LAM Riau Dukung Penuh Warkah Amaran FKPMR
PEKANBARU - Berkenaan dengan Warkah Amaran dikeluarkan oleh Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) mendukung penuh dan meminta agar anak kemenakan dan semua pemangku kepentingan LAM Riau berperan serta secara aktif dalam merealisasikan tuntutan-tuntutan yang termaktub dalam Warkah Amaran FKPMR tersebut.
Berkenaan bencana asap, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Al azhar mengemukakan bahwa penanganan yang sudah dan sedang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) nyatanya belum mampu mengurangi malapetaka yang mengepung masyarakat Riau saat ini.
Indeks standar pencemaran udara dalam beberapa hari ini tidak berganjak [tidak berubah] dari level berbahaya dan sangat tidak sehat. "Artinya, daerah sudah tidak mampu mengatasi ancaman tersebut," kata Al azhar.
Oleh karena itu, dia menekankan agar pemerintah daerah sekarang juga meminta pemerintah pusat untuk turun-tangan, menyatakan status tanggap darurat, sehingga sumber daya yang ada di negara ini bisa dikerahkan untuk menyelamatkan 6 juta lebih penduduk Riau bersama puluhan juta rakyat dari provinsi lainnya di Indonesia yang terpapar asap.
"Bagi rakyat, sikap dan tindakan pemimpin menentukan hadir atau absennya negara, terutama dalam keadaan susah dan terancam malapetaka seperti ini," kata Al azhar.
Keragu-raguan pemimpin di tengah-tengah terpaan bencana yang dialami rakyatnya hanya akan memperberat beban bencana yang dialami rakyat itu.
"Jangan pertaruhkan nasib jutaan rakyat di meja perjudian gengsi, karir, dan pernak-pernik citra kekuasaan," tambah Al azhar.(pog/red)
Berkenaan bencana asap, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Al azhar mengemukakan bahwa penanganan yang sudah dan sedang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) nyatanya belum mampu mengurangi malapetaka yang mengepung masyarakat Riau saat ini.
Indeks standar pencemaran udara dalam beberapa hari ini tidak berganjak [tidak berubah] dari level berbahaya dan sangat tidak sehat. "Artinya, daerah sudah tidak mampu mengatasi ancaman tersebut," kata Al azhar.
Oleh karena itu, dia menekankan agar pemerintah daerah sekarang juga meminta pemerintah pusat untuk turun-tangan, menyatakan status tanggap darurat, sehingga sumber daya yang ada di negara ini bisa dikerahkan untuk menyelamatkan 6 juta lebih penduduk Riau bersama puluhan juta rakyat dari provinsi lainnya di Indonesia yang terpapar asap.
"Bagi rakyat, sikap dan tindakan pemimpin menentukan hadir atau absennya negara, terutama dalam keadaan susah dan terancam malapetaka seperti ini," kata Al azhar.
Keragu-raguan pemimpin di tengah-tengah terpaan bencana yang dialami rakyatnya hanya akan memperberat beban bencana yang dialami rakyat itu.
"Jangan pertaruhkan nasib jutaan rakyat di meja perjudian gengsi, karir, dan pernak-pernik citra kekuasaan," tambah Al azhar.(pog/red)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komentar