Sabtu, 20 Juni 2026 WIB
Sabtu, 20 Juni 2026 WIB

Ketua FKUB Kab.Bengkalis Imbau Masyarakat Jangan Terpengaruh Isu People Power

- Selasa, 14 Mei 2019 20:01 WIB
Ketua FKUB Kab.Bengkalis Imbau Masyarakat Jangan Terpengaruh Isu People Power

BENGKALIS - Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kabupaten Bengkalis H M Nur Nawami mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu pengerahan people power jelang penetapan final perolehan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) 22 Mei 2019 mendatang.

"Kami berharap masyarakat dapat lebih dewasa menyikapi isu ini dan menyikapi perbedaan karena perbedaan itu justru memperkaya bangsa dan negara ini," kata H M Nur Nawami Selasa (14/5/2019).

H M Nur Nawami menerangkan bahwa isu people power tidak perlu disampaikan di forum-forum.

"Karena tidak produktif," ujarnya.

Menurutnya, pengerahan massa alias people power merupakan cara yang bertentangan dengan sistem perundang-undangan yang ada terkait pengaduan pelanggaran Pemilu.

Dia mengatakan bahwa masyarakat telah diberi sejumlah pilihan untuk menyelesaikan sengketa Pemilu. Yakni melalui Bawaslu, Mahkamah Konstitusi (MK), dan Kepolisian.

"Andai ada kecurangan batau sesuai yang tidak memuaskan mereka mestinya jalur itu yang ditempuh," tukasnya.

Lebih lanjut, H M Nur Nawami mengatakan bahwa gerakan people power tidak menjamin kondisi bangsa lebih baik. Dia kemudian mencontoh sejumlah negara yang porak-poranda gara-gara people power seperti Irak dan Syiria.

"Justru people power menghancurkan peradaban yang sudah dibangun lama di sana. Saya mengimbau bagi pihak yang kalah untuk legawa," ujarnya.

H M Nur Nawami juga menambahkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dan para tokoh masyarakat untuk meredam dampak isu tersebut di wilayah Kabupaten Bengkalis.

"Jumat besok kami juga akan kumpulkan para tokoh agama se-Kab.Bengkalis untuk menciptakan kondisi kondusif di Bengkalis," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, isu pengerahan people power berhembus menjelang penetapan final hasil perolehan suara Pemilu 2019 oleh KPU. Isu yang digagas oleh simpatisan capres-cawapres nomor urut 02 tersebut untuk memprotes hasil perolehan suara (real count) oleh KPU.[red]

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan

Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan

Komsos dengan Warga Banglas, Babinsa Tekankan Kebersihan dan Keamanan Lingkungan

Komsos dengan Warga Banglas, Babinsa Tekankan Kebersihan dan Keamanan Lingkungan

Babinsa bersama Warga Melai Intens Patroli Cegah Karhutla

Babinsa bersama Warga Melai Intens Patroli Cegah Karhutla

Polda Riau Rotasi Dua Kasat dan Kapolsek di Polres Kepulauan Meranti

Polda Riau Rotasi Dua Kasat dan Kapolsek di Polres Kepulauan Meranti

Pemkab Kepulauan Meranti dan Kemenhub Bersepakat Siapkan SDM Transportasi Darat

Pemkab Kepulauan Meranti dan Kemenhub Bersepakat Siapkan SDM Transportasi Darat

Jelang Sosek Malindo 2026, Imigrasi Selatpanjang dan Konsulat Malaysia Perkuat Koordinasi

Jelang Sosek Malindo 2026, Imigrasi Selatpanjang dan Konsulat Malaysia Perkuat Koordinasi

Komentar
Berita Terbaru