Guru Madrasah di Bengkalis Berharap Honor Dibayar Sebelum Lebaran
BENGKALIS -Sejumlah guru honor madrasah di Kabupaten Bengkalis, berharap honor mereka sudah dibayar sebelum lebaran tahun ini, artinya masih ada sekitar satu bulan lagi Pemkab Bengkalis merealisasikan harapan ribuan guru honorer madrasah di Kabupaten Bengkalis.
Seperti disampaikan salah seorang guru madrasah, Zuraidah (45), Minggu (21/5). Katanya, keterlambatan pembayaran honor madrasah jangan sampai seperti tahun lalu, honor baru diterima di penghujung tahun atau mereka terpaksa menunggu hingga satu tahun penuh.
"Kami sangat berharap sebelum lebaran honor sudah bisa dibayarkan. Seperti disampaikan Plt Kadisdik Bengkalis, bahwa untuk tahun ini pembayaran honor guru madrasah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, tidak melalui Kemenag. Harapan kami, karena tidak ada persoalan kesalahan administrasi seperti tahun lalu, hendaknya pembayaran bisa dipercepat," harap Zuraidah.
Kalau memang harus dikonsultasikan ke institusi terkait soal bagaimana pembayaran honor madrasah dilakukan, hendaknya dilakukan dari awal-awal tahun (dari sekarang,red), sehingga bisa diantisipasi langkah-langkah yang harus diambil oleh Dinas Pendidikan.
"Jangan sudah mepet baru kita mau bertanya atau konsultasi ke BPK atau ke Jakarta. Kasihan guru madrasah, guru honor lain sudah menerima honor sejak awal tahun, sementara kita belum ada kepastian sampai hari ini," sebutnya.
Sebelum ini, Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Bengkalis, mempertanyakan honor bagi ribuan guru Madrasah yang hingga bulan Mei ini tak kunjung diterima. PGM berharap, keterlambatan dalam penyaluran bantuan kesejahteraan guru tersebut tidak seperti yang terjadi pada tahun 2016 lalu.
"Sekarang sudah di penghujung bulan Lima, guru-guru kita yang mengajar di madrasah belum menerima honor. Kami berharap agar hal ini menjadi perhatian serius Pemkab Bengkalis," papar Ketua PGM Kabupaten Bengkalis, H Ridwan, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, terkait penyaluran dana bantuan kesejahteraan yang diperuntukkan bagi guru-guru madrasah di Kabupaten Bengkalis, pihaknya tidak mempersoalkan apabila tahun ini direncanakan akan disalurkan oleh Dinas Pendidikan Bengkalis.
Yang penting kata Ridwan, bagaimana ribuan guru yang tersebar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Madrasah Diniyyah Takmiliyah Al-Islamiyyah (MDTA), Madrasah Tsanawiyyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada ini diperhatikan dan dibayarkan honornya secepat mungkin.
"Bayangkan, di tahun 2017 ini sudah jalan lima bulan guru-guru kita tak bergaji. Ramai yang bertanya-tanya kapan honor mengajar akan diterima. Hendaknya kasus yang pernah terjadi tahun 2016 lalu, tak semestinya terulang kembali, dimana para guru ketika itu baru menerima bantuan kesejahteraannya di penghujung tahun. Artinya, mereka harus sabar menunggu honor keluar selama satu tahun penuh, karena dipicu adanya kesalahan administrasi," imbuhnya lagi. (Gus)
Seperti disampaikan salah seorang guru madrasah, Zuraidah (45), Minggu (21/5). Katanya, keterlambatan pembayaran honor madrasah jangan sampai seperti tahun lalu, honor baru diterima di penghujung tahun atau mereka terpaksa menunggu hingga satu tahun penuh.
"Kami sangat berharap sebelum lebaran honor sudah bisa dibayarkan. Seperti disampaikan Plt Kadisdik Bengkalis, bahwa untuk tahun ini pembayaran honor guru madrasah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, tidak melalui Kemenag. Harapan kami, karena tidak ada persoalan kesalahan administrasi seperti tahun lalu, hendaknya pembayaran bisa dipercepat," harap Zuraidah.
Kalau memang harus dikonsultasikan ke institusi terkait soal bagaimana pembayaran honor madrasah dilakukan, hendaknya dilakukan dari awal-awal tahun (dari sekarang,red), sehingga bisa diantisipasi langkah-langkah yang harus diambil oleh Dinas Pendidikan.
"Jangan sudah mepet baru kita mau bertanya atau konsultasi ke BPK atau ke Jakarta. Kasihan guru madrasah, guru honor lain sudah menerima honor sejak awal tahun, sementara kita belum ada kepastian sampai hari ini," sebutnya.
Sebelum ini, Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Bengkalis, mempertanyakan honor bagi ribuan guru Madrasah yang hingga bulan Mei ini tak kunjung diterima. PGM berharap, keterlambatan dalam penyaluran bantuan kesejahteraan guru tersebut tidak seperti yang terjadi pada tahun 2016 lalu.
"Sekarang sudah di penghujung bulan Lima, guru-guru kita yang mengajar di madrasah belum menerima honor. Kami berharap agar hal ini menjadi perhatian serius Pemkab Bengkalis," papar Ketua PGM Kabupaten Bengkalis, H Ridwan, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, terkait penyaluran dana bantuan kesejahteraan yang diperuntukkan bagi guru-guru madrasah di Kabupaten Bengkalis, pihaknya tidak mempersoalkan apabila tahun ini direncanakan akan disalurkan oleh Dinas Pendidikan Bengkalis.
Yang penting kata Ridwan, bagaimana ribuan guru yang tersebar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Madrasah Diniyyah Takmiliyah Al-Islamiyyah (MDTA), Madrasah Tsanawiyyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada ini diperhatikan dan dibayarkan honornya secepat mungkin.
"Bayangkan, di tahun 2017 ini sudah jalan lima bulan guru-guru kita tak bergaji. Ramai yang bertanya-tanya kapan honor mengajar akan diterima. Hendaknya kasus yang pernah terjadi tahun 2016 lalu, tak semestinya terulang kembali, dimana para guru ketika itu baru menerima bantuan kesejahteraannya di penghujung tahun. Artinya, mereka harus sabar menunggu honor keluar selama satu tahun penuh, karena dipicu adanya kesalahan administrasi," imbuhnya lagi. (Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Cegah Karhutla, Babinsa dan MPA Sisir Desa Insit
Komsos di Tanjung Samak, Babinsa Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan
PBFI Kepulauan Meranti Taja Kejurkab Men Fitness 2026
Komsos Jadi Sarana Babinsa Desa Lemang Perkuat Solidaritas Masyarakat
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Tebing Tinggi Intensifkan Patroli di Desa Sendaur
Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan
Komentar