Rabu, 24 Juni 2026 WIB
Rabu, 24 Juni 2026 WIB

Maksimalkan Pelayanan, Aparatur Pemkab Bengkalis Diajak Biasakan 10 Budaya Malu

- Jumat, 27 Maret 2015 13:26 WIB
Maksimalkan Pelayanan, Aparatur Pemkab Bengkalis Diajak Biasakan 10 Budaya Malu
BENGKALIS – Seluruh aparatur di jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk membiasakan sepuluh budaya malu. Langkah ini sebagai upaya untuk memberikan pelayanan prima yang maksimal kepada masyarakat.

Baca Juga:

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Bengkalis, Burhanudin, membacakan sambutan Bupati Bengkalis, saat wirid bulanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Jumat (27/3/2015) menghadirkan, mubaligh al ustadz Marhalim, S.Ag.


Turut hadir, Asisten I Setda Bengkalis, Amir Faisal dan Asisten II Setda Bengkalis, Herdi Salioso dan sejumlah pejabat serta karyawan/ti di lingkup Pemerintah kabupaten Bengkalis.

Dikatakan Sekda, sepuluh budaya malu tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dalam diri pegawai dan menumbuhkan keikhlasan dan integritas kerja,dalam memberikan pelayanan prima kepada publik sesuai bidang dan tugas masing-masing dengan prinsip kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas. Kesepuluh budaya malu tersebut, antara lain, malu tidak masuk kerja, malu datang terlambat, malu pulang lebih awal/cepat, malu berpakaian tidak rapi, malu ruangan tidak bersih, malu kerja tidak benar, malu banyak bicara sedikit kerja, malu meja berantakan, malu mengobrol dalam ruangan, malu mengambil hak orang lain.


PNS harus bertindak secara profesional dalam tanggung jawab kerja masing-masing, menjaga moralitas, efektif dan berdaya guna, mempunyai kinerja tinggi dengan kualitas yang tinggi pula, terbuka serta akuntabel dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. "Jika budaya malu itu telah dipahami dan diterapkan dalam melakukan pekerjaan maka semua program kegiatan dan tujuan pembangunan daerah dapat tercapai," ungkap Burhanudin.


Dikatakan Sekda, manusia merupakan makhluk Allah SWT yang paling sempurna. Kesempurnaan itu tampak dari dianugerahkannya akal, sehingga manusia seharusnya mampu memilah antara yang hak dan bathil.


"Malu merupakan sifat yang mulia. Islam menganjurkan umatnya agar menjadikan malu sebagai penghias hidupnya. Hiasan yang membawa kebaikan bagi pemiliknya dan menjadi jalan menuju surga," tandas Sekda.


Lebih lanjut Burhanudin, rasa malu memang merupakan kontrol yang sangat ampuh terhadap perilaku manusia. Alangkah indah sekiranya kaum muslimin memiliki rasa malu yang kuat, sehingga rasa malu itu menjadi penuntun kearah perilaku yang mulia.


"Sudah saatnya malu menjadi budaya yang harus selalu dijaga dan dipelihara, baik oleh individu, kelompok dan daerah ini. Kita sadari betapa tidak berhentinya petaka, bencana, yang melanda bangsa ini mungkin salah satunya diakibatkan oleh hilangnya rasa malu," ujar Burhanudin.(Gus)



SHARE:
Berita Terkait
Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun

Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun

Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran

Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran

Komsos di Selatpanjang Kota, Babinsa Ajak Warga Utamakan Keselamatan Beraktivitas

Komsos di Selatpanjang Kota, Babinsa Ajak Warga Utamakan Keselamatan Beraktivitas

Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Rutin Sisir Desa Bantar

Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Rutin Sisir Desa Bantar

Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Dirjen Imigrasi Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas dan Benahi Layanan Publik

Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Dirjen Imigrasi Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas dan Benahi Layanan Publik

Kejurda SMI Pekanbaru 2026, Perguruan Pencak Silat SMI Komwil Meranti Sabet 50 Medali

Kejurda SMI Pekanbaru 2026, Perguruan Pencak Silat SMI Komwil Meranti Sabet 50 Medali

Komentar
Berita Terbaru