Kamis, 25 Juni 2026 WIB
Kamis, 25 Juni 2026 WIB

Luas Karhutla Capai 20 Hektare, Sejumlah Titik Api Belum Berhasil Dipadamkan

- Minggu, 08 Februari 2015 11:49 WIB
Luas Karhutla Capai 20 Hektare, Sejumlah Titik Api Belum Berhasil Dipadamkan

BENGKALIS -Total luas Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di sejumlah lokasi di Kabupaten Bengkalis hingga saat ini ditaksir mencapai 20 hektare.Luas lahan yang terbakar diperkirakan akan semakin luas mengingat sampai saat ini sejumlah Karhutla masih terjadi.

Baca Juga:


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Much Jalal melalui Kabid Damkar, Suiswantoro, Minggu (8/2) mengatakan, lokasi kebakaran yang terpantau sangar sedang ditangani saat ini antara lain, empat titik di Kecamatan Siak Kecil, tiga titik di pukat Rupat, dua titik di Bukit Batu, satu titik di Bantan dan satu di Bengkalis.


"Untuk di Siak Kecil Karhutla terjadi di Sungai Linau dan Langkat. Lokasi karhutla sangat jauh sulit dijangkau. Hanya ada jalan setapak menuju lokasi kebakaran yg jauhnya mencapai 6 KM. Anggota terpaksa memikul peralatan pemadaman," ujar Suiswantoro.


Upaya pemadaman yang dilakukan regdam Damkar dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA), Regdam Kecamatan serta ROK perusahaan.


"Regu pemadam kita dibantu MPA dan RPK perusahaan aktif merespon seluruh laporan yang masuk dan langsung terjun melakukan pemadaman. Hanya memang di beberapa lokasi Karhutla sangat sulit kita jangkau, selain itu cuaca juga cukup panas ditambah hembusan angin yang cukup kencang," tambah Suis.


Hampir bisa dipastikan kata Suis, sebagian besar karhutla terjadi karena disengaja oleh si empunya lahan.Membakar dianggap cara yang paling cepat, murah dan efisiens untuk membersihkan lahan atau membuka lahan perkebunan baru.


Seperti kebakaran di desa Pematang Duku Timur. Kebakaran yang terjadi sejak seminggu lalu itu belum berhasil dipadamkan. Punca kebakaran diduga akibat pembukaan lahan baru oleh sejumlah oknum masyarakat.


"Informasi yang kita dapat, lokasi kebakaran masih milik PT Rimba Rokan Lestari (RRL). Lahan ini memang belum digarap perusahaan, tapi ada oknum masyarakat yang mengokupasi (menggarap) lahan tersebut, disanalah muncul titik api itu," sebut Suis lagi.


Seperti sering disampaikan Bupati kata Suis, saat ini kondisi cuaca cukup panas dan hembusan angin juga kuat, kondisi semacam ini sangat rentan terjadi kebakaran. "Kembali kita himbau agar kita tidak melakukan pembakaran di saat musim kering seperti sekarang ini, baik saat membersihkan maupun ketika membuka lahan baru. Jika sudah terjadi kebakaran bukan hanya si pembakar yang dihadapkan pada proses hukum tapi masyarakat banyak juga dirugikan akibat asap yang ditimbulkan," ujar Suis lagi. (Gus)

SHARE:
Berita Terkait
Forum DGICM ASEAN 2026, Dirjen Imigrasi RI Paparkan Tiga Pilar Strategi Penguatan Perbatasan

Forum DGICM ASEAN 2026, Dirjen Imigrasi RI Paparkan Tiga Pilar Strategi Penguatan Perbatasan

BPKAD Meranti Raih Terbaik II Pengguna Layanan Penilaian BMD di Seroja Awards 2026

BPKAD Meranti Raih Terbaik II Pengguna Layanan Penilaian BMD di Seroja Awards 2026

Patroli Rutin Babinsa dan MPA Perkuat Pencegahan Karhutla di Meranti

Patroli Rutin Babinsa dan MPA Perkuat Pencegahan Karhutla di Meranti

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Hidup Rukun dan Waspada Cuaca Ekstrem

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Hidup Rukun dan Waspada Cuaca Ekstrem

Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun

Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun

Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran

Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran

Komentar
Berita Terbaru