Ini Pengakuan Supir Pick up Pembawa souvenir Paslon no 2
BENGKALIS - Andi Ismanto (20) warga Bantan Tengah, sopir Mobil Mitsubishi Colt LT 300 nopol BM 8937 LD berisi souvenir paslon Herliyan Saleh tidak bisa berbuat banyak saat dirinya ditangkap oleh polsek bantan, Senin (7/12/2015) malam tadi.
Pria tiap hari bekerja serabutan dengan mengharapkan upah trip pengangkutan mobil itu tidak menyangka akan berurusan dengan pihak berwajib. Ironis, pemilik barang yang menyuruh mengangkat tidak satupun yang datang melihat dirinya saat diintrogasi oleh pihak polisi.
Dari pengakuannya kepada sejumlah wartawan di kantor Polsek Bantan, Dirinya berdalih hanya mengambil jasa upah. Dia mengaku ditelpon oleh Tim Sukses Herliyan Saleh-Reza Pahlepi diketahui bernama Ilis dan Selamat untuk mengangkat puluhan kotak-kotak dan goni-goni yang tertutup rapi.
"Saya ngak menyangka kalau sampai berurusan sama pihak polisi. Mereka (Ilis dan Selamat,red) menelphon saya untuk mengangkat barang itu dengan upah Rp100 ribu," akui Andi dengan rona wajah tersipu.
Diakui Andi lagi, selain mengantarkan barang tersebut. Dirinya juga diperintahkan untuk mengantarkan barang barang itu ke rumah Ilis di desa Londang Desa Ulupulau dan selanjutnya juga ke rumah Selamat di Desa Bantan Tengah.
"Kalau saya tahu begini akibatnya, takkan saya mau diperintah oleh mereka," kesal Andi dengan wajah tertunduk.(boc)
Pria tiap hari bekerja serabutan dengan mengharapkan upah trip pengangkutan mobil itu tidak menyangka akan berurusan dengan pihak berwajib. Ironis, pemilik barang yang menyuruh mengangkat tidak satupun yang datang melihat dirinya saat diintrogasi oleh pihak polisi.
Dari pengakuannya kepada sejumlah wartawan di kantor Polsek Bantan, Dirinya berdalih hanya mengambil jasa upah. Dia mengaku ditelpon oleh Tim Sukses Herliyan Saleh-Reza Pahlepi diketahui bernama Ilis dan Selamat untuk mengangkat puluhan kotak-kotak dan goni-goni yang tertutup rapi.
"Saya ngak menyangka kalau sampai berurusan sama pihak polisi. Mereka (Ilis dan Selamat,red) menelphon saya untuk mengangkat barang itu dengan upah Rp100 ribu," akui Andi dengan rona wajah tersipu.
Diakui Andi lagi, selain mengantarkan barang tersebut. Dirinya juga diperintahkan untuk mengantarkan barang barang itu ke rumah Ilis di desa Londang Desa Ulupulau dan selanjutnya juga ke rumah Selamat di Desa Bantan Tengah.
"Kalau saya tahu begini akibatnya, takkan saya mau diperintah oleh mereka," kesal Andi dengan wajah tertunduk.(boc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun
Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran
Komsos di Selatpanjang Kota, Babinsa Ajak Warga Utamakan Keselamatan Beraktivitas
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Rutin Sisir Desa Bantar
Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Dirjen Imigrasi Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas dan Benahi Layanan Publik
Kejurda SMI Pekanbaru 2026, Perguruan Pencak Silat SMI Komwil Meranti Sabet 50 Medali
Komentar