Panpel Ancam Gugurkan Balon Ketua KNPI Yang Tidak Bayar Uang Pendaftaran
Baca Juga:
"Panitia musda KNPI coba menghimbau kepada balon ketua KNPI, untuk dapat menyerahkan uang pendaftaran sebesar yang sudah disepakati oleh panitia. Seandainya ada balon ketua yang tidak memenuhi persyaratan itu akan dikenakan sanksi tegas yaitu digugurkan,"himbau dia menegaskan, Sabtu (4/4).
Menurut Supian, dalam pelaksanaan tahapan-tahapan musda, panpel KNPI sudah sangat mengharga keingin OKP. Berbagai keputusan hingga penundaan musda juga telah dilakukan.
"Untuk itu, saya harapkan, OKP dan balon bisa saling menghargai. Mari kita sama- sama menjunjung tinggi mekanisme yang sudah ditetapkan dalam organisasi,"harapnya.
"Sebagaimana kita ketahui tidak mungkin seorang balon tidak mampu untuk membayar uang pndaftaran karena KNPI merupakan organisasi besar, dan setiap balon sekarang ini lagi diuji kemampuannya. uang pendaftaran saja tidak bisa mereka mengatasi, apalagi mau memimpin organisasi brskala nasional?,"tambah Supian.
Disinggung siapa calon yang belum melengkapi administrasi uang pendaftaran itu, ketua panpel mengutarakan dari 3 calon yang sudah mendaftar, hanya satu yang sudah melengkapi.
"Ada 3 balon saat ini yakni Irmi Syakip Arsalan, Reza Alpian, dan Fuad Muzakir. yang sudah memenuhi persyaratan cuma 1 calon yaitu Irmi Syakip Arsalan, untuk uang pendaftaran sore ini saudara Irmi menyampaikan akan diserahkan,"imbuh Supian.
"Jadi jangan fikir panpel tidak tegas, tak bayar pendaftaran, akan kita gugurkan, panitia juga punya hak otoritas dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dgn syarat balon ketum KNPI,"pungkasnya.(Gus)
Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun
Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran
Komsos di Selatpanjang Kota, Babinsa Ajak Warga Utamakan Keselamatan Beraktivitas
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Rutin Sisir Desa Bantar
Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Dirjen Imigrasi Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas dan Benahi Layanan Publik