Musibah Di Mina, JH Bengkalis Dipastikan Selamat
Baca Juga:
"Alhamdulillah, rombongan kloter II Kabupaten Bengkalis semuanya sehat dan selamat. Karena waktu itu kami berada di lantai tiga dan tidak padat, sementara kejadian itu berada di lantai satu," ungkap Ketua Rombongan Kloter II Kabupaten Bengkalis, Ismail Mahyudin, ketika dihubungi via seluler sekitar pukul 18.46 WIB atau 14.46 WAS.
Dikatakan Ismail, dirinya dan rombongan kloter II Kabupaten Bengkalis, baru mengetahui berita tragedi Mina yang menelan korban jiwa sebanyak 310 orang, ketika sudah berada di maktab sekitar pukul 12.30 WAS. Waktu itu anak kandung menelpon untuk menanyakan berita terkait tragedi Mina.
"Awalnya, saat melontar jumroh, kami dan rombongan tidak tahu tragedi itu. Begitu dinelpon anak saya dari Bengkalis, itu lah tahunya, "ungkap mantan Widiyaswara Badan Pelatihan dan Kepegawaian Bengkalis ini.
Diceritakan Ismail, saat rituan melontar jumroh itu dilakukan bertepatan waktu Dhuha, biasanya dimanfaatkan para jamaah haji untuk berlomba-lomba mencari kesempatan waktu itu untuk melontar jumroh di lantai satu.
Rombongan kloter II Bengkalis sepakat untuk melontar jumroh di lantai tiga, agar lebih leluasa dan mudah dalam melaksanakan ritual tersebut.
"Waktu itu hati kami digerakan oleh Allah untuk memilih lantai tiga. Ternyata memang benar, ketika sampai di lantai tiga suasana sangat lapang, tidak harus berdesak-desakan. Bahkan saya dan rombongan bisa dekat betul dengan batas melontar,"ungkap Ismail.
Ritual selanjutnya, pada hari Tasyriq tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah dilanjutkan untuk melontar tiga tempat jumroh, yakni Aqabah, Wusta dan Ula. Untuk melaksanakan ritual ini, rombongan kloter II Kabupaten Bengkalis sepakat untuk mengambil tempat di lantai tiga,"Setelah subuh kami pergi ke lokasi dan tepat di lantai tiga, "ungkapnya Jamaah Asal Muntai ini.
Ismail mengabarkan bahwa ada satu jamaah haji asal Desa Muntai, Kecamatan Bantan, atas nama Ramlah usia 87 tahun, mengalami sakit dan terpaksa harus masuk ke kamar ICU rumah sakit setempat sejak di Arafah. Namun penyebab sakit Ramlah tidak berkaitan dengan tragedi Mina melainkan faktor usia. Sampai saat ini, warga Muntai ini masih dalam perawatan.
Ismail dan rombongan mohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis, agar seluruh jamaah haji baik itu dari kloter II dan VII diberikan kemudahan dalam melaksanakan ritual ibadah dan tetap sehat, sehingga bisa pulang dengan selamat ke tanah air, serta mendapat prediket haji mabrur. "Kami juga mohon agar ibu Ramlah cepat sembuh, "ungkapnya.(Gus)
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah