Inflasi Riau Jauh Lebih Tinggi dari Inflasi Nasional
PEKANBARU -Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi sepanjang Juli 2017 di Riau sebesar 0,48 persen, jauh lebih tinggi dari inflasi nasional yang hanya 0,22 persen.
Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom, mengatakan lonjakan inflasi itu disebabkan kenaikan pada lima kelompok pengeluaran, yaitu; makanan, minuman jadi, rokok dan tembakau, pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,80 persen.
Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menyumbang 0,72 persen, kelompok bahan makanan 0,63 persen, dan kesehatan sebesar 0,13 persen. Sedangkan dua pengeluaran mengalami deflasi yaitu perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen, dan kelompok sandang 0,02 persen.
Komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah angkutan udara, bawang merah, nasi dengan lauk, buncis, biaya sekolah menengah atas, gulai, dan lain-lain. "Sedangkan komoditas menahan inflasi (deflasi) adalah bawang putih, jengkol, angkutan antar kota, pisang, udang basah, dan lain-lain," terangn Aden di Pekanbaru, Selasa (1/8) dilansir okeline
Di Sumatera, lanjutnya, tingkat inflasi di Pekanbaru yang tertinggi dengan 0,58 persen, disusul Padang (0,54 persen), dan Bungo (0,47 persen). "Inflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,01 persen," katanya.(olc)
Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom, mengatakan lonjakan inflasi itu disebabkan kenaikan pada lima kelompok pengeluaran, yaitu; makanan, minuman jadi, rokok dan tembakau, pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,80 persen.
Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menyumbang 0,72 persen, kelompok bahan makanan 0,63 persen, dan kesehatan sebesar 0,13 persen. Sedangkan dua pengeluaran mengalami deflasi yaitu perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen, dan kelompok sandang 0,02 persen.
Komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah angkutan udara, bawang merah, nasi dengan lauk, buncis, biaya sekolah menengah atas, gulai, dan lain-lain. "Sedangkan komoditas menahan inflasi (deflasi) adalah bawang putih, jengkol, angkutan antar kota, pisang, udang basah, dan lain-lain," terangn Aden di Pekanbaru, Selasa (1/8) dilansir okeline
Di Sumatera, lanjutnya, tingkat inflasi di Pekanbaru yang tertinggi dengan 0,58 persen, disusul Padang (0,54 persen), dan Bungo (0,47 persen). "Inflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,01 persen," katanya.(olc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Cegah Karhutla, Babinsa dan MPA Sisir Desa Insit
Komsos di Tanjung Samak, Babinsa Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan
PBFI Kepulauan Meranti Taja Kejurkab Men Fitness 2026
Komsos Jadi Sarana Babinsa Desa Lemang Perkuat Solidaritas Masyarakat
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Tebing Tinggi Intensifkan Patroli di Desa Sendaur
Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan
Komentar