Dualisme Pengurus Koperasi di Bukit Batu, DPRD Akan Panggil Diskop
BENGKALIS -Sejumlah pengurus Koperasi Bukit Batu Darul Makmur (BBDM) mengadu ke DPRD Bengkalis. Hal itu menyusul dualisme kepemimpinan yang tak kunjung menemukan titik selesai, Selasa (25/7/2017).
Dampak dualisme, hak masyarakat terhadap lahan di PT Surya Dumai Agrindo (SDA) sulit untuk diselesaikan.
"Pekan depan kita agenda pemanggilan SOPD terkait dan perusahaan, "ungkap Wakil Ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan didampingi anggota DPRD Dapil Bukit Batu Hj Aisyah, Leo Nardus dan Susianto saat hearing dengan pengurus Koperasi BBDM pimpinan Ismail.
Senada diungkap Hj Aisyah. Menurutnya, penyelesaian polemik kepengurusan Koperasi hendaknya diselesaikan secara musyawarah. Sebab, apabila kisruh tersebut tak kunjung selesai, maka hak masyarakat di perusahaan terhambat.
"Kalau bisa kita selesaikan secara musyawarah itu lebih baik. Tidak perlu kita membentuk pansus, karena itu memakan waktu lama,"imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi BBDM Ismail berharap DPRD Bengkalis mampu menyelesai permasalah yang terjadi.
"Ini langkah terakhir kami pak, jika ini tidak ada masyarakat kami 5 desa 1 kelurahan siap turun, "pungkas Ismail.
Diketahui, Kepengurusan Koperasi BBDM terjadi dualisme. Satu pimpinan Ismail yang sudah lama berdiri dan satu lagi Kepengurusan dibawah pimpinan Suwito Pranolo.
Kisruh ini berdampak ke hak masyarakat. PT SDA urung merealisasikan hak masyarakat karena dualisme kepemimpinan. (Gus)
Dampak dualisme, hak masyarakat terhadap lahan di PT Surya Dumai Agrindo (SDA) sulit untuk diselesaikan.
"Pekan depan kita agenda pemanggilan SOPD terkait dan perusahaan, "ungkap Wakil Ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan didampingi anggota DPRD Dapil Bukit Batu Hj Aisyah, Leo Nardus dan Susianto saat hearing dengan pengurus Koperasi BBDM pimpinan Ismail.
Senada diungkap Hj Aisyah. Menurutnya, penyelesaian polemik kepengurusan Koperasi hendaknya diselesaikan secara musyawarah. Sebab, apabila kisruh tersebut tak kunjung selesai, maka hak masyarakat di perusahaan terhambat.
"Kalau bisa kita selesaikan secara musyawarah itu lebih baik. Tidak perlu kita membentuk pansus, karena itu memakan waktu lama,"imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi BBDM Ismail berharap DPRD Bengkalis mampu menyelesai permasalah yang terjadi.
"Ini langkah terakhir kami pak, jika ini tidak ada masyarakat kami 5 desa 1 kelurahan siap turun, "pungkas Ismail.
Diketahui, Kepengurusan Koperasi BBDM terjadi dualisme. Satu pimpinan Ismail yang sudah lama berdiri dan satu lagi Kepengurusan dibawah pimpinan Suwito Pranolo.
Kisruh ini berdampak ke hak masyarakat. PT SDA urung merealisasikan hak masyarakat karena dualisme kepemimpinan. (Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Cegah Karhutla, Babinsa dan MPA Sisir Desa Insit
Komsos di Tanjung Samak, Babinsa Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan
PBFI Kepulauan Meranti Taja Kejurkab Men Fitness 2026
Komsos Jadi Sarana Babinsa Desa Lemang Perkuat Solidaritas Masyarakat
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Tebing Tinggi Intensifkan Patroli di Desa Sendaur
Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan
Komentar