Selasa, 28 April 2026 WIB
Selasa, 28 April 2026 WIB

Dinilai Lamban Tanggapi DBD, Ini Penjelasan Dinkes

- Jumat, 18 September 2015 10:17 WIB
Dinilai Lamban Tanggapi DBD, Ini Penjelasan Dinkes
BENGKALIS -Sampai saat ini dari informasi yang dirangkum, di sekitar Gang Karet, Gang Pisang dan Gang Kenanga Jalan Pertanian Bengkalis, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah. Saat ini sudah ada 6 warga yang terserang. Seorang dewasa dan 5 orang anak-anak. Padahal sekitar 3 hari sebelumnyahanya 3 orang.


Baca Juga:

Kemudian dengan kejadian ini, Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie merasa sedikit kecewa mendengar adanya laporan warganya jika Dinas Kesehatan (Dinkes) terkesan lambat dalam menangani kasusDBD yang jumlahnya kian meningkat. Terutama dalam melakukan pengendalian melalui fogging.


Sementara itu, Kepala Dinkes melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan, Irawadi saat hubungi wartawan mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan fogging sejak Kamis (17/9/2015) kemarin.


"Dan hari ini (Jum'at,red), kita masih melanjutkan fogging. Ini merupakan lanjutan dari yang dilakukan semalam, yakni di sekitar Jalan Pertanian," ujar Irawadi via telpon, Jum'at (18/9/2015).


Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan Dinkes ini juga membantah jika sejumlah masyarakat mengatakan kalau pihaknya dinilai lambat mengatasi masalah DBD ini. Khususnya dalam melakukan fogging.


"Sebetulnya kalau DBD ini sudah positif dan mulai tersebar di masyarakat, kita sebagai Dinkes akan segera melakukan fogging. Asalkan ada laporan pasti dari Rumah Sakit (RS,red). Karena pihak rumah sakit lah yang mengetahui dan memastikan kalau pasien terkena DBD apa tidak. Kalau belum ada kita tak bisa melakukan hal itu," jelasnya.


Irawadi juga mengatakan, dengan keterlambatan laporan yang ditunggu dari pihak rumah sakit itu yang membuat pihaknya lambat untuk bergerak melakukan upaya. Salah satunya adalah fogging.


Di sisi lain, Pj Bupati Bengkalis saat ini juga telah mengintruksikan Dinkes kembali, khususnya Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan, untuk proaktif. Tidak Cuma menunggu. Harus jemput bola. Katanya, kalau memang sudah ada laporan warga, segera tindaklanjuti dan lakukan fogging, agar jumlah penderita tidak bertambah.


Pasalnya, sesuai laporan warganya itu, untuk melakukan fogging di kawasan yang jelas-jelas sudah ada korban yang terserang penyakit mematikan yangditularkan melalui dari gigitan nyamuk Aedes Aegyptitersebut, hal itu dilakukan setelah ada laporan dari pihak RSUD Bengkalis.


Akibat menunggu, masih menurut informasi yang diterimanya kata Ahmad Syah, ada kawasan yang baru dilakukan fogging pasca penderitanya pulang ke rumah setelah memperoleh perawatan beberapa hari di RSUD Bengkalis.(Gus)

SHARE:
Berita Terkait
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla

Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit

Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre

MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre

Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Komentar
Berita Terbaru