Nelayan Meranti Dapat Bantuan Dari Kementerian Perikanan dan Kelautan RI
MERANTI -Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, MSi menyerahkan sejumlah bantuan alat perikanan Kementerian Perikanan dan Kelautan RI, penyerahan alat dalam rangka membantu petani meningkatkan taraf ekonominya itu dipusatkan dihalaman Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Meranti, Selasa (16/8).
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Drs. Askandar, Camat Tebing Tinggi Drs. Asrorudin, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, perwakilan nelayan penerima bantuan Se-Kabupaten Meranti.
Kepada para nelayan menerima bantuan bupati mengingatkan untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan optimal, artinya bukan hanya sekedar menggunakan tetapi harus diiringi dengan ilmu dan pengetahuan sehingga kedepan nelayan bisa mandiri dan tak tergantung lagi dengan bantuan.
Pernyataan dari Bupati bukanya tidak beralasan, karena hampir setiap tahun Pemda selalu menyalurkan berbagai bantuan kepada nelayan, namun seolah tak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan para pencari ikan tersebut. "Sudah puluhan kali bantuan diberikan namun kenapa hanya sebagian kecil saja ekonomi nelayan Meranti yang terangkat, artinya kita butuh pengetahuan SDM yang baik, agar dapat memanfaatkan dan mengembangkan bantuan ini," ujar Bupati.
Adapun bantuan yang diberikan yakni 4 unit Gilnet Milenium 1000 M kuantitas 80 karung 1 Pcs jaring terangkai, 4 buah Bubu Kubah Ranjungan kuantitas 4000 unit, 4 unit Rawai Dasar 2000 Mata Pancing 80 Keranjang, 50 Unit Mesin Tempel Merk Suzuki 15 PK, 8 Unit GPS, 8 Unit Fish Finder, 12 Unit Lampu Celup Bawah Air, 20 Unit Life Jacket.
Pada kesempatan itu Bupati juga mengajak kepada nelayan untuk menyekolahkan anak hingga keperguruan tinggi, sehingga dengan ilmu yang dimiliki mampu menjadi penerus yang memiliki skill yang dapat mengolah semua potensi perikanan di Meranti guna memperbaiki tingkat kesejahteraan keluarganya. "Mari kita sekolahkan anak dengan baik, kita harus menyadari saat ini memang masa depan ada dilaut, tapi tidak berarti selamanya, kedepan seiring dengan semakin berkurangnya ikan, laut akan berubah fungsi menjadi jalur transportasi dan anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus untuk mengembangkan potensi yang ada," papar Bupati.
Selain itu, untuk mengangkat ekonomi nelayan tidak melulu hanya melalui bantuan alat tangkap, menurut Irwan, faktor lain yang mempengaruhi juga perlu difasilitasi, seperti ketersediaan Stasiun pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di laut yang saat ini tengah diupayakan oleh Pemda Meranti dengan mengandeng pihak swasta dan pertamina. "Kita akan mengupayakan bagaimana menyediakan BBM yang cukup dengan harga murah bagi nelayan, untuk itu kedepan kita akan mengupayakan membangun SPBN," jelasnya.
Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Meranti baru saja memiliki SPBU yang berada di Alah Air, untuk melayani angkutan darat masyarakat, dan masyarakatpun sudah dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di Pekanbaru dan daerah lainnya. Kedepan dikatakan Irwan fasilitas yang sama juga akan dibangun ditiap pulau dan kecamatan yang ada di Meranti. "Yang penting bagaimana menyediakan BBM yang cukup dengan harga yang wajar, kedepan kita akan mengupayakan membangun SPBU ditiap pulau agar masyarakat dan nelayan dapat menikmati BBM dengan harga yang wajar, ekonomis dan efisien," ungkap Bupati.
Faktor lainnya yang perlu diperhatikan jelas Irwan, yakni rantai pasar ikan yang baik sehingga ikan yang bagus dapat dijual dengan harga bagus tidak seperti saat ini dilepas dengan harga murah kepada pengumpul ditengah laut. "Rantai pasar juga menjadi perhatian kita dalam rangka mendongkrak ekonomi nelayan, saya minta Dinas Perikanan dapat merancang formula yang tepat untuk mengangkat tingkat kesejahteraan nelayan ini," pinta Bupati.
Akhir kata dengan semakin berkurangnya potensi ikan dilaut, Bupati mengajak nelayan untuk berangsur beralih profesi dari nelayan tangkap ke nelayan budidaya apalagi masih banyak lahan-lahan kosong dipulau yang belum termanfaatkan. "Dipulau banyak lahan yang belum tergarap, mari manfaatkan untuk budidaya ikan dan beternak itik sebagai alternatif penghasilan," papar Bupati mengakhiri.
Sementara Kadis Perikanan dan Kelautan Drs. Askandar mengingatkan nelayan penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan tersebut, diakui Askandar pihaknya akan terus mengawasi aktifitas dilaut, jika ditemukan alat yang tidak terpakai maka akan ditarik untuk diserahkan kepada nelayan lain yang membutuhkan. Apalagi jika ditemukan bantuan yang sengaja dijual kepada pihak lain, Askandar mengancam akan mempidanakan. "Jika ditemukan alat yang tidak terpakai kami akan tarik kembali apalagi sampai dijual, akan kami laporkan kepada pihak berwajib karena itu juga merupakan korupsi yang ancamannya pidana," pungkasnya. (Ione).
