Irwan Lantik 43 Pejabat Eselon III dan IV
MERANTI -Bupati Kabupaten Kepualauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si memimpin pelantikan pejabat Eselon II dan IV dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, pelantikan dalam rangka melakukan penyegaran dan promosi pegawai guna percepatan program pembangunan tersebut, digelar di Aula Kantor Bupati Meranti, Kamis (14/10).
Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim, Sekdakab. Meranti H. Iqaruddin, Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Pendidikan Dra. Revirianto dan lainnya.
Pelantikan sebanyak 43 orang Pejabat Eselon III dan IV, mulai dari Kasubag/Kasi/Lurah, Kabid, Camat hingga Sekretaris Dinas tersebut, ditandai dengan pengucapkan sumbah oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si diikuti oleh seluruh pejabat Eselon III dan IV yang dilantik dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah oleh perwakilan dan pemasangan tanda pangkat dan jabatan.
Dalam keteranganya, terkait mutasi yang hampir 2 tahun tidak dilakukan dan merupakan yang pertama kali sejak periode kedua Bupati Irwan menjabat tersebut, adalah dalam rangka melakukan penyegaran pegawai dan mensukseskan program pemerintah. "Mutasi Ini sangat penting bagi karier PNS dan dalam rangka mensukseskan program pemerintah daerah yang telah dianggarkan dalam APBD Meranti di tiap tahun anggaran," jelas Bupati.
Mutasi sendiri bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan akibat adanya beberapa pejabat yang telah memasuki usia pensiun, pergeseran, pindah tugas, dan karena diberlakukannya UU ASN.
Dalam mutasi kali ini banyak terdapat promosi, dan demosi, dalam rangka menyesuaikan dengan UU ASN. Dan mutasi itu sendiri ditegaskan Bupati, sesuai dengan kebutuhan, kinerja dan karakteristik dari pegawai yang bersangkutan.
Dari hasil evaluasi Bupati dan tim Baperjakat Pemda Meranti, diketahui mutasi dan promosi jabatan PNS dilingkungan Pemkab. Meranti yang sudah cukup lama tidak dilakukan sangat berkorelasi terhadap semangat juang pejabat, dan penurunan semangat kerja. Terbukti meski pimpinan dengan gigih memberikan motivasi namun kinerja masih terlihat lemah.
Dengan adanya mutasi ini diharapkan kinerja dari pegawai kembali terpacu, jika tidak, bukan tidak mungkin pejabat yang mendapat promosi akan kehilangan jabatan. Saya tegaskan bekerjalah dengan sungguh-sungguh, karena bukan hanya promosi yang bisa dilakukan tapi bisa Non Job, serta Demosi," jelas Bupati.
Bupati Irwan juga menegaskan, dalam mutasi kali ini tidak ada sogok menyogok, money politik dan intervensi dari siapapun semuanya bersifat independen dan penempatan sendiri sesuai dengan keahlian dan karakteristik pegawai bersangkutan. "Jika kita temukan adanya oraktek money politik maka oknum yang melakukan akan diberikan sanksi berat,"papar Bupati.
Kedepan seperti diutarakan Bupati, dalam waktu dekat mutasi pejabat akan kembali dilakukan. Khusus jabatan Eselon II akan dilakukan lelang sesuai dengan amanat UU ASN. "Dalam waktu tak terlalu lama kita akan melakukan Asesmen seiring diberlakukannya SOTK yang baru," jelas Bupati.
Untuk itu ia menghimbau kepada yang berminat mengisi jabatan Eselon II untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti asesment. Sehingga hasilnya benar-benar pejabat yang mampu mengeksekusi berbagai program demi mendorong kemajuan di kabupaten Meranti.
Namun Bupati juga juga menegaskan Asesment juga bukan satu satunya pengukur kepintaran PNS dan PNS yang pintar belum tentu bisa bekerja baik. Tapi juga bergantung pada integritas, moralitas dan sensitifitas pegawai itu sendiri. Bahkan ditingkat pusat dikatakan Bupati Irwan untuk diangkat menjadi pejabat dikaji hingga kelingkungan tempat ringgalnya. "Kepada bapak ibu yang diberi amanat perhatikan masalah sosial ini, karena pejabat publik harus menjadi agen of change, dan menjadi perpanjangan tangan Kepala Daerah dilapangan. Sukses tidak suksesnya Bupati dan Wakil Bupati tergantung dari pejabat SKPD, jika bekerja baik maka baiklah Bupati dan Wakil begitu sebaiknya," terang Bupati.
Akhir kata Bupati mengingatkan kepada PNS dan pejabat dilingkungan Pemkab. Meranti untuk tidak mengkonsumsi narkotika dan melakukan korupsi sesuai dengan komitmen dari Bupati dan Wakil Bupati Meranti. "Bebas Korupsi dan Narkoba adalah komitmen Bupati dan Wakil Bupati," tegas Irwan.
Akhir kata demi cepatnya roda pemerintahan Bupati meminta kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk segera melakukan penyesuaian diri dan mempelajari tupoksi masing karena saat ini Meranti dihadapkan pada tugas yang berat, mulai dari menuntaskan APBD 2016, hingga menyelesaikan perubahan APBD 2016 yang membutuhkan konsentrasi untuk itu Bupati menghimbau kepada pejabat eselon untuk tidak meninggalkan tempat hingga akhir tahun. "pejabat sekalian sampai akhir tahun saya harap jangan meninggalkan tempat, jangan hilang-hilang timbul tolong masalah kehadiran diperhatikan," ujar Bupati terus mendorong lebih disiplin agar menjadi pegawai yang bisa diandalkan. (ione)
Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim, Sekdakab. Meranti H. Iqaruddin, Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Pendidikan Dra. Revirianto dan lainnya.
