.
Ketiga komponen itu harus bersinergi untuk meengantisipasi, mencegah terjadinya karhutla demi menjaga kelestarian lingkungan. Bencana karhutla sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Dalam jangka pendek kita bisa lihat masyarakat akan terkena ispa, namun dalam jangka panjang bisa saja mempengaruhi pertumbuhan masyarakat kita ke depannya.
"Bisa jadi dalam waktu 10 tahun mendatang pertumbuhan anak-anak di Riau khususnya kecamatan Bukit Batu ini terhambat jika pada saat dalam kandungan kita mendapatkan suplai oksigen yang tidak baik,"ucap Promono Avianto
"Untuk itu, saya berharap kepada peserta setelah penyuluhan ini dapat di terapkan di lapangan" pungkas dia.
Hadir dalam acara tersebut kapolsek bukit batu yang diwakili oleh panit 2 binmas Aipda khairul anuar. SH, sejumlah kepala desa , kepala damkar kecamatan bukit batu dan siak kecil, MPA dan manajemen karyawan Pertamina.(Gus).
Camat Bukit Batu M. Falul Wajdi melalui kasi trantib Akmaludin dalam sambutannya menerangkan Peraturan Gubernur Riau nomor 27 Tahun 2014 tentang Prosedur Tetap Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau.
"Hal ini sangat penting sekali, karena ini tidak hanya berdampak pada daerah, bahkan dampaknya secara nasional maupun internasional," ucap Akmaludin
Manager RU II Sungai Pakning Promono Avianto menerangkan dalam penanganan Karhutla tidak lepas dari peran 3 komponen penting yang satu dengan lainnya harus saling sinergi. Tiga komponen yang tidak bisa lepas dari penanganan karhutla yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha atau perusahaan.
Ketiga komponen itu harus bersinergi untuk meengantisipasi, mencegah terjadinya karhutla demi menjaga kelestarian lingkungan. Bencana karhutla sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Dalam jangka pendek kita bisa lihat masyarakat akan terkena ispa, namun dalam jangka panjang bisa saja mempengaruhi pertumbuhan masyarakat kita ke depannya.
"Bisa jadi dalam waktu 10 tahun mendatang pertumbuhan anak-anak di Riau khususnya kecamatan Bukit Batu ini terhambat jika pada saat dalam kandungan kita mendapatkan suplai oksigen yang tidak baik,"ucap Promono Avianto
"Untuk itu, saya berharap kepada peserta setelah penyuluhan ini dapat di terapkan di lapangan" pungkas dia.
Hadir dalam acara tersebut kapolsek bukit batu yang diwakili oleh panit 2 binmas Aipda khairul anuar. SH, sejumlah kepala desa , kepala damkar kecamatan bukit batu dan siak kecil, MPA dan manajemen karyawan Pertamina.(Gus).
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran
Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti
Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum
Perkuat Kehadiran Negara di Pulau Rangsang, Pemkab Meranti Gesa Terwujudnya PLBN Tanjung Kedabu
Komentar