Jelang Festival Lampu Colok, Keamanan dan Kreatifitas Jadi Bagian Penilaian
BENGKALIS -Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) menetapkan beberapa kriteria penilaian pada festival lampu colok yang akan diselenggarakan mulai malam 27 Ramadan mendatang.
Baca Juga:
Di antara kriteria penilaian itu adalah bentuk fisik bangunan, keamanan, ketertiban dan kreatifitas yang bernuansa Islami.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkalis, H Edwar mengatakan beberapa kriteria tersebut menjadi dasar penilaian pada hari H, mulai malam 27 Ramadan hingga malam Lebaran.
"Seperti penilaian dari sisi bangunan, yang kita nilai dari kekokohan bangunan, letaknya tidak membahayakan atau menggangu aktivitas pengguna jalan, serta ketinggian menaranya. Untuk ketinggian itu minimal 3.50 meter," papar Eduar, Minggu (28/6).
Sedangkan untuk penilaian keamanan, meliputi lebar kontruksi gerbang baik dari sisi kiri dan kalan jalan itu sekitar 5 meter, dan kebersihan di sekitar kontruksi menara (gerbang) serta yang jelas tidak boleh menggunakan badan jalan.
"Selain itu, aspek kriteria penilaian berikutnya, pesan dan kesan suatu bangunan yang dibangun bernuansa islami, keindahan lampu colok, kerapian menara dan lampu, kekompakan pengurus (panitia api colok) serta banyaknya lampung colok," jelasnya lagi.
Eduar mengungkapkan tradisi lampu colok menjelang lebaran ini, merupakan khasanah budaya yang dimiliki Kabupaten Bengkalis berjuluk Negeri Junjungan. (Gus)
Komsos di Selatpanjang Kota, Babinsa Ajak Warga Utamakan Keselamatan Beraktivitas
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Rutin Sisir Desa Bantar
Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Dirjen Imigrasi Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas dan Benahi Layanan Publik
Kejurda SMI Pekanbaru 2026, Perguruan Pencak Silat SMI Komwil Meranti Sabet 50 Medali
Kejurprov Catur Riau 2026: Kontingen Meranti Raih Tiga Emas, KONI Bidik Lima Besar Porprov 2027