Pendatang Baru ke Riau Diprediksi Turun
PEKANBARU- Pendatang baru dari pedesaan yang masuk ke perkotaan di Riau pascaliburan Idul Fitri diprediksi turun dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan lesunya perekonomian nasional yang juga berdampak ke Riau.
Pengamat Ekonomi Universitas Riau, Prof HB Isyandi, mengatakan lesunya pertumbuhan ekonomi itu ditandai dengan banyak perusahaan yang gulung tikar. Bahkan, sejumlah media cetak cenderung merumahkan karyawannya karena minimnya kucuran APBD kabupaten/kota. "Ini membuat masyarakat berpikir berulangkali membawa kerabatnya ke Pekanbaru," katanya.
"Kendati libur Idul Fitri 2017 cukup panjang namun tidak mendorong pertumbuhan industri dan perdagangan yang lebih baik di daerah ini, sehingga arus urbanisasi pun juga mengalami penurunan," katanya.
Dalam kondisi sekarang, lanjut Isyandi, menafkahi keluarga saja sulit apalagi membawa kerabat dari desa ke kota yang justru akan menambah beban keuangan keluarga.
Lesunya perekonomian itu, terang Isyandi, dapat dilihat dari sektor perkebunan. Saat ini, harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit hanya Rp1.300 per Kg, padahal selayaknya Rp4.000 per Kg. Demikian juga dengan karet yang hanya dihargai Rp5.000 per Kg dari harga seharusnya Rp9.000 per Kg. (olc)
Pengamat Ekonomi Universitas Riau, Prof HB Isyandi, mengatakan lesunya pertumbuhan ekonomi itu ditandai dengan banyak perusahaan yang gulung tikar. Bahkan, sejumlah media cetak cenderung merumahkan karyawannya karena minimnya kucuran APBD kabupaten/kota. "Ini membuat masyarakat berpikir berulangkali membawa kerabatnya ke Pekanbaru," katanya.
"Kendati libur Idul Fitri 2017 cukup panjang namun tidak mendorong pertumbuhan industri dan perdagangan yang lebih baik di daerah ini, sehingga arus urbanisasi pun juga mengalami penurunan," katanya.
Dalam kondisi sekarang, lanjut Isyandi, menafkahi keluarga saja sulit apalagi membawa kerabat dari desa ke kota yang justru akan menambah beban keuangan keluarga.
Lesunya perekonomian itu, terang Isyandi, dapat dilihat dari sektor perkebunan. Saat ini, harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit hanya Rp1.300 per Kg, padahal selayaknya Rp4.000 per Kg. Demikian juga dengan karet yang hanya dihargai Rp5.000 per Kg dari harga seharusnya Rp9.000 per Kg. (olc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran
Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti
Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum
Komentar