Jalan Bantan Air Rusak Parah
BENGKALIS -Jalan Bantan mulai dari , Bantan Air dan sebagian Muntai kecamatan Bantan rusak parah. Lobang menganga hampir di semua badan jalan. Saat hari hujan, lobang-lobang itu dipenuhi oleh air layaknya kolam ikan. Ketika cuaca panas pengendara yang melewati jalan tersebut harus rela berteman dengan hujan debu.
Jalan Bantan Air ini termasuk jalan lama yang tak kunjung diperbaiki kendati kondisi sudah sangat parah. Pemkab Bengkalis memang sudah mengagendakan perbaikan jalan poros ini. Pada 2015 lalu jalan itu sudah ditimbun dengan base, namun sampai sekarang belum dilanjutkan pengerjaannya. Akibatnya jalan tersebut kini tambah parah. Warga mengibaratkan melewati jalan tersebut seperti goyang rege.
Menurut Titin (27 ) salah seorang warga Bantan Air, untuk dapat melewati jalan tersebut harus pandai-pandai memilih jalan yang buruk dari yang terburuk. Kalau tidak, bisa-bisa terjatuh dari kendaraan karena pada umumnya jalan penuh lubang,;mulai yang besar hingga yang kecil.
Dari sejak saya SD hingga sudah bekerja rasanya belum ada menikmati jalan mulus di kampung halaman. Setiap hari kami berkutat dengan jalan berdebu ketika hari hujan, dan melalui jakan yang ada 'kolam' ketika musim hujan,"ujar PNS yang setiap hari melewati jalan untuk ke kantornya di Selatbaru.
Menurut warga lainnya Sumi, kondisi jalan seperti itu akhirnya sudah menjadi hal yang biasanya bagi masyarakat. Saking selalunya menikmati jalan berlobang.
"Yang kasihan itu ketika mereka yang sakit yang dibawa ke rumah sakit ataupun Puskesmas Selatbaru, terutama mereka yang mau melahirkan. Kita yang dalam kondisi sehat saja melewati jalan itu sakit-sakit badan rasanya. Apalagi yang mau melahirkan. Tak terbayangkan bagaimana mereka menahan sakit saat melewati jalan berlobang-lobang itu,"ujar Sumi.
Memang kata Sumi, sudah sangat banyak perbaikan jalan yang dilakukan pemkab Bengkalis di jalan Bantan. Namun kenapa untuk di kawasan, Bantan Air sampai sebagian Muntai, jalannya tak pernah mulus .
"Kalau di Selatbaru hingga sebagian Bantan Tengah saat ini sudah mulus. Kita berharap kepada Pemkab Bengkalis jalan di daerah kami juga dimuluskan. Kalau bisa jelang lebaran ini, kami tak lagi melewati jalan berlobang ,"tutup Sumi.(Gus)
Jalan Bantan Air ini termasuk jalan lama yang tak kunjung diperbaiki kendati kondisi sudah sangat parah. Pemkab Bengkalis memang sudah mengagendakan perbaikan jalan poros ini. Pada 2015 lalu jalan itu sudah ditimbun dengan base, namun sampai sekarang belum dilanjutkan pengerjaannya. Akibatnya jalan tersebut kini tambah parah. Warga mengibaratkan melewati jalan tersebut seperti goyang rege.
Menurut Titin (27 ) salah seorang warga Bantan Air, untuk dapat melewati jalan tersebut harus pandai-pandai memilih jalan yang buruk dari yang terburuk. Kalau tidak, bisa-bisa terjatuh dari kendaraan karena pada umumnya jalan penuh lubang,;mulai yang besar hingga yang kecil.
Dari sejak saya SD hingga sudah bekerja rasanya belum ada menikmati jalan mulus di kampung halaman. Setiap hari kami berkutat dengan jalan berdebu ketika hari hujan, dan melalui jakan yang ada 'kolam' ketika musim hujan,"ujar PNS yang setiap hari melewati jalan untuk ke kantornya di Selatbaru.
Menurut warga lainnya Sumi, kondisi jalan seperti itu akhirnya sudah menjadi hal yang biasanya bagi masyarakat. Saking selalunya menikmati jalan berlobang.
"Yang kasihan itu ketika mereka yang sakit yang dibawa ke rumah sakit ataupun Puskesmas Selatbaru, terutama mereka yang mau melahirkan. Kita yang dalam kondisi sehat saja melewati jalan itu sakit-sakit badan rasanya. Apalagi yang mau melahirkan. Tak terbayangkan bagaimana mereka menahan sakit saat melewati jalan berlobang-lobang itu,"ujar Sumi.
Memang kata Sumi, sudah sangat banyak perbaikan jalan yang dilakukan pemkab Bengkalis di jalan Bantan. Namun kenapa untuk di kawasan, Bantan Air sampai sebagian Muntai, jalannya tak pernah mulus .
"Kalau di Selatbaru hingga sebagian Bantan Tengah saat ini sudah mulus. Kita berharap kepada Pemkab Bengkalis jalan di daerah kami juga dimuluskan. Kalau bisa jelang lebaran ini, kami tak lagi melewati jalan berlobang ,"tutup Sumi.(Gus)
Baca Juga:
- MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
- Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
- Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
SHARE:
Berita Terkait
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komsos Babinsa di Selatpanjang Timur, Tekankan Gotong Royong dan Antisipasi Karhutla
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Alahair Timur
Sertu Amsyaya Temui Warga Insit, Perkuat Komunikasi Sosial
Komentar