Kritik Pedas dan Saran 'Berjujai' Di Medsos, Ini kata Kadishubkominfo
BENGKALIS -Pelabuhan penyeberanganroro di Bengkalis mengalami sedimentasi yang berdampak kepada terjadinya pendangkalan. Untuk itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) akan melakukan perencanaan pengerukan secara komprehensif.
"Secara geografis tekstur pantai di Bengkalis inikan berlumpur sehingga proses sedimentasi mudah terjadi. Bukan hanya pelabuhan penyeberangan yang baru dibangun itu saja, melainkan juga pelabuha-pelabuhan lain. Karena itu, butuh perencanaan yang matang untuk kegiatan pengerukan," ujar Kadishubkoninfo Bengkalis, H Jaafar Arief kepada wartawan, Senin (11/7).
Dikatakan, sebelum-sebelumnya, pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) dan Bandar Sri Setia Raja (BSSR) juga mengalami pendangkalan dan untuk memudahkan kapal beroperasi, dilakukan pengerukan. Tingkat sedimentasi ini berbeda antar satu pelabuhan dengan pelabuhan yang lain.
"Dan untuk kegiatan pengerukan secara komprehensif ini, kita tidak bisa asal-asalan, melainkan harus konsultasi dulu ke Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Direjen Hubla di Jakarta," ujar Jaafar.
Saat ditanya adanya kegiatan pengerukan di pelabuhan penyeberangan roro II Desa Air Putih, Jaafar mengatakan kegiatan pengerukan itu sifatnya terbatas, hanya sedalam 3 meter bertujuan untuk membersihkan dasar perairan dari potongan-potongan besi dan kayu yang bisa membahayakan kapal.
"Kalau untuk alur manuvernya belum, inilah rencananya mau kita lakukan sehingga kedepan, pelabuhan penyeberangan ini bisa berungsi secara optimal," kata Jaafar.
Menanggapi adanya kritikan pedas dan saran yang "berjujai" menghiasi laman facebook terkait pelayanan penyeberangan, Jaafar mengatakan segala kritik dan saran diterima dengan lapang dada. "Ini sudah menjadi resiko pekerjaan, yang pasti kita sudah berupaya semaksimal mungkin," katanya.
Menurut Jaafar, tidak semua keluhan di laman facebook seperti ada yang antri sampai 12 jam itu benar.Pihaknya sudah melakukan kalkulasi antara total kendaraan yang menyeberang dan jumlah serta trip armada yang difungsikan, maka antrian hingga 12 jam itu terlalu dibesar-besarkan.
"Yang namanya hari-hari besar, pasti antrian tidak terelakkan karena mobilitas kendaraan cukup tinggi. Tidak hanya di tempat kita, di Jakarta sana, jalan tol saja macet. Alhamdulillah, di tempat kita, dengan jumlah kendaraan yang makin banyak, lama antrian untuk menyeberang bisa kita tekan," kata Jaafar (Gus)
"Secara geografis tekstur pantai di Bengkalis inikan berlumpur sehingga proses sedimentasi mudah terjadi. Bukan hanya pelabuhan penyeberangan yang baru dibangun itu saja, melainkan juga pelabuha-pelabuhan lain. Karena itu, butuh perencanaan yang matang untuk kegiatan pengerukan," ujar Kadishubkoninfo Bengkalis, H Jaafar Arief kepada wartawan, Senin (11/7).
Dikatakan, sebelum-sebelumnya, pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) dan Bandar Sri Setia Raja (BSSR) juga mengalami pendangkalan dan untuk memudahkan kapal beroperasi, dilakukan pengerukan. Tingkat sedimentasi ini berbeda antar satu pelabuhan dengan pelabuhan yang lain.
"Dan untuk kegiatan pengerukan secara komprehensif ini, kita tidak bisa asal-asalan, melainkan harus konsultasi dulu ke Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Direjen Hubla di Jakarta," ujar Jaafar.
Saat ditanya adanya kegiatan pengerukan di pelabuhan penyeberangan roro II Desa Air Putih, Jaafar mengatakan kegiatan pengerukan itu sifatnya terbatas, hanya sedalam 3 meter bertujuan untuk membersihkan dasar perairan dari potongan-potongan besi dan kayu yang bisa membahayakan kapal.
"Kalau untuk alur manuvernya belum, inilah rencananya mau kita lakukan sehingga kedepan, pelabuhan penyeberangan ini bisa berungsi secara optimal," kata Jaafar.
Menanggapi adanya kritikan pedas dan saran yang "berjujai" menghiasi laman facebook terkait pelayanan penyeberangan, Jaafar mengatakan segala kritik dan saran diterima dengan lapang dada. "Ini sudah menjadi resiko pekerjaan, yang pasti kita sudah berupaya semaksimal mungkin," katanya.
Menurut Jaafar, tidak semua keluhan di laman facebook seperti ada yang antri sampai 12 jam itu benar.Pihaknya sudah melakukan kalkulasi antara total kendaraan yang menyeberang dan jumlah serta trip armada yang difungsikan, maka antrian hingga 12 jam itu terlalu dibesar-besarkan.
"Yang namanya hari-hari besar, pasti antrian tidak terelakkan karena mobilitas kendaraan cukup tinggi. Tidak hanya di tempat kita, di Jakarta sana, jalan tol saja macet. Alhamdulillah, di tempat kita, dengan jumlah kendaraan yang makin banyak, lama antrian untuk menyeberang bisa kita tekan," kata Jaafar (Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komentar