Rabu, 29 April 2026 WIB
Rabu, 29 April 2026 WIB

Lomba Dongeng BPUAD Tuai Masalah, Penetapan Pemenang Lomba Dinilai Tidak Fair

- Selasa, 26 Mei 2015 16:07 WIB
Lomba Dongeng BPUAD Tuai Masalah, Penetapan Pemenang Lomba Dinilai Tidak Fair

BENGKALIS –Lomba mendongeng tingkat SD yang dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan Umum Dokumentasi dan Arsip Daerah (BPUAD) pekan lalu menuai masalah. Penetapan juara untuk pemenang lomba tersebut dinilai tidak fair sehingga merugikan para peserta lomba.

Baca Juga:


Seperti diungkapkan oleh salah seorang wali murid, Zulkarnaen yang anaknya Shevita Zaila, ikut dalam lomba tersebut. Kepada sejumlah wartawan, Selasa (26/5), Zulkarnaen mengungkapkan, beberapa pemenang lomba sebenarnya lebih banyak membuat "kesalahan" bila dibandingkan dengan anaknya. Kesalahan dimaksud sesuai dengan apa yang disampaikan oleh tim juri Agus DS usai perlombaan seperti mengungkapkan kata-kata kasar/tidak tepat, ekspresi kurang, monoton seperti pidato dan asyik cerita sendiri.


"Justru yang menang yang banyak melanggar. Padahal, dalam technical meeting hanya disebutkan, yang "dimaafkan" alias tidak dinilai adalah kostum, alat peraga, dan waktu, karena ada pelatih/guru yang bertanya waktu itu," kata Zulkarnaen.


Terkait dengan anaknya yang tidak mendapat juara, bahkan untuk juara harapan, Ia sudah menanyakan langsung ke Agus DS. Menurut Agus, anaknya asyik cerita sendiri dengan kata lain terbebani dengan materi. Bagaimana dengan ungkapan kasar, ekspresi kurang? Menurut Agus itu bukan bagian yang dinilai.


"Padahal saat technical meeting, bahkan setelah selesai lomba, Kak Agus mengungkapkan bagaimana seorang pendongeng itu harus mampu membawakan berbagai karakter. Membeda-bedakan suara sesuai dengan karakter yang dimainkan. Itu yang anak saya lakukan, dan semua penonton tau itu. Eh juara harapan pun tidak dapat," papar Zulkarnaen.


Karena merasa penasaran, dirinya terus menanyakan terkait penentuan juara harapan yang penampilannya biasa-biasa saja. "Jawaban Kak Agus melalui sms sangat menyedihkan, bahwa dirinya hanya diminta untuk menetapkan juara I, II dan III. Perihal juara harapan hanya spontanitas," ujar Zulkarnaen sambil menunjukkan isi sms tersebut kepada wartawan.


Terkait persoalan itu, Zulkarnaen mengaku sudah berusaha meminta penjelasan dari BPUAD, baik Kepala BPUAD maupun panitia pelaksana. Dirinya hanya meminta transparansi tentang hasil penilaian dari masing-masing juri, namun menurut panitia, mereka tidak memegang hasil penilaian tersebut.


"Menurut salah seorang panitia Ifan, mereka hanya disodori surat penetapan pemenang lomba dari juara I hingga harapan III. Soal hasil penilaiannya mereka tidak punya. Ini tentu sangat menyedihkan, untuk sebuah perlombaan yang pemenangnya mewakili Kabupaten Bengkalis ke tingkat propinsi, dan diseleksi oleh juri berkelas internasional (Agus DS,red), tapi tidak ada pertinggal hasil penilaian.


Zulkarnaen sendiri mengaku tidak akan meminta pembatalan pemenang. Namun, dengan kejadian ini, hendaknya juri maupun panitia penyelenggara bisa memetik pelajaran untuk lebih berhati-hati. "Selain persoalan yang saya sebutkan tadi, saya sarankan juga untuk juri jangan hanya dua orang, paling tidak 3 orang agar fair," katanya.


Terpisah, Kepala BPUAD HM Khairuddin R Nur saat dihubungi wartawan mengaku selama kegiatan berlangsung dirinya tidak ada di tempat. Namun, sebagai pimpinan dirinya sudah mewanti-wanti panitia agar benar-benar fair dalam menentukan pemenang. "Coba tanyakan ke panitia," ujarnya.


Sementara itu, panitia bidang lomba dongeng, Ifan, saat dihubungi mengakui kalau untuk penetapan pemenang lomba, pihanya hanya mendapatkan surat penetapan pemenang. "Untuk kriteria hasil penilaian dari masing-masing peserta tidak ada sama kita," ujarnya. (Gus)

SHARE:
Berita Terkait
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla

Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit

Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre

MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre

Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Komentar
Berita Terbaru