Pelantikan sebanyak 43 orang Pejabat Eselon III dan IV, mulai dari Kasubag/Kasi/Lurah, Kabid, Camat hingga Sekretaris Dinas tersebut, ditandai dengan pengucapkan sumbah oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si diikuti oleh seluruh pejabat Eselon III dan IV yang dilantik dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah oleh perwakilan dan pemasangan tanda pangkat dan jabatan.
Dalam keteranganya, terkait mutasi yang hampir 2 tahun tidak dilakukan dan merupakan yang pertama kali sejak periode kedua Bupati Irwan menjabat tersebut, adalah dalam rangka melakukan penyegaran pegawai dan mensukseskan program pemerintah. "Mutasi Ini sangat penting bagi karier PNS dan dalam rangka mensukseskan program pemerintah daerah yang telah dianggarkan dalam APBD Meranti di tiap tahun anggaran," jelas Bupati.
Mutasi sendiri bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan akibat adanya beberapa pejabat yang telah memasuki usia pensiun, pergeseran, pindah tugas, dan karena diberlakukannya UU ASN.
Dalam mutasi kali ini banyak terdapat promosi, dan demosi, dalam rangka menyesuaikan dengan UU ASN. Dan mutasi itu sendiri ditegaskan Bupati, sesuai dengan kebutuhan, kinerja dan karakteristik dari pegawai yang bersangkutan.
Dari hasil evaluasi Bupati dan tim Baperjakat Pemda Meranti, diketahui mutasi dan promosi jabatan PNS dilingkungan Pemkab. Meranti yang sudah cukup lama tidak dilakukan sangat berkorelasi terhadap semangat juang pejabat, dan penurunan semangat kerja. Terbukti meski pimpinan dengan gigih memberikan motivasi namun kinerja masih terlihat lemah.
Dengan adanya mutasi ini diharapkan kinerja dari pegawai kembali terpacu, jika tidak, bukan tidak mungkin pejabat yang mendapat promosi akan kehilangan jabatan. Saya tegaskan bekerjalah dengan sungguh-sungguh, karena bukan hanya promosi yang bisa dilakukan tapi bisa Non Job, serta Demosi," jelas Bupati.
Bupati Irwan juga menegaskan, dalam mutasi kali ini tidak ada sogok menyogok, money politik dan intervensi dari siapapun semuanya bersifat independen dan penempatan sendiri sesuai dengan keahlian dan karakteristik pegawai bersangkutan. "Jika kita temukan adanya oraktek money politik maka oknum yang melakukan akan diberikan sanksi berat,"papar Bupati.
Kedepan seperti diutarakan Bupati, dalam waktu dekat mutasi pejabat akan kembali dilakukan. Khusus jabatan Eselon II akan dilakukan lelang sesuai dengan amanat UU ASN. "Dalam waktu tak terlalu lama kita akan melakukan Asesmen seiring diberlakukannya SOTK yang baru," jelas Bupati.
Untuk itu ia menghimbau kepada yang berminat mengisi jabatan Eselon II untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti asesment. Sehingga hasilnya benar-benar pejabat yang mampu mengeksekusi berbagai program demi mendorong kemajuan di kabupaten Meranti.
Namun Bupati juga juga menegaskan Asesment juga bukan satu satunya pengukur kepintaran PNS dan PNS yang pintar belum tentu bisa bekerja baik. Tapi juga bergantung pada integritas, moralitas dan sensitifitas pegawai itu sendiri. Bahkan ditingkat pusat dikatakan Bupati Irwan untuk diangkat menjadi pejabat dikaji hingga kelingkungan tempat ringgalnya. "Kepada bapak ibu yang diberi amanat perhatikan masalah sosial ini, karena pejabat publik harus menjadi agen of change, dan menjadi perpanjangan tangan Kepala Daerah dilapangan. Sukses tidak suksesnya Bupati dan Wakil Bupati tergantung dari pejabat SKPD, jika bekerja baik maka baiklah Bupati dan Wakil begitu sebaiknya," terang Bupati.
Akhir kata Bupati mengingatkan kepada PNS dan pejabat dilingkungan Pemkab. Meranti untuk tidak mengkonsumsi narkotika dan melakukan korupsi sesuai dengan komitmen dari Bupati dan Wakil Bupati Meranti. "Bebas Korupsi dan Narkoba adalah komitmen Bupati dan Wakil Bupati," tegas Irwan.
Akhir kata demi cepatnya roda pemerintahan Bupati meminta kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk segera melakukan penyesuaian diri dan mempelajari tupoksi masing karena saat ini Meranti dihadapkan pada tugas yang berat, mulai dari menuntaskan APBD 2016, hingga menyelesaikan perubahan APBD 2016 yang membutuhkan konsentrasi untuk itu Bupati menghimbau kepada pejabat eselon untuk tidak meninggalkan tempat hingga akhir tahun. "pejabat sekalian sampai akhir tahun saya harap jangan meninggalkan tempat, jangan hilang-hilang timbul tolong masalah kehadiran diperhatikan," ujar Bupati terus mendorong lebih disiplin agar menjadi pegawai yang bisa diandalkan. (ione)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komentar