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Drs. Askandar, Camat Tebing Tinggi Drs. Asrorudin, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, perwakilan nelayan penerima bantuan Se-Kabupaten Meranti.
Kepada para nelayan menerima bantuan bupati mengingatkan untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan optimal, artinya bukan hanya sekedar menggunakan tetapi harus diiringi dengan ilmu dan pengetahuan sehingga kedepan nelayan bisa mandiri dan tak tergantung lagi dengan bantuan.
Pernyataan dari Bupati bukanya tidak beralasan, karena hampir setiap tahun Pemda selalu menyalurkan berbagai bantuan kepada nelayan, namun seolah tak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan para pencari ikan tersebut. "Sudah puluhan kali bantuan diberikan namun kenapa hanya sebagian kecil saja ekonomi nelayan Meranti yang terangkat, artinya kita butuh pengetahuan SDM yang baik, agar dapat memanfaatkan dan mengembangkan bantuan ini," ujar Bupati.
Adapun bantuan yang diberikan yakni 4 unit Gilnet Milenium 1000 M kuantitas 80 karung 1 Pcs jaring terangkai, 4 buah Bubu Kubah Ranjungan kuantitas 4000 unit, 4 unit Rawai Dasar 2000 Mata Pancing 80 Keranjang, 50 Unit Mesin Tempel Merk Suzuki 15 PK, 8 Unit GPS, 8 Unit Fish Finder, 12 Unit Lampu Celup Bawah Air, 20 Unit Life Jacket.
Pada kesempatan itu Bupati juga mengajak kepada nelayan untuk menyekolahkan anak hingga keperguruan tinggi, sehingga dengan ilmu yang dimiliki mampu menjadi penerus yang memiliki skill yang dapat mengolah semua potensi perikanan di Meranti guna memperbaiki tingkat kesejahteraan keluarganya. "Mari kita sekolahkan anak dengan baik, kita harus menyadari saat ini memang masa depan ada dilaut, tapi tidak berarti selamanya, kedepan seiring dengan semakin berkurangnya ikan, laut akan berubah fungsi menjadi jalur transportasi dan anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus untuk mengembangkan potensi yang ada," papar Bupati.
Selain itu, untuk mengangkat ekonomi nelayan tidak melulu hanya melalui bantuan alat tangkap, menurut Irwan, faktor lain yang mempengaruhi juga perlu difasilitasi, seperti ketersediaan Stasiun pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di laut yang saat ini tengah diupayakan oleh Pemda Meranti dengan mengandeng pihak swasta dan pertamina. "Kita akan mengupayakan bagaimana menyediakan BBM yang cukup dengan harga murah bagi nelayan, untuk itu kedepan kita akan mengupayakan membangun SPBN," jelasnya.
Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Meranti baru saja memiliki SPBU yang berada di Alah Air, untuk melayani angkutan darat masyarakat, dan masyarakatpun sudah dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di Pekanbaru dan daerah lainnya. Kedepan dikatakan Irwan fasilitas yang sama juga akan dibangun ditiap pulau dan kecamatan yang ada di Meranti. "Yang penting bagaimana menyediakan BBM yang cukup dengan harga yang wajar, kedepan kita akan mengupayakan membangun SPBU ditiap pulau agar masyarakat dan nelayan dapat menikmati BBM dengan harga yang wajar, ekonomis dan efisien," ungkap Bupati.
Faktor lainnya yang perlu diperhatikan jelas Irwan, yakni rantai pasar ikan yang baik sehingga ikan yang bagus dapat dijual dengan harga bagus tidak seperti saat ini dilepas dengan harga murah kepada pengumpul ditengah laut. "Rantai pasar juga menjadi perhatian kita dalam rangka mendongkrak ekonomi nelayan, saya minta Dinas Perikanan dapat merancang formula yang tepat untuk mengangkat tingkat kesejahteraan nelayan ini," pinta Bupati.
Akhir kata dengan semakin berkurangnya potensi ikan dilaut, Bupati mengajak nelayan untuk berangsur beralih profesi dari nelayan tangkap ke nelayan budidaya apalagi masih banyak lahan-lahan kosong dipulau yang belum termanfaatkan. "Dipulau banyak lahan yang belum tergarap, mari manfaatkan untuk budidaya ikan dan beternak itik sebagai alternatif penghasilan," papar Bupati mengakhiri.
Sementara Kadis Perikanan dan Kelautan Drs. Askandar mengingatkan nelayan penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan tersebut, diakui Askandar pihaknya akan terus mengawasi aktifitas dilaut, jika ditemukan alat yang tidak terpakai maka akan ditarik untuk diserahkan kepada nelayan lain yang membutuhkan. Apalagi jika ditemukan bantuan yang sengaja dijual kepada pihak lain, Askandar mengancam akan mempidanakan. "Jika ditemukan alat yang tidak terpakai kami akan tarik kembali apalagi sampai dijual, akan kami laporkan kepada pihak berwajib karena itu juga merupakan korupsi yang ancamannya pidana," pungkasnya. (Ione).
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komentar