Kisruh Jaring Batu dan Rawai, Apa Perlu Bupati Turun Tangan?
BENGKALIS -Hiruk pikuk soal kisruh antara nelayan rawai dan jaring batu di Kecamatan Bantan terus terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat setidaknya 3 kasus terjadi buntut dari konflik jaring batu.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkalis Amril Mukminin berencana akan turun mengunjungi nelayan rawai dan nelayan jaring batu.
Hal ini diungkap Amril saat ditanya wartawan usai pelantikan pejabat administrator dan pengawas dilingkungan pemerintah Bengkalis, Rabu (11/1/2017).
Menurut Amril, pihaknya akan turun bersama Forkompinda lainnya menemui nelayan, guna melakukan sosialisasi dan pencerahan kepada nelayan agar konflik nelayan jaring batu dan rawai tidak bekepanjangan.
"Nanti kita jadwalkan ke sana bersama Forkompinda lainnya," ungkap dia.
Diutarakan Bupati, konflik yang terjadi antara nelayan jaring batu dan nelayan Rawai beberapa waktu lalu menjadi perhatian pihaknya. Bahkan dia telah mengintruksikan dinas perikanan untuk menyelesaikan masalah ini.
"Kemarin sudah kita intruksikan dinas perikanan, namun seperti diketahui kewenangan kelautan yang dulunya ada dinas perikanan sekarang sudah di tarik provinsi," ungkapnya.
Namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian serta pemerintahan kecamatan dan desa, agar menjaga kondisi di sana tetap kondusif.(Gus)
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkalis Amril Mukminin berencana akan turun mengunjungi nelayan rawai dan nelayan jaring batu.
Hal ini diungkap Amril saat ditanya wartawan usai pelantikan pejabat administrator dan pengawas dilingkungan pemerintah Bengkalis, Rabu (11/1/2017).
Menurut Amril, pihaknya akan turun bersama Forkompinda lainnya menemui nelayan, guna melakukan sosialisasi dan pencerahan kepada nelayan agar konflik nelayan jaring batu dan rawai tidak bekepanjangan.
"Nanti kita jadwalkan ke sana bersama Forkompinda lainnya," ungkap dia.
Diutarakan Bupati, konflik yang terjadi antara nelayan jaring batu dan nelayan Rawai beberapa waktu lalu menjadi perhatian pihaknya. Bahkan dia telah mengintruksikan dinas perikanan untuk menyelesaikan masalah ini.
"Kemarin sudah kita intruksikan dinas perikanan, namun seperti diketahui kewenangan kelautan yang dulunya ada dinas perikanan sekarang sudah di tarik provinsi," ungkapnya.
Namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian serta pemerintahan kecamatan dan desa, agar menjaga kondisi di sana tetap kondusif.(Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran
Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti
Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum
Komentar