Jika MY Dipaksakan, Ketua DPRD Bengkalis Pesimis Gaji Honorer Terbayar
BENGKALIS - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Abdul Kadir mengatakan bahwa APBD tahun 2018 terjadi defisit anggaran Rp1,4 Triliun lebih dan tersisa Rp 800 Milyar. Jika proyek Multiyears tetap dipaksakan, maka dampaknya anggaran untuk pembayaran gaji honorer tidak mencukupi.
Penegasan Ketua DPRD Bengkalis ini terkait terjadinya defisit anggara dan akan dilakukan rasionalisi melalui pembahasan dan pihaknya juga sudah menjadwalkan rapat Bamus untuk menentukan agenda-agenda rapat soal rasionalisasi APBD 2018 tersebut.
"Apabila nantinya proyek MY tetap di paksakan, maka untuk gaji honorer sudah tidak akan kebagian lagi duitnya. Sebab itu, dengan melakukan rapat rasionalisasi antara Legeslatif bersama Eksekutif tersebut, untuk menentukan mana-mana kegiatan yang harus menjadi prioritas," kata Abdul Kadir, kepada sejumlah wartawan, Senin (2/7/18) kemaren.
Baca Juga:
BACA JUGA:
Terkait Penggeledahan KPK, Ketua DPRD Bengkalis: Saya Kira Gurau.. 'Alamak, Ternyata Benar!
Syahrial Tinggalkan Jabatannya?.. Komisi II DPRD Bengkalis Tanpa Nakhoda
Pansus LKPJ Tinjau Jalan Lingkar Dorak Selatpanjang
Dampak defisit tersebut, Abdul Kadir juga menegaskan kepada SOPD untuk tidak melakukan kegiatan apapun yang berasal dari dana APBD. Sebelum dilakukan rasionalisasi, karena apabila kegiatan tersebut tetap dilaksanakan akan terkendala terkait dananya.
"SOPD yang berani melaksanakan kegiatan akan kita panggil, untuk mengetahui dananya akan diambil dari mana. Karena rasionalisasi anggaran belum kita lakukan," tegas Abdul Kadir. [And]
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai
Